375
Wednesday, 19 August 2020 15:22 (2 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Masyarakat Kawungsari Kecewa, Pemkab Kuningan Selalu Obral Janji

Masyarakat Kawungsari Kecewa, Pemkab Kuningan Selalu Obral Janji

Bingkaiwarta, CIBEUREUM - Masyarakat Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan tetap akan bertahan jika beberapa tuntutannya tidak dikabulkan oleh Pemkab Kuningan. Meski katanya, dana pembangunan rumah relokasi masyarakat Desa Kawungsari yang tergusur, juga akan ditenggelamkan, oleh mega proyek Waduk Cileuweng sudah ada.

Kepala Desa Kawungsari, Kusto, membenarkan ancaman warganya itu. “Pokoknya, kalau tuntutan masyarakat diabaikan, tidak dipenuhi, kita semua tetap bertahan disini (Desa Kawungsari,red). Tidak akan pindah ke tempat relokasi,” ungkap Kepala Desa Kawungsari, Kusto, di kantor desanya, kepada bingkaiwarta.com, kemarin.

Dikatakannya, tuntutan masyarakat tersebut sebenarnya tidak sulit. Diantaranya, ingin tenaga kerja proyek relokasi ini melibatkan pekerja dari Desa Kawungsari. Atau memberikan sub pengadaan barangnya kepada orang Desa Kawungsari.  Tetapi tentu warganya yang memiliki modal. 

“Istilahnya, harus memprioritaskan warga Desa Kawungsari lah. Terkecuali warga Kawungsari, tidak ada yang mampu, atau tidak punya modal. Silahkan mengambil dari luar,” ujarnya.

Tuntutan tersebut diakui Kusto, sudah disampaikan ke Pemkab Kuningan. Meski direspon baik, tetapi kepastiannya hingga kini belum jelas. Informasinya masih simpang siur. "Belum jelas sampai sekarang," imbuhnya.

Selain itu, Kusto juga mengeluh soal jalan akses dari kawasan relokasi, menuju Waduk Cileuweng tertutup. Atau tidak ada akses jalan dekat. Jadi harus memutar sangat jauh. Sebagai solusi warga, Ia menuntut pembukaan akses jalan pintas dari kawasan relokasi ke Waduk Cileuweng, melalui lahan Perhutani. Sehingga ada akses yang diinginkan masyarakat Jaraknya juga lebih dekat. Hanya 4 kilometer. 

“Sudah kita usulkan pembukaan akses jalan pintas ini, tapi belum direspon. Kalau gak dibangunkan, kami akan bertahan. Tidak akan pindah,” tegas. Kusto.

Kusto menyadari, pihaknya ditarget tuntas relokasi Desember 2020. Tapi karena pemerintahan desa dan masyaraakat masih trauma hanya di kasih obral janji oleh pemerintah pusat, maka sikapnya biasa-biasa saja. Tidak ada langkah buru-buru dari masyarakat.

"Lelah juga, dari dulu di PHP in terus. Hanya janji dan janji saja," tandasnya. (Abel Kiranti)

Desa Kawungsari Cibeureum Pemkab Kuningan tuntutan

Komentar

Berita Terkait