595
Thursday, 05 November 2020 11:19 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Ketua PWI Kab. Kuningan : Jangan Sudutkan Wartawan

Ketua PWI Kab. Kuningan : Jangan Sudutkan Wartawan

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan, Iyan Irwandi, S.IP., menyayangkan pernyataan yang dilontarkan seorang Advokat Abdul Jabar di salah satu media massa yang menyudutkan kalangan wartawan karena selaku narasumber, dinilai tidak profesional.
 
Menurutnya, ketika salah, harus mengakui kesalahannya. Jangan sampai malah melemparkan tanggung jawab kepada wartawan yang selama ini gencar menginformasikan perkembanganan permasalahan kasus diksi limbah yang ditangani Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan.
 
"Pasalnya, ketika wartawan melakukan sesi wawancara cegat, mereka tidak hanya mengandalkan tulisan di kertas saja. Namun rekaman suara dan juga video pernyataan bahwa yang bersangkutan mengatasnamakan sebagai ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Kuningan," kata Iyan kepada bingkaiwarta.com, Kamis (5/11/2020).
 
Untuk itu, Iyan menjelaskan, kawan-kawan wartawan yang sebagian besar telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan mengacu pada Poin 2 Kode Etik Jurnalistik (Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik), maka menulis jabatan sesuai yang disampaikan oleh Advokat Abdul Jabar. 
 
Namun, ironisnya, ketika Ketua Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Kuningan, K.H. Aminuddin mengklarifikasi bahwa Advokat Abdul Jabar bukanlah anggota, apalagi ketua LBH NU Kabupaten Kuningan, ia malah berkelit bahwa memang sebagai relawan advokat saja dan yang salah adalah wartawan ketika mengetik pemberitaannya.
 
“Kalau wartawan yang salah mengetik beritanya, coba buktikan. Tapi harus diketahui, mereka memiliki rekaman video penyataan Kang Abdul Jabar. Jadi, ketika salah, ya harus minta maaf. Jangan seenaknya menyudutkan wartawan karena mereka juga bakal tersinggung. Kita harus saling menghargai profesi masing-masing,” tandasnya.
 
Terkait konflik penanganan antara BK DPRD dengan ketua DPRD, Iyan tidak mau ikut campur karena bukan ranahnya. Sedangkan wartawan harus bersikap independen dengan menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk sesuai Poin 1 Kode Etik Jurnalistik. (Abel Kiranti)
PWI Wartawan Jurnalis PCNU Abudul Jabar BK DPRD Kuningan

Komentar

Berita Terkait