Mau Hati Tenang? Yuk Jauhi Penyakit Hati

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-02-22 13:40:52+07

Mau Hati Tenanuk SS.jpg

Ilustrasi.

 

Kuningan – Dalam hidup ini, agar selamat dan sukses menjalani kehidupan, manusia membutuhkan keseimbangan antara kesehatan kekuatan lahir (jasmani) dan bathin (rohani).  Agar sehat secara lahiriah, tentu manusia memerlukan makan minum dan olahraga serta istirahat yang cukup dan segala hal penunjang kebaikan fisik manusia. Tentu agar sehat secara rohaniah, manusia juga membutuhkan asupan asupan suplemen kesehatan rohani.Salah satu suplemen rohani adalah pengetahuan ilmu agama (bagi umat muslim adalah mengacu pada ayat alquran dan hadist rosululloh Muhammad SAW) dan senantiasa berusaha mengingat Allah agar hati tenang. Hati manusia sering bergejolak dalam setiap waktu, bahkan tak jarang pada akhirnya terkena penyakit hati yang dapat saja sangat akut, semakin akut penyakit hati semakin jauh manusia dari ketenangan hati dan semakin menjauhlah ia dari fitrahnya, sebagai hamba Allah yang harus senantiasa beribadah dan bersyukur pada Allah. Dalam kesempatan ini, penulis akan merangkum beberapa informasi dari berbagai referensi (alquran dan alhadist) mengenai penyakit hati dan cara menjauhinya.

 

Pengertian Penyakit Hati

Dalam bahasa Arab, Hati adalah Qalbu. Baik buruknya hati mempengaruhi baik buruknya sifat seorang manusia. Penyakit hati dalam islam diartikan sebagai gangguan setan yang ada pada hati manusia dan perasaan manusia sehinga manusia menjauh dari fitrahnya untuk senantiasa bersujud dan mengingat Rabb-nya. Orang yang memiliki penyakit hati, adalah indikasi adanya pengaruh setan yang bersemayam di hatinya serta aliran darahnya dan bisikan setan telah dominan mempengaruhi Qalbunya untuk berbuat segala keburukan.

 

Hati adalah yang paling berpengaruh terhadap tindakan baik buruknya manusia: “Ketahuilah bahwa pada jasad terdapat segumpal daging, jika ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya, jika ia buruk, maka buruklah seluruh jasadnya, ketahuilah itu adalah hati” (HR Bukhari). Yang dimaksud sebagai penyakit hati (dalam islam) bukanlah penyakit hati “organ liver” secara fisik, melainkan penyakit “Qalbu” sehingga seorang muslim sukar mendapatkan “qalbun salim”. Keadaan penyakit hati yang akut, akan membawa seorang muslim terjerumus pada kekafiran dan bisa saja terbawa hingga mati dalam kondisi kafir. Naudzuillahi mindzalik.

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah: 125) 

 

Jenis Penyakit Hati

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit hati yang penulis rangkum dari berbagai sumber:

  1. Takabur (sombong): Janganlah kalian berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan. Karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS al-Isra’: 37)
  2. Hasad (Iri Dengki): Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allâh kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allâh sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu. (an-Nisâ:32)
  3. Riya (pamer): Janganlah kalian menghilangkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak berimana kepada Allah dan hari kemudian. (QS. Al-Baqarah: 264)
  4. Sum’ah: Siapa yang berlaku sum’ah maka akan diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah dan siapa yang berlaku riya maka akan dibalas dengan riya. (HR. Bukhari)
  5. Ujub (narsis): Tiga perkara yang membinasakan: rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri. (HR. At-Thabrani)
  6. Taqtir (pelit): Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Ali ‘Imran: 180)
  7. Hobi Menghayal: Orang berakal adalah yang tidak panjang angan-angannya. Karena, siapa saja yang kuat angan-angannya, maka amalnya lemah. Siapa saja yang dijemput ajalnya, maka angan-angannya pun tidak ada gunanya. Orang berakal tidak akan meninggal tanpa bekal; berdebat tanpa hujah dan berbenturan tanpa kekuatan. Dengan akal, jiwa akan hidup; hati akan terang; urusan akan berjalan dan dunia akan berjalan. (Ibn Hayyan al-Basti)

Obat Penyakit Hati “Tombo Ati”

  1. Memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nisa: 110)

  1. Perbanyak membaca Alquran

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al-Isra: 82)

  1. Lakukan puasa sunnah

Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (HR Bukhari).

  1. Perbanyak shalat malam

Kerjakanlah shalat malam, karena shalat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada TUHAN kalian, juga sebagai penebus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindarkan penyakit dari badan (HR.Imam Tarmidji & Ahmad).

  1. Berkumpul dengan orang Sholeh

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (Al-Kahfi: 28).

 

Referensi

Alquran

Hadist Shahih Bukhari Muslim

Riyadhus Shalihin. Pustaka Al-Kautsar, Jakarta 2015

https://moeslema.com/4340

https://dalamislam.com/akhlaq/penyakit-hati-menurut-islam

 

 

Penulis: Riki Irfan MSi (Dosen Praktisi dan Founder Waroeng Ilmu Kuningan)

3 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, ARTIKEL

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com













Berita Terkini

Categories