Menjadi Cerdas Itu Mudah

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-06-21 20:28:18+07

Menjadi cerdas itu mudah.jpg

Ilustrasi.

 

Kuningan – Kita sebagai manusia pasti selalu ingin hidup sukses bahagia sejahtera. Umumnya kita menganggap cara untuk mencapai sukses adalah dengan belajar menimba ilmu setinggi mungkin, menjadi orang pandai, bekerja dengan tekun berkarir atau menjadi pebisnis yang sukses. Memang hal itu tidak seratus persen salah, jika dibarengi dengan senantiasa berdoa kepada Allah. Didalam kehidupan sehari hari, kita juga sering mendengar istilah pandai atau cerdas yang biasanya dikaitkan pada anak anak, remaja atau orang dewasa yang sedang menuntut ilmu baik secara formal maupun informal. Kita sejak kecil bercita cita menjadi orang pandai atau jika telah menjadi orang tua maka berharap anak anak kita juga menjadi orang yang pandai dan cerdas.

 

Lalu apakah istilah orang pandai itu itu sama dengan orang yang cerdas?. Menurut para ahli Bahasa kedua istilah itu tidak sama. Kepandaian seseorang kebanyakan dikaitkan dengan prestasi akademik, karena kebanyakan mereka selalu bergelut pada ilmu dan memiliki pengetahuan yang sangat luas.  Pada kesempatan ini penulis akan membahas mengenai definisi serta tips tips untuk menjadi orang pintar dan cerdas, tentu saja semuanya adalah hasil rangkuman dari beberapa referensi yang penulis baca.

 

Dalam kamus Bahasa Indonesia pandai (dalam kamus Bahasa Indonesia) adalah: cepat menangkap pelajaran dan mengerti sesuatu; mahir; cakap; terampil; dapat; sanggup; berilmu.  Sedangkan cerdas itu diartikan orang yang sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya); memiliki pikiran yang tajam. Orang cerdas adalah orang yang cerdik dan cermat dalam melihat sesuatu. Di dalam kecerdasan itu ada kepintaran atau kepandaian.

Bagaimana sih untuk menjadi orang yang pandai dan cerdas, apakah pandai itu dari keturunan, atau hanya bisa dengan rajin belajar saja. Berikut adalah tips menjadi orang yang pandai dan cerdas:

  1. banyaklah membaca buku bacaan atau berita atau apapun yang berkaitan dengan semua hal. Belajarlah membaca dengan cepat memilih mana yang paling penting diserap, latih otak untuk merangkum apa pengetahuan yang penting.
  2. gunakan dengan bijak HP dan gadget tersebut untuk membaca informasi yang berkaitan dengan pengetahuan umum atau khusus. Manfaatkan waktu dengan membaca hal baik di gadget kita, bukan sebaliknya ya.
  3. belajarlah menulis, merangkum apa yang kita baca dan pelajari, bisa menulis dalam buku kecil atau catatan kecil atau share dengan menulis ulang apa yang kita baca melalui status medsos kita. buatlah visi masa depan yang konkret, terukur dan jelas mengenai target dalam kehidupan.
  4. biasakan untuk menshare apa yang kita baca atau pelajari ya, karena dengan demikian itu juga melatih otak kita, ucapan dan perbuatan kita untuk menjadi lebih pandai sebelum kita men-share informasi pengetahuan tersebut. Biasakan menyimak apa yang disampaikan orang lain, jika mereka ada masalah biasakan untuk melatih otak kita seolah kita adalah dia dan memberikan ide solusi, hal itu akan melatih kepekaan dan kecerdasan sosial kita.
  5. bergaullah dengan orang pintar, dan orang yang senang mencari ilmu pengetahuan dan senang berbagai pengetahuaanya. Bergurulah pada orang bijak dan orang orang pandai yang sholeh.
  6. jangan takut menghadapi hal baru, dan buatlah dirimu excited dan buka pikiran untuk menerima segala hal baru. Belajarlah mengamati segala hal dan ambil pelajaran.
  7. bermainlah permainan yang mengasah otak, menghafal ayat suci, menghafal nomor nomor, nama nama orang dan belajar permainan strategi dan tantangan lainnya agar otak dan otot terlatih, latihan otak yang dibarengi oleh kegiatan latihan fisik (seluruh indra) akan memperlama daya ingat otak dan otot.
  8. bersikaplah curious atau ingin tahu, motivasi ingin belajar, ingin ekslplore tempat baru, budaya baru, berteman dengan teman baru dan bukan cuek atau ga mau tahu dan menutup diri terhadap sekitar.
  9. Biasakan buatlah catatan harian, target membaca buku, aktivitas yang berkaitan dengan penambahan pengetahuan (rencana kegiatan pengajian, rencana kegiatan forum diskusi dan lainnya). catatlah pengalaman perjalanan, temuan, istilah baru, pengeluaran harian dan lainnya.
  10. mulai latih kecerdasan spiritual kita dengan selalu mengingat Allah, berdoa, berpikir positif dan bertaubat atas kesalahan. Latih kepekaan terhadap bencana alam dan kondisi sosial masyarakat, dan perbanyak mengingat kematian agar selalu menggunakan waktu kita untuk hal baik dan manfaat.

 

Kepandaian itu ada kaitannya dengan proses belajar dan lamanya waktu belajar atau berlatih. Agar pandai butuh proses dan tahapan untuk mempelajari suatu hal terlebih dahulu dengan jangka waktu tertentu, sampai akhirnya ia mengetahui sepenuhnya akan hal yang dipelajarinya tersebut. Jika tidak disertai kecerdasan terkadang orang pandai biasanya hanya bisa menjawab hal-hal yang dipelajarinya, dan terpaku pada hafalan. Sedangkan orang cerdas bisa mengkolerasikan banyak hal dan tidak kaku, itu karena orang cerdas sangat fleksibel.

 

Orang cerdas lebih mengandalkan pikiran kritis dan pengalaman dari banyak kepandaian yang dipelajari. Selain itu secara emosional, orang cerdas cenderung lebih stabil emosinya dibanding orang yang pandai hanya disatu bidang.  Kecerdasan secara umum dibagi menjadi 3 jenis: 1). Kecerdasan emosional yang diartikan sebagai kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk hidup lain, dan alam sekitar; 2). Kecerdasan intelektual yang diartikan sebagai kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain; 3). Kecerdasan spiritual yaitu kecerdasan yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antarsesama manusia, makhluk lain, dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.

 

Menurut Pandangan Islam cerdas memiliki arti yang berbeda dan cakupannya luas lho, tak hanya masalah dunia tetapi juga menyangkut akhirat. Dikisahkan dari Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ "(HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy: 419).

 

Jadi menurut Hadis tersebut orang mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan sehingga semua perilakunya adalah dipikirkan untuk mengumpulkan bekal kehidupan abadi setelah matinya. Seorang muslim yang cerdas senantiasa memikirkan dan mempersiapkan kematian. Karena ia tahun bahwa kematian itu adalah datangnya adalah rahasia ilahi maka Dia senantiasa menjaga dirinya setiap saat agar meninggal dalam keadaan husnul khotimah dalam keimanan memegang teguh ajaran Allah sebagai seorang muslim. Sebagaimana dalam ayat alquran: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS an-Nisa [4]:78).

 

Orang mukmin yang cerdas, selalu bersungguh-sungguh melakukan kebaikan dan menjaga ketakwaan. Ketika adanya kematian manusia lain atau diingatkan mengenai kematian, mereka terdiam seakan-akan mereka sedang menghadapinya, mereka menghisab diri sendiri mengenai amal ibadahnya dan mereka bertaubat atas semua kesalahaannya dan masih merasa kurang persiapan untuk menghadapi kematian. Dalam ayat alquran disebutkan: “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Az Zumar : 42).

 

Mari senantiasa mengingat kematian, terus belajar dan membagi ilmu,  karena kematian adalah suatu hal yang pasti terjadi pada kita semua dan selain itu banyak mengingat mati adalah ciri orang beriman yang cerdas. Menjadi orang yang cerdas (cerdas intelektual, emosional, dan spiritual) tentulah jauh lebih baik dibandingkan hanya orang yang sangat pandai atau ahli disatu hal namun tidak memiliki ahlak yang baik. Demikian artikel ini penulis rangkum dari berbagai sumber dan semoga bermanfaat bagi kita. Wallahualambishawab.

 

 

Referensi:

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2018. Gramedia.

Suraji. Dahsyatnya keluarga pembelajar : the learnig family : tips supaya anak anda menjadi cerdas, kreatif & berakhlak mulia. 2015. Trussmedia Grafika.

 

Website:

http://www.psikoma.com/rahasia-otak-jenius-dan-cara-menjadi-pintar/

https://dalamislam.com/info-islami/cara-menjadi-pintar-dalam-islam

 

 

Penulis : Riki Irfan, M.Si, (Owner Waroeng Ilmu & Pegiat literasi Kuningan).

28 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, ARTIKEL

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories