KPU Kuningan Usulkan Pemilihan Ketua OSIS di Tiap Sekolah Digelar Serentak

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-11-27 17:37:09+07

KPU Kuningan Usulkan Pemilihan sfsf.jpg

Ketua KPU Kuningan Asep Z. Fauzi, didampingi mantan Ketua KPU Kuningan sebelumnya Heni Susilawati, S.Sos, pada pertemuan bersama wartawan di Desa Cikananga, Kecamatan Garawangi, Rabu (27/11/2019).

 

Kuningan – Dalam rangka mempertegas penanaman nilai-nilai demokrasi, terutama kepada calon pemilih pemula di lingkungan sekolah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan mengusulkan Pemilihan Ketua OSIS (Pilaktos) di Kabupaten Kuningan dilakukan secara serentak.

Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Kuningan Asep Z. Fauzi, didampingi mantan Ketua KPU Kabupaten Kuningan periode sebelumnya Hj. Heni Susilawati, S.Sos, MM, beserta jajaran lainnya, pada pertemuan bersama wartawan, di Desa Cikananga, Kecamatan Garawangi, Rabu (27/11/2019).

Menurut Asep, penerapan model Pilkatos serentak ini diyakini akan mendongkrak partisipasi politik kalangan terpelajar dalam ajang kontestasi Pemilu, Pilkada, maupun Pilkades di masa mendatang.

“Saya berpendapat Pilkatos serentak sangat efektif menerapkan model pembelajaran yang konstruktif. Sebab, sangat selaras dengan metode pembelajaran learning by doing. Peserta didik tidak hanya mendalami teori demokrasi tetapi juga diberi kesempatan mempraktekan secara langsung di lapangan,” ungkap Asep.

Agar berjalan efektif, lanjut dia, harus ada political will dan good will dari pemangku kebijakan, baik di level pemerintah daerah, dinas pendidikan maupun di tingkat satuan pendidikan. Para pihak tersebut, menurut dia, harus mulai konsolidasi dari sekarang.

“Pemilihan ketua OSIS di tingkat SLTP dan SLTA selama ini sudah rutin digelar. Anggarannya pun sudah tersedia dari BOS atau Komite Sekolah. Namun teknis penyelenggaraannya masih bergantung pada kreatifitas pembina dan pengurus OSIS-nya. Jika Pemkab mendorong Pilkatos serentak dengan serius, saya yakin akan lebih menarik,” kata Asep yang akrab disapa Asfa ini.

Ia menyebutkan, syarat penyelenggaraannya yaitu serentakkan jadwal, bakukan di dalam Kalender Akademik, lalu benahi perangkat atau aturan pemilihannya. Jangan sampai di kalender akademik hanya muncul jadwal PPDB, UTS, UAS, USBN, UN, PHBN, PHBI.

Asfa memandang Pilkatos serentak ini bisa jadi bukti paling autentik dalam mengukur tingkat kesungguhan pemerintah, dinas terkait dan satuan pendidikan dalam mendorong civic education untuk meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Kuningan.

“Saya meyakini jika Pilkatos serentak digelar akan menjadi wahana wisata politik sekaligus menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang sangat efektif bagi puluhan ribu pelajar di Kabupaten Kuningan,” sebutnya.

Sehingga, tambahnya, nanti bisa dibuktikan output dari penyelenggaran Pilkatos serentak sangat relevan dengan visi Kuningan MAJU. Sebab, jika pemerintah daerah serius mendorong Pilkatos serentak dirinya optimis akan membantu mempercepat terwujudnya masyarakat Kuningan yang mandiri dan pinunjul, terutama di bidang demokrasi.

“Terlebih, atmosfer demokrasi di negeri ini perlu perhatian serius karena akhir-akhir ini cenderung kurang sehat, akibat masih merebaknya penyakit hoax, ujaran kebencian, politisasi sara sampai politik uang,” tuturnya.

Secara teknis, sistem Pilkatos serentak dapat mengadopsi sistem Pilkada serentak maupun Pilkades serentak. Namun, karena target pokoknya adalah pendidikan politik maka harus ada penyederhanaan.

Tahapan intinya antara lain pembentukan badan penyelenggara, sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, pendaftaran dan penetapan calon ketua. Ada juga tahapan kampanye, pemungutan suara, penghitungan dan rekapitulasi hasil penghitungan suara, penetapan calon terpilih sampai pelantikan ketua baru.

Alhasil, kedepan akan lahir kader-kader yang akan muncul sebagai pioneer demokrasi di Kabupaten Kuningan.

“Pada saatnya nanti mereka sudah siap diterjunkan sebagai penyelenggara dan pengawas dalam Pemilu, Pilkada, dan Pilkades. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada yang tampil sebagai kontestan. Karena itu KPU Kuningan siap all out membantu mewujudkan Pilkatos serental di Kabupaten Kuningan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kuningan periode sebelumnya Hj. Heni Susilawati, S.Sos, MM, mendukung dan memberi support atas gagasan tersebut. Heni memandang ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk membuat sebuah terobosan penting.

“Ini kesempatan yang sangat baik untuk melakukan terobosan penting yang mungkin pada saat periode sebelumnya hanya sampai pada tahap wacana, karena kami juga harus berbagi porsi, tugas, penelitian dan seterusnya,” katanya.

Dengan Pilkatos Serentak, kata Heni, menjadi sebuah inovasi untuk mengisi post election pendidikan politik. Artinya, semua pihak termasuk KPU, berupaya untuk menumbuhkan kehidupan demokrasi yang baik di Kabupaten Kuningan.

Heni menilai gagasan Pilkatos Serentak di Kabupaten Kuningan menjadi sesuatu yang luar biasa karena bisa sangat mewarnai cara berpikir pelajar di tingkat sekolah tentang electoral process yang selama ini berjalan, namun sendiri-sendiri.  

“Jika KPU bekerja sama dengan lembaga terkait ini akan menyempurnakan pemahaman temen-temen tentang regulasi kepemiluan yang tentu nanti akan diadaptasi sesuai kebutuhan di tingkat SLTA atau sejenisnya gitu,” tutupnya. (TedyAgeng)

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com














Berita Terkini

Categories