522
Thursday, 22 October 2020 19:39 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Massa Unras "Keuekeuh" Minta Nuzul Lengser

Massa Unras "Keuekeuh" Minta Nuzul Lengser

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Mendapat "cecaran" dari ratusan aksi unjuk rasa, BK DPRD Kabupaten Kuningan, angkat bicara. Dihadapan peserta aksi, Wakil Ketua BK DPRD, H. Purnama menegaskan, dirinya sebagai Ketua Pemeriksa akan bertanggung jawab sepenuhnya atas persoalan tersebut. 
 
"Saya merasa bahagia dan tidak ragu dihadapan kalian. Karena, saya sendiri yang menjadi Ketua Pemeriksa. Hari ini ucapan saya tidak lupa. Saya berani sumpah. Saya sampaikan, pekerjaan tugas Badan Kehormatan sudah mencapai 90%. Dari pagi sudah diawali persidangan, ada saksinya. Besok juga ada sidang kedua. Jadi, saya mohon, jangan sampai saya jatuh. Mohon doanya. Karena, saya harus cermat mewakili kalian. Saya harus cermat sesuai dengan harapan kalian," tegasnya.
 
Dia mengatakan, tugas BK kini tinggal 10%. Dia pun mohon doa dari semuanya. Juga mohon pengawalannya. Agar masalah ini bisa segera tuntas. "Tinggal 10% lagi. Saya minta dikawal dengan do'a dan semangat kalian sebagai pejuang kebenaran. Saya berdiri didepan kalian untuk menegakan kebenaran. Bukan kebathilan. Ingat, kebenaran. Dan, saya perlu menegakan kebenaran itu," ungkapnya.
 
Sementara itu, peserta aksi tetap keukeuh dengan tuntutannya yang ingin Nuzul segera dilengserkan. Mereka mengingatkan BK, bahwa pada 9 Oktober 2020 lalu, Ketua BK dihadapan peserta aksi, telah memastikan dan sudah menandatangani fakta integritas, akan memastikan tanggal 22 Oktober bertepatan dengan Hari Santri, BK akan menurunkan Nuzul dari jabatannya. Tapi, janji tinggallah janji. Ketua BK sendiri, Dr. Toto Taufikkurohman pun tidak hadir ditengah mereka.
 
"Kami sangat sakit hati oleh kinerja BK. Suara kami ditolak mentah-mentah. Kurang pengawalan apa dari kami? Kita tanpa dimintapun akan terus mengawal. Karena ini adalah bentuk peduli hati nurani kami terhadap Kabupaten Kuningan. Kami minta kepastian. Bukan janji bukan harapan. Janji itu harus ditepati seperti hutang yang harus dibayar. Mana bayaran bapak untuk kami? Mana janji BK?," kata Ravi dari IMM dengan menggebu-menggebu.
 
H. Purnama kembali menjawab pertanyaan peserta aksi. Dirinya menjelaskan, pihak BK akan profesional menangani permasalahan ini. Untuk memenuhi harapan peserta aksi juga masyarakat pada umumnya. "Saya mohon pengertiannya. Saya akan berbuat seadil-adilnya. Agar jangan ada dusta diantara kita. Beri saya waktu. Jika saya tidak bisa menyelesaikan masalah ini, saya siap tanda tangan diatas materai untuk mengundurkan diri dari anggota DPRD Kuningan," pungkasnya. (Abel Kiranti)
UNRAS DPRD NUZUL RACHDY BK KUNINGAN LENGSER

Komentar

Berita Terkait