232
Sunday, 20 June 2021 19:58 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Makmurkan Masjid, TNI dan Warga "Galakkan" Gerakan Mengaji dan Shalat Berjama'ah

Makmurkan Masjid, TNI dan Warga "Galakkan" Gerakan Mengaji dan Shalat Berjama'ah

Bingkaiwarta, SELAJAMBE - Personil SSK (Satuan Setingkat Kompi) TMMD ke - 111 melaksanakan kegiatan Gerakan Magrib Mengaji dan Shalat Berjamaah di Masjid Raudhatul Jannah Desa Jamberama, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, Minggu (20/6/2021).

Kegiatan ini digelar rutin setiap Minggu malam Senin, untuk meningkatkan rasa keimanan dan syukur kita kepada Sang Maha Pencipta. Dalam kesempatan ini, pengajian dipimpin oleh Kyai Maman dengan mengupas tema Memenuhi Rukun Wudhu dengan Air Terbatas.

"Apabila ketersediaan air tercukupi, semua rukun wudhu bisa dipenuhi. Mulai dari berkumur hingga membasuh kedua kaki," kata Kyai Maman.

Ia menjelaskan, hal ini berbeda jika dalam keadaan air terbatas. Muncul kekhawatiran bahwa wudhu tidak sah. Dikutip dari situs Waterwise, untuk memenuhi rukun wudhu tidak harus dengan menggunakan air berlebih.

"Rasulullah SAW pernah mencontohkan berwudhu dengan air secukupnya. Seperti diriwayatkan dalam hadist Bukhari, yang berbunyi, "Nabi Muhammad SAW mandi besar dengan air satu sha' hingga empat mud dan berwudhu dengan air satu mud."

Satu mud setara dengan sekitar 625 mililiter. Sementara untuk ghusl atau mandi wajib sebesar empat mudd yang kira-kira setara 2,5 liter air. Nabi sempat menegur seorang sahabat bernama Sa'ad yang dianggap menggunakan air berlebihan untuk wudhu. Prinsip secukupnya tetap harus diterapkan meski sedang wudhu di sungai yang banyak airnya," jelasnya.

Lebih jauh, Kyai Maman memaparkan, bagi muslim, prinsip secukupnya memang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang ingin menghemat air saat wudhu, langkah berikut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebelumnya pastikan tahu air yang biasa dihabiskan untuk berwudhu. Setelah itu bisa disusun langkah-langkah usaha penghematan air seperti, pertama, pasang target hanya menggunakan satu liter air saat wudhu, atau lebih baik hanya 625 ml sesuai ajaran Nabi.

"Kedua, saat menggunakan kran, sebaiknya jangan dibuka penuh sehingga air yang keluar hanya sedikit. Membuka keran seperlunya dengan aliran yang tidak terlalu deras menekan risiko air terbuang. Ketiga, jika memungkinkan, matikan air pada setiap step dalam berwudhu. Air bisa ditampung dalam telapak tangan yang kemudian digunakan saat wudhu. Dan, keempat, mug atau botol kecil dengan volume 0,5 liter juga bisa digunakan untuk menampung air saat wudhu. Cara ini bisa menjadi alternatif usaha menghemat air ketika wudhu," paparnya.

Ia melanjutkan, dalam Mahzab Syafi'i, anggota tubuh yang dibasuh saat wudhu dibedakan menjadi wajib dan sunah. Bagian yang wajib adalah wajah, kedua tangan sampai mata siku, membasuh sebagian kepala, dan kedua kaki sampai mata kaki. sedangkan membasuh kedua telapak tangan, berkumur, memasukkan air ke hidung, dan membersihkan telinga adalah sunah.

"Urutan anggota tubuh yang dibasuh tidak boleh menyalahi aturan. Pembasuhan dimulai dari wajah, tangan, kepala, dan kaki. Urutan tidak boleh dilanggar karena hal tersebut berarti tidak tertib rukun wudhu," tandasnya.

Sementara itu, Peltu Wawan anggota Kodim 0615/Kuningan mengungkapkan rasa syukurnya, karena di momen TMMD ini, dirinya bisa mendapatkan banyak hal dari warga setempat. "Alhamdulillah, saya merasa bersyukur sekali bisa mengikuti giat TMMD ini. Bukan hanya sekedar giat fisik, tapi non fisik pun seperti giat mengaji dan shalat berjama'ah ini sangat bermanfaat sekali untuk bekal kita nanti. Banyak hikmah yang saya dapatkan dari momen TMMD ini," ungkapnya kepada bingkaiwarta.com. (Abel Kiranti)

Tmmd Kodim 0615 kuningan

Komentar

Berita Terkait