Kontingen Kabupaten Kuningan Duduki Peringkat Ke 3 Peraihan Medali Dalam Pelaksanaan Porsenitas VIII Di Kabupaten Brebes

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-11-30 16:36:34+07

Kontingen Kabupaten sff.jpg

Kontingen Kabupaten Kuningan dalam pembukaan Porsenitas VIII di Stadion Karang Birahi, Jalan Veteran Kota Brebes, Rabu (27/11/2019).

 

Brebes – Gelaran Pekan Olahraga dan Pentas Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) ke-VIII tahun 2019 di Kabupaten Brebes, Jawa tengah yang dibuka dengan segala kemeriahan pada Rabu (27/11/2019) di Stadion Karang Birahi, Jalan Veteran, Kota Brebes, secara resmi ditutup sebelum pelaksanaan ibadah Shalat Jumat, 29 November 2019, sekaligus dalam pesta olahraga plus seninya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Aparat Sipil Negara (ASN) dari 9 daerah yang tergabung dalam Badan Komunikasi Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama itu menempatkan Kabupaten Kuningan di posisi ke 3 peraihan medali.

Diakui Ketua Kontingen Kabupaten Kuningan Drs. Jaka Chaerul, terjadi penurunan peringkat untuk kontingen yang dipimpinnya dalam pengumpulan pundi-pundi medali dibanding pelaksanaan Porsenitas VII di Kota Banjar pada tahun 2018 silam, dimana saat itu Kuningan mampu berada di posisi runner up, atau juara 2.

Jaka yang juga merupakan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) itu menjelaskan, dalam event yang dibuka Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, A. Md, SE didampingi Ketua BKAD Kunci Bersama H. Aang Hamid Suganda, S.Sos, serta memperebutkan 140 medali pada bidang olahraga, 3 medali untuk kesenian, serta 3 medali di ajang stand produk unggulan tersebut Kabupaten Kuningan hanya mampu mengumpulkan 8 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu.

“Kabupaten Kuningan harus puas berada pada posisi juara 3, dengan peraihan medali 8 emas, 4 perak, serta 4 medali perunggu, sedangkan posisi juara pertama sendiri direbut oleh tuan rumah, atau Kabupaten Brebes, yang meraih 12 medali emas, 3 perak, dan 8 perunggu, dan juara 2 diduduki Kabupaten Ciamis dengan perolehan 10 medali emas, 8 perak, ditambah 7 medali perunggu,” jelas Jaka.

Menurut Jaka, penurunan peringkat itu terjadi, salah satunya merupakan imbas dari kekurang siapan, kekurang profesionalan, juga beberapa ketidak beresan panitia dalam penyelenggaraan acara pertandingan, sehingga beberapa cabang olahraga yang menjadi unggulan Kuningan harus menelan pil pahit, dan harus kalah secara kurang terhormat.

Hal itu dibenarkan Kasi Peningkatan Prestasi Olahraga Disporapar Kabupaten Kuningan, yang juga merupakan official Kontingen Kuningan Asep Ismanto, bahwa akibat dari kecerobohan panitia, tak hanya merugikan Kuningan, tetapi juga seluruh peserta Porsenitas VIII, dan kondisi itu bisa dibuktikan dengan banjir protes dari seluruh peserta, terutama pada Cabor, atau gelaran seni yang merupakan incaran tuan rumah untuk mendulang medali emas.

“Kita bisa bisa melihat contoh ketidak beresan itu, misal dari gagalnya Yayah merebut medali di Cabor tenis meja, yang dihentikan saat bertanding, padahal posisi sudah tinggal beberapa poin lagi untuk menjadi pemenang, dengan alasan Yayah bukan seorang Kepala Bidang, meskipun dia merupakan pejabat eselon. Yang paling terlihat adalah, ada diantaranya pemain yang turun tanding namanya tidak sesuai dengan data resmi pada Panpel,” ujar Asep.

Kemudian, kata Asep, dalam pelaksanaan pertandingan sepak bola, disinyalir beberapa pemain tuan rumah belum resmi menjadi ASN, karena tidak sedikit dari mereka saat ditanya data diri, ternyata tidak sesuai dengan data yang terdaftar di Panpel, dan mereka juga ada yang tidak memahami, sekaligus mengetahui NIP sendiri.

“Kami dari Kuningan, dan kontingen non tuan rumah lainya tentu sangat menyesalkan sekali kondisi ini, karena kalau kita menyadari hakikat dari pelaksanaan Porsenitas bukan semata mengejar gengsi menduduki juara, namun yang terpenting adalah nilai silaturahmi, mempererat kebersamaan, soliditas dalam membangun sesama daerah perbatasan. Kalau keadaanya seperti ini, dipastikan akan lahir kekecewaan dari para peserta, dan kita khawatir, keinginan mempersatukan seluruh daerah yang tergabung dalam BKAD Kunci Bersama akan tercedrai,“ kata Asep.

Asep berharap, kejadian kurang terpuji dalam pelaksanaan Porsenitas VIII 2019 Kabupaten Brebes tidak terjadi di Kabupaten Pangandaran yang rencananya akan menjadi tuan rumah pada Porsenitas IX 2020, mengingat event tersebut merupakan momen bagus untuk meratakan pembangungan, melalui jalinan kerjasama harmonis antar daerah perbatasan, bukan saling menjatuhkan, apalagi dengan memberikan rasa kecewa satu sama lain. (Yud’s)

10 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, OLAH RAGA

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com












Berita Terkini

Categories