912
Saturday, 15 May 2021 15:41 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

KSK Menuntut Pelaku Pembacokan di Cijemit Diusut Tuntas dan Adil

KSK Menuntut Pelaku Pembacokan di Cijemit Diusut Tuntas dan Adil

Bingkaiwarta, CINIRU - Kasus pembacokan yang terjadi Sabtu (8/5/2021) malam
di Desa Cijemit Kecamatan Ciniru, mendapat respon dari Ketua KSK (Komunitas Seni Kuningan) Tatang.
 
Kepada bingkaiwarta.com, Tatang membenarkan bahwasannya ada anggotanya yang mendapat musibah pembacokan yang bernama Bohari (46) warga Dusun Manis RT 004 RW 002 Desa Rambatan Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan, memang anggota KSK.
 
"Disini juga saya akan klarifikasi bahwa diluaran orang mengira pertikaian yang terjadi itu sesama anggota KSK. Padahal Rio Febrianto (26) si pelaku bukanlah anggota KSK, karena dia warga Jl. Rawamaya RT 002 RW 002 Kelurahan Beji Kecamatan Beji Kota Depok. Dan, di Kuningan sendiri dia tinggal bersama neneknya," kata Tatang, Sabtu (15/05/21).
 
Ia juga membenarkan, bahwa memang benar awal pertikaian terjadi dari catatan suara/voice note di grup sosial media WhatsApp KSK (Komunitas Seni Kuningan). Sedangkan Rio karena bukan anggota KSK jadi tidak langsung mendengar voice note tersebut melainkan mendengar dari handphone milik Junaedi, karena tidak masuk grup.
 
"Setelah kejadian kemarin, Bohari selaku korban pulang dari rumah sakit, saya dan anggota KSK datang menjenguk sekaligus menanyakan terkait sipelaku meminta secara kekeluargaan sedangkan anggota saya selaku korban akan tetap melaporkan secara hukum, saya sendiri mewakili KSK akan terus mengawal terkait hukuman sipelaku," ujarnya.
 
Sementara itu, H. Nana Mulyana Latif dari Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI) Kabupaten Kuningan, mengapresiasi tindakan cepat kepolisian dalam menangani keributan dan mengamankan pelaku pembacokan tersebut.
 
"Prihatin memang ketika dibulan yang suci ini dinodai dengan tindakan yang tidak manusiawi, apalagi kasus keributan ini dipicu hanya dengan perselisihan paham, seandainya bisa berfikir sehat seharusnya tidak berujung penganiayaan atau pembacokan," kata Nana.
 
Selanjutnya, Nana mendorong agar pihak kepolisian dapat menangani kasus ini dengan baik dan bisa berlaku secara adil. Menurutnya, penegakan hukum jelas harus dilakukan dinegara yang panglimanya hukum ini. Tidak bisa masyarakat sewenang-wenang bertindak dengan tidak manusiawi. Pelaku pembacokan seyogianya mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya yang melawan hukum.
 
"Kepada pihak korban dan keluarga, saya berharap diberi ketabahan dan menahan diri jangan terpancing situasi, semunya diserahkan kepada aparat penegak hukum yang akan menindaklanjuti kasus ini," pungkasnya. (Abel Kiranti)
ksk kuningan cijeumit ciniru pembacokan

Komentar

Berita Terkait