Keresahan Pedagang Pasar Baru Akibat Isu Penutupan Berdampak Pada Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2020-03-23 12:38:48+07

Keresahan Pedagang sfee.jpg

Petugas Pendata, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan Arisman lakukan penyemprotan hand sanitizer kepada pedagang dan pengunjung Pasar Baru.

 

Kuningan – Keresahan sempat timbul di pusat pusaran ekonomi Kabupaten Kuningan, atau di Pasar Baru Kuningan, akibat munculnya isu akan dilakukannya penutupan besar-besaran selama 3 hari untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona.

Hal itu dibenarkan Petugas Pendata, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan Arisman, bahwa memang keresahan sempat terjadi dengan merebaknya isu seputar penutupan tersebut.

Tetapi, kata Arisman, pihaknya langsung sigap, sekaligus melakukan pemberitahuan dan himbauan dengan berkeliling menggunakan pengeras suara, agar para pedagang juga pengunjung pasar tidak terpancing, atau terjebak percaya dengan informasi yang belum pasti kebenarannya. Jikapun nanti ada penyemprotan desinfektan di pasar, waktunya disesuaikan dengan kondisi, disaat para pedagang tidak berkaktivitas, seperti sore, atau malam hari.

“Saat terjadi keresahan itu kami langsung memberikan himbauan kepada mereka agar tidak terpancing, terjebak mempercayai, atau terprovokasi dengan kabar yang belum pasti kebenarannya, sebelum ada pengumuman resmi dari pihak pemerintah,” kata Arisman kepada bingkaiwarta.com, Senin (23/3/2020).

Arisman menyebutkan, pihaknya tidak memungkiri, jika wabah evidemi Covid-19 bukan cuma masalah Kuningan, bukan lagi masalah Jawa Barat, atau Indonesia semata, tetapi merupakan persoalan dunia, namun dalam menyikapinya bukan dengan kepanikan, melainkan dengan kewaspadaan, serta antisipasi dini.

“Untuk itu, saat melakukan pemberitahuan, kami lebih menekankan pada mereka agar mengantisipasi persoalan ini dengan tidak terlena, kemudian melanggar aturan atau himbauan dari pemerintah, tetapi mentaatinya, serta lebih meningkatkan pola hidup sehat, membiasakan diri mencuci tangan, pola makan yang baik, banyak mengkonsumi vitamin C,” ujar Arisman yang juga merupakan atlet catur andalan Kabupaten Kuningan itu.

Kemudian, lanjut Arisman, kepada para pedagang juga dianjurkan agar tidak mudah bersalaman dengan orang yang tidak dikenal, bagi yang sakit untuk tidak memaksakan diri ke pasar, dan bila sangat urgen harus berada di kerumunan, diupayakan melindungi diri dengan mempergunakan masker, serta menjaga jarak aman, minimal satu meter dari orang lain.

“Alhamdulillah, setelah tanpa bosan kami terus melakukan himbauan secara kontinu, kami melihat para pedagang di Pasar Baru telah melaksanakan himbauan, seperti salah satu buktinya, tidak sedikit dari mereka saat ini memiliki hand sanitizer,” paparnya.

Diakui Arisman, meskipun tidak pernah terbukti adanya kejadian luar biasa di Pasar Baru tersebut, namun kondisi itu telah berdampak pada kenaikan sejumlah komuditas bahan pokok, seperti diantaranya, harga gula pasir yang mengalami kenaikan hingga Rp. 4. 500.

“Harga bahan pokok yang mengalami kenaikan seperti, gula pasir, yang awalnya Rp. 13 ribu, menjadi Rp. 17.500, bawang merah dari Rp. 28 ribu menjadi Rp. 36 ribu, dan lainnya. Hal ini disebabkan adanya lonjakan peminat, sementara ketersediaan barang semakin menipis, serta tidak dipungkiri juga, merupakan dampak dari merebaknya wabah Corona. Dan pemerintahpun telah menyikapi hal ini, dengan mengeluarkan himbauan agar tidak ada aksi borong bahan pokok,” tutur Arisman. (Yud’s)

13 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com









Berita Terkini

Categories