Masyarakat Lumbung Air Kelurahan Cigugur Mengantri Untuk Memperoleh Jatah Air Dari Mobil Tangki

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-01-12 17:52:38+07

Cai Saat.jpg

Masyarakat Blok Citamba dan Pahing Kelurahan/Kecamatan Cigugur tengah mengantri untuk mendapatkan suplay air bersih dalam 4 hari ini.

 

Kuningan – Pemandangan aneh tapi nyata sempat terjadi di Kelurahan/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, karena di daerah lumbung air tersebut, sekaligus pada saat curah hujan sedang tinggi-tingginya, justeru masyarakatnya, terutama yang tinggal di Blok Citamba dan Pahing dalam beberapa hari ini tampak terus mengantri untuk mendapatkan pembagian air dari mobil tangki.

Para wanita, pria, berusia tua dan muda itu membawa ember berjajar di trotoar jalan utama Kelurahan Cigugur menuju pusat kota Kuningan menanti giliran untuk mendapatkan jatah air yang disuplay oleh PDAM Tirta Kamuning, Kuningan.

Arsih, 42, salah satu warga Cigugur yang tengah mengantri menunggu giliran mendapat jatah air menyebutkan, kondisi sulitnya memperoleh air bersih telah 4 hari dialami mereka, dan itu terjadi setelah pipa PDAM yang mengalirkan air ke rumah mereka tiba-tiba mampet, sehingga masyarakat kelabakan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan mandi, minum, dan kebutuhan sehari hari lainnya.

“Sejak Senin (9/1) pipa ledeng ke rumah kami tidak berfungsi, mampet, dan itu membuat kami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untungnya sekarang meskipun harus mengantri untuk memperolehnya, kami mendapat kiriman air dari mobil tangki milik PDAM,” ungkapnya kepada BINGKAI WARTA, Kamis (12/1).

Menurut dia, kejadian seperti ini bisa dikatakan merupakan hal yang aneh, mengingat mereka tinggal di daerah yang merupakan salah satu lumbung air, yang selama ini mampu menyuplay air ke Kuningan kota, dan beberapa daerah lain di sekitarnya.

Kepala Kelurahan Cigugur Yadi Juharyadi mengakui, bahwa sejak Senin (9/1) hingga Kamis (12/1) masyarakat Blok Citamba dan Pahing mengalami krisis memperoleh air bersih akibat rusaknya mesin pompa air yang mampu mengalirkan air ke rumah masyarakat, sehingga mereka harus mengantri untuk mendapatkan air bersih yang dibagikan oleh pihak PDAM.

“Warga Blok Citamba dan Pahing kebetulan berada di dataran yang lebih tinggi, atau posisinya lebih tinggi dari sumber air, sehingga untuk mendapatkan air dari pipa yang disalurkan ke rumah mereka itu diperlukan pompa, sementara sejak tiga hari lalu alat penyedot yang sudah hampir 4 tahun dipakai itu mengalami kerusakan,” ujar Yadi.

Jadi, kata dia, ini merupakan kejadian yang bisa dianggap wajar, dan tidak perlu didramatisir dengan mengatakan Cigugur gundang air, tapi masyarakatnya kekurangan air, karena jangankan mesin, manusia juga ada sakitnya, apalagi keadaannya dimana bisa dianggap melawan gravitasi, atau air harus mengalir pada posisi lebih tinggi, sehingga diperlukan mesin pemompa yang mampu menyalurkan air ke arah atas.

“Di Kelurahan Cigugur ini terdapat dua titik mata air yang di alirkan ke penduduk, satu titik berada di bawah permukaan pemukiman warga, satunya lagi dengan posisi lebih atas. Kalau yang posisinya lebih atas, karena daya gravitasi jadi air lebih mudah mengalir ke bawah, hanya melalui pipa, tanpa mesinpun langsung bisa mengalir, sementara untuk yang posisinya berada di bawah harus dibantu dengan mesin pompa agar air bisa mengalir ke lokasi yang dituju, dan saat ini mesinnya mengalami kerusakan, jadi sementara air terhambat,” katanya.

Menyikapi terhambatnya suplay air yang diakibatkan oleh rusaknya mesin pompa instalasi PDAM tersebut, menurut Yadi telah dia laporkan langsung ke pihak PDAM, dan langsung mendapat respon, diantaranya dengan melakukan perbaikan, serta sebagai antisipasi awal dengan cara pembagian air pada penduduk melalui pengiriman dengan mempergunakan mobil tangki.

Hal itu dibenarkan Kepala Unit PDAM Tirta Kamuning Kecamatan Cigugur Santos Johar, jika pihaknya telah melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi pada pompa di sumber air Cigirang, sehingga tidak bisa memenuhi reservoir Citamba yang mengalirkan air ke warga yang bertempat tinggal di sekitar Blok Citamba dan Pahing.

“Sejak mendapatkan laporan tersumbatnya aliran air menuju dua tempat tersebut, kami langsung melakukan antisipasi dengan cara, pertama supaya warga tetap mendapatkan air bersih kami mengirimnya dengan mobil tangki, sambil berupaya memperbaiki pompa air yang rusak dan mati,” tutur Johar.

Namun karena untuk mendapatkan mesin cukup memerlukan waktu dan biaya yang tidak kecil, yakni harus mengambil dari Bandung, sehingga proses pergantian pompa lumayan memakan waktu, “Kami tidak mau mesin pompa baru pengganti yang mati kualitasnya kurang baik, sehingga kami mengambil yang harganya lumayan tinggi, dengan jaminan merek dan kualitas diatas rata rata. Dan itu tidak bisa didapatkan disini, kami harus membelinya di Bandung, jadi memang agak memakan waktu,” terangnya.

Hari ini, lanjut Johar, mesin itu telah tiba, serta sudah langsung dilakukan pemasangan, sehingga dia berharap permasalahan tersumbatnya air pada warga dua blok di Kelurahan Cigugur tersebut dapat segera teratasi, dan masyarakat tidak berlarut-larut kesulitan mendapatkan suplay air bersih, “Kami berharap teknisi kami bisa menyelesaikan perbaikan hari ini juga, supaya masyarakat bisa kembali mendapatkan kiriman air bersih ke rumah mereka masing masing,” pungkasnya. (Yud's)

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories