Komponen Ormas Gamas Soroti Bangunan Bernilai Miliaran Rupiah di RSUD Linggajati

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-04-14 21:33:55+07

Komponen Ormas Gamas sdsdsqq.jpg

Ketua Ormas Gamas Kuningan K Nana.

 

Kuningan – Komponen Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Anti Maksiat (Gamas) Kabupaten Kuningan soroti keberadaan gedung baru bernilai miliaran rupiah yang terletak di kompleks Rumah Sakit Umum Daerah Linggajati.

Gamas menanggapi serius terkait bangunan tersebut, dan dibahas dalam rapat koordinasi Gamas di Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Minggu (14/04/2019).

Ketua Gamas Kuningan K Nana, menilai, bangunan tersebut kurang representatif apabila digunakan sebagai tempat operasional rumah sakit seperti untuk rawat inap. Sebab, kata Nana, bangunan itu sangat mengkhawatirkan.

Sebagai bagian dari masyarakat yang membutuhkan layanan prima sebuah rumah sakit, Gamas, kata Nana, mendukung penuh langkah RSUD Linggajati untuk menolak penggunaan bangunan yang disebutnya merupakan bantuan dari Pemprov Jabar.

“Konon katanya bangunan baru tersebut dikerjakan oleh rekanan yang dekat dengan gedung putih. Tapi kok hasilnya mengecewakan ya, kami setuju pihak RSUD Linggjati jangan menggunakannya, atau kalau bisa menolaknya,” kata Nana, kepada bingkaiwarta.com.

Pihaknya khawatir jika pihak rumah sakit menggunakan bangunan baru tersebut, apalagi untuk ruangan rawat inap. Sebab Gamas khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ambruknya atap.

“Khawatir nanti saat digunakan, dan banyak pasien, bangunan yang disinyalir ada menyimpang dari spesifikasi seharusnya tersebut akan rusak. Konon juga ada temuan BPK di bangunan baru tersebut,” imbuh Nana.

Sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, RSUD Linggajati diharapkan Nana seharusnya memiliki bangunan yang representatif untuk kenyamanan pasien. Alih-alih akan mendapat bangunan baru yang megah, namun Nana mennilai kenyataan bangunan yang baru saja dibangun sudah rusak di sana-sini.

“Miliaran rupiah lho anggarannya, ini harus segera dibereskan. Jangan sampai bangunan itu tambah rusak dan pasti akan memakan biaya yang besar untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Nana juga menceritakan awal mula berdirinya RSUD Linggajati yang menurutnya merupakan hasil peran serta Ormas Islam saat membuka lahan di lokasi berdirinya RS tersebut.

“Dulunya kan tanah itu bekas berdirinya kafe-kafe. Kami dulu ikut menertibkan lahan tersebut hingga bisa dijadikan lokasi RS. Banyak saksi hidup yang ikut serta membenahi lokasi tersebut dari yang awalnya kumuh,” ungkapnya.

Terkait kafe, Nana meminta pemerintah daerah segera menertibkan kafe-kafe yang berada di sekitar RSUD Linggajati. Karena menurutnya, lokasi tersebut adalah etalasenya Kuningan yang tidak pantas berdiri kafe di dekat rumah sakit.

“Apalagi yang namanya Kafe Solo, yang sering terjadi keributan pengunjungnya. Itu tanah milik Korem 063/SGJ. Kalau bisa ditertibkan lah. Sangat mengganggu keberadaan RS di sana,” pintanya.

Di lain pihak, Humas RSUD Linggajati Keris Ferdiansyah, ketika dikonfirmasi tentang penggunaan gedung baru yang sudah diserahterimakan tersebut, menjawab bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan informasi kapan bisa ditempati.

“Sementara belum ada informasinya,” tutur Keris melalui pesan Whatsapp. (Abel Kiranti)

8 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com













Berita Terkini

Categories