2,113
Monday, 05 October 2020 18:12 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Ketua DPRD "Menyerah" Minta Maaf

Ketua DPRD "Menyerah" Minta Maaf

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy akhirnya menyerah. Setelah pernyataannya menjadi polemik diberbagai kalangan, khususnya Ormas Islam, ia akhirnya meminta maaf secara terbuka dan mengklarifikasi pernyataannya melalui audensi dengan mengundang PWI, MUI, sejumlah pondok pesantren, dan Polres, di Ruang Banggar DPRD Kuningan, Senin (5/10/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun, dalam kesempatan tersebut, dari Ponpes Husnul Khotimah, Almultazam, Almutawaly, serta Apik, yang disebut Zul sudah diundang, ternyata tidak hadir.

Nuzul menjelaskan, terkait diksi kata "limbah" dalam wawancara yang terjadi beberapa hari yang lalu, dan sekarang menjadi polemik hanyalah sepenggal kata dari serangkaian kalimat yang panjang. "Saat itu, topik pembicaraan yang diwawancarai oleh wartawan adalah menanyakan sikap saya tentang klaster Covid-19 di Ponpes Husnul Khotimah yang tinggi," jelas Zul sapaan akrabnya.

Zul mengungkapkan, munculnya kata "limbah" diakuinya saat dirinya mengawali dengan kalimat "Jangan sampai Husnul membawa limbah..". Kalimat jangan sampai sama sekali bukan diartikan sebagai tuduhan. Justru menurutnya, lebih berkonotasi untuk mengingatkan. Dan, kata "limbah" tersebut secara jujur dipengaruhi oleh kehadiran beberapa orang warga, di hari sebelumnya termasuk ketua BPD mengenai kekhawatiran penyebaran Covid-19 di Desa Manis Kidul, Jalaksana.

"Namun demikian, apabila kata "limbah" ini mengganggu kenyamanan berbagai pihak di Kabupaten Kuningan, dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ungkapnya.

Sementara tentang pernyataan sikap dirinya yang lain tentang penutupan sementara dan pemulangan santri adalah tanggung jawab sikapnya. "Yang saya khawatirkan dalam steatment saya dalam wawancara tersebut, tentang penambahan konfirmasi positif terbukti. Karena, sampai dengan saat ini data yang kami peroleh dari gugus tugas sebanyak 187 orang. Belum lagi swab yang diperiksa di Bandung itu belum terkonfirmasi hasilnya. Padahal, waktu saya diwawancara baru pada angka 46 orang," terangnya.

Diakui Zul, tentang steatment penutupan sementara dan pemulangan santri, sebenarnya pun sudah disampaikan terlebih dahulu oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum pada saat melakukan kunjungan ke Ponpes Husnul Khotimah bersama dengan gugus tugas Jawa Barat.

"Sekali lagi, atas pernyataan saya tentang diksi "limbah" yang membuat sebagian masyarakat Kuningan tidak nyaman, dengan ketulusan hati kami menyampaikan permohonan maaf. Semoga keterangan saya ini dapat mengakhiri polemik," pungkas Zul. (Abel Kiranti)  

DPRD Nuzul Rachdy Husnul Khotimah Covid19 Kuningan

Komentar

Berita Terkait