Komunitas Bedilers Kuningan Ajak Penghobi Menembak Untuk Berburu Prestasi

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-09-12 11:28:19+07

Komunitas Bedilers KuninganPS.jpg

Salah satu kejuaraan yang diikuti oleh KBK di Cikarang, Bekasi, beberapa waktu lalu.

Komunitas Bedilers PS 1.jpgKuningan ­– Maraknya hobi menembak dengan menggunakan senapan angin kini kian membooming di Kabupaten Kuningan. Hampir disetiap penjuru dan kota di Kuningan selalu ditemui orang yang gemar memainkan senapan angin tersebut.

Mereka biasanya mengitari hutan dan bukit-bukit untuk mencari mangsa berupa burung atau hewan lainnya yang dianggap menjadi hama tanaman petani. Namun terkadang selalu ditemukan saja oknum penembak “nakal” yang lebih memilih menembak satwa yang telah hampir punah dan tentunya dilindungi.

Dengan melihat kondisi tersebut, Komunitas Bedilers Kuningan (KBK) merasa terpanggil untuk merangkul demi jalanan membuka ruang guna menumpahkan geliat hobi menembak mereka yang begitu banyak dan mencoba mengajaknya untuk mengalihkan ke “Berburu Prestasi”.

Jef Njef, 27, salah satu anggota KBK mengatakan bahwa komunitasnya itu bergerak dibidang menembak. Senjata yang digunakan merupakan senapan angin dengan berbagai jenis dan sasaran menembaknya sendiri berupa siluet hewan dari besi tebal.

“Komunitas kami merupakan wadah bagi para penghobi senapan angin untuk menumpahkan hobinya menjadi berburu prestasi. Disebut berburu prestasi disini karena sasaran menembak kami bukan hewan asli, melainkan siluet hewan dari besi tebal yang memiliki nilai apabila kena pada sasaran tertentu,” ungkap Jef kepada BINGKAI WARTA, Selasa (12/9/2017).

Jef menambahkan bahwa komunitasnya itu telah mengantarkan beberapa orang yang hobi menembak untuk mengikuti kejuaraan di berbagai daerah di Indonesia, “Contohnya KBK pernah mengikuti kejuaraan di Purworejo dan di Cikarang,” katanya.

Menurut Jef, sasaran menembak dalam kejuaraan tersebut berbeda-beda. Untuk para penembak keseluruhannya diberi jatah 20 peluru untuk 20 target. Letak siluet hewan sendiri, untuk ayam di 15 meter, babi di 20 meter, kalkun di 27 meter dan kambing di 33 meter.

“Posisi menembak di kejuaraan berdiri atau standing. Para penembak berlomba-lomba mencari nilai sesempurna mungkin pada target sasaran itu. Dan yang paling tepat pada sasaran yang telah ditentukan mereka bisa pulang sebagai juaranya,” jelas Jef.

Jef berharap komunitasnya itu bisa menjadi wadah bagi para penembak yang masih berburu hewan asli di hutan. Terutama, kata Jef, bagi oknum-oknum yang suka nakal dan masih saja menembak hewan yang dilindungi agar bisa beralih ke berburu prestasi.

“Selain menyenangkan, kita juga bisa bersilaturahmi dengan sesama penembak lainnya. Ilmu dan informasi baru tentunya juga bisa dengan mudah didapatkan. Jadi ayo saya mengajak untuk semua masyarakat yang hobi menembak untuk ikut bergabung dengan kami agar bisa berprestasi mengaharumkan nama Kabupaten Kuningan di kejuaraan,” harapnya.

Perlu diketahui, kesuksesan KBK melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia sayangnya harus terbentur dengan kondisi di tanah kelahirannya. Hal itu disebabkan karena lapangan menembak di Kabupaten Kuningan yang belum tersedia.

“Saya berharap pemerintah dan Perbakin sendiri memberikan perhatiannya dengan menaungi komunitas kami dan bisa menyediakan sarana menembak di Kabupaten Kuningan. Karena skill penembak dari Kuningan sendiri mampu bersaing dengan atlet menembak dari luar, tinggal lebih dipoles lagi dengan seringnya latihan di lapangan menembak,” pungkas Jef. (TedyAgeng)

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, OLAH RAGA

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com








Berita Terkini

Categories