2,566
Sunday, 09 December 2018 04:00 (1 tahun yang lalu)    Tulis Komentar

Menjadi Kaya dan Bersyukur

Menjadi Kaya dan Bersyukur

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Kita semua sebagai manusia dalam hidup kita tentu selalu ingin hidup senang dan berbahagia. Fakta menunjukkan dan membuktikan bahwa sebagian manusia menganggap bahwa kekayaan merupakan salah satu faktor dari kebahagiaan. Bahkan, tidak sedikit diantara kita yang meyakini bahwa hanya dengan menjadi orang kaya dalam harta maka akan menjamin memperoleh kebahagiaan dalam hidup. Sungguh suatu fakta yang sangat umum dan terjadi bahkan sejak masa lampau, namun tentu bagi yang sudah pernah belajar ilmu agama, khusus nya bagi saudaraku kaum muslmin maka sebenarnya definisi kaya harta sebagai syarat kebahagiaan hidup tentu sama sekali tidak tepat jika mengacu pada ajaran agama Islam.

Sebagai sebagai seorang yang fakir ilmu, dan pembelajar ilmu, termasuk ilmu dasar islam, maka penulis merasa perlu membagi beberapa penjelasan dasar mengenai kekayaan, kebahagian sebagai pengingat bagi penulis sendiri dan bagi semua pembaca yang tentu ingin menjadi kaya dan sekaligus meraih kebahagiaan hidup mengacu pada ajaran Islam. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Empat perkara, barang siapa diberi keempatnya berarti ia telah mendapatkan kebaikan dunia akhirat yaitu: hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berzikir, diri yang selalu bersabar menghadapi bala' dan istri yang tidak berkhianat pada dirinya dan pada harta suaminya.” (‘Ash-Shabru wats Tsawabu'alaihi, Ibnu Abi Dunya hal. 36).

Berbahagia dalam hidup itu seperti pernah penulis sampaikan pada artikel sebelumnya, adalah sangat erat kaitannya dengan kesyukuran. Sebagaimana telah mengacu pada keterangan hadist riwayat al-Baihaqi: Iman terbagi menjadi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. Kunci kebahagiaan hidup adalah sabar dan syukur. Orang yang memiliki sifat qanâ’ah (merasa cukup dengan apapun yang diberikan Allah) dan disertai ketentraman hati, maka mereka itu akan merasakan kebahagian lebih dibandingkan dengan orang yang hanya terkaya hartanya tapi tidak bersyukur. KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyampaikan bahwa bersyukur dapat membangkitkan perasaan bahagia. Bahagia itu datang bukan dari keegoisan, bahagia itu dengan dermawan yang ikhlas. Kebahagiaan itu akan datang karena dekatnya manusia dengan Allah SWT. Bersedekah dan berinfaq di jalan Allah adalah salah satu tips untuk mendapat kekayaan selain berdoa dengan sungguh sungguh pada Dzat yang Maha Kaya. Dibawah ini akan dibahas mengenai kekayaan dan syukur.

Tips Menjadi Kaya

Berikut ini adalah beberapa penjelasan dasar mengenai definisi kaya dan cara mendapatkan kekayaan berlimpah berdasarkan ajaran islam, antara lain:

  1. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pinjamannya dengan balasan yang banyak (al-Baqarah:245).
  2. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (Al-Baqarah: 261).
  3. Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati. (HR Al-Bukhori dan Muslim).
  4. Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. (QS.At-Taubah: 55.)
  5. Allah SWT berfirman: Wahai ibnu Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberi nafkah kepadamu. (HR: Muslim).
  6. bersedekahlah, bersedekahlah, bersedekahlah.! (HR Muslim).
  7. Tiada pagi hari bagi hamba melainkan turun pada saat itu dua malaikat, salah satu dari mereka mengatakan: Ya Allah, berilakanlah kepada orang yang menginfakan (hartanya) penggantinya, yang kedua mengatakan: Ya Allah berikanlah kepada orang yang enggan berinfak kerusakan (pada hartanya). (HR: Bukhari).
  8. Orang yang qanaah adalah orang yang kaya, sedangkan yang rakus/tama’ adalah sebenarnya orang fakir (Imam ali ra).

 

Mari Bersyukur

Secara Bahasa, syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut. Dalam bahasa Indonesia, bersyukur diartikan berterima kasih. Secara istilah syukur dalam agama islam, syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya baik melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat; melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah; melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244). 

Sikap syukur dibagi menjadi tiga oleh ulama tasawuf, yaitu: 1) syukur dengan Hati. Syukur hati yaitu menggambarkan dan selalu merasakan Kurnia Allah Swt, kemahamurahan dan anugrah Allah. Serta merealisasikan perasaan tersebut menjadi perasaan cinta kepada Allah; 2) Syukur dengan Lisan. Syukur dengan lisan adalah ungkapan hati yang menjalar melalui mulut menyampaikan pujian dan menyebut nama Allah SWT dalam bentuk wirid (tasbih, tahmid, tahlil) dan dzikir secara lisan. Termasuk dalam katagori syukur pada lisan ini ialah seorang yang sentiasa memuji-muji nikmat Allah di hadapan manusia lainya, mengajak manusia untuk sama-sama bersyukur dan menzhohirkan kesyukuran itu melalui ibadah. 3) Syukur dengan Seluruh Anggota Tubuh. Bersyukur pada seluruh anggota adalah kita telah menyadari bahwa seluruh anggota badan, jiwa dan raga milik Allah SWT dan menggunakan dan memakainya untuk hal-hal kebaikan juga.

Berikut ini adalah beberapa acuan agar kita senantiasa syukur, antara lain:

  • Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’ (QS. Ibrahim: 7).
  • Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur (Qs. Ali Imran:145)
  • Dan pemberian/karunia Tuhan-Mu tidaklah terbatas (Qs. Al-Isra: 20)
  • Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang (QS Thaa-Haa: 130).
  • (Yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Nuh adalah hamba yang banyak bersyukur (QS. Al-Isra: 3).
  • Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’ (HR. Bukhari no. 1130, Muslim no. 2820).
  • Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar (QS. Al Baqarah: 152).
  • Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah (QS. Al Baqarah: 172).
  • Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian (QS. Az-Zumar: 7).
  • Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim (QS. An-Nisa: 147).
  • Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran (QS. Al Imran: 145).

 

Hidup itu terasa menderita, bukan karena kurang karunia Allah, tapi karena manusia kurang syukur. Sedangkan karunia Allah itu ada disetiap saat (Aa Gym). Terlalu tinggi harapan dan angan angan yang tidak tercapai terkadang membuat hidup seseorang merasa tidak bahagia karena rasa kecewa di dalam hati orang tersebut. Itulah pada dasarnya bukti nyata bahwa ukuran bahagia pada akhirnya adalah ada pada hati bukan pada kondisi fisik manusia. Sebagian manusia belum menyadari dan memahami bahwa Allah itu Maha adil dan akan memberikan yang sebenarnya manusia butuhkan, caka setiap keadaan yang berbeda dengan angan-angan dan harapan kita akan menimbulkan rasa kurang bahagia. Islam mengajarkan kesabaran dalam mengatasi hal tersebut dan juga tetap bersifat qonaah (bersifat menerima apapun yang diberikan Allah) agar kembali bisa berbahagia.

Sifat sabar dan syukur adalah sikap dasar kehidupan seorang muslim yang membuatnya selalu bahagia, ceria, dan optimistis. Ketika kesenangan datang menghampiri,rasa syukur akan menjadikan kita selalu ingat pada Allah. Disisi lain, ketika kesulitan datang menerpa, kesabaran akan menahannya sehingga manusia tidak akan terjatuh ke dalam jurang keputus-asaan (dosa). “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim no.7692).

Maka syukur nikmat berarti bahwa kita sentiasa ingat, sadar, memahami, mengerti, mengucapkan, melaksanakan dan senantiasa memandang kepada Yang Memberi Nikmat yaitu Allah SWT. Setiap muslim wajib menyadari kelemahan di hadapan Allah, memanjatkan syukur dengan rendah diri atas setiap nikmat. Orang beriman memahami bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu, sehingga mereka akan terus  bersyukur atas nikmat keislaman, keimanan, kesehatan, keindahan, ilmu, hikmah, kepahaman, wawasan, dan kekuatan menjalani banyak hal bukan hanya urusan kekayaan (harta benda) saja yang harus disyukuri. Bagi muslim yang bersyukur, Allah akan memberikan kebaikan di akhirat dan juga sekaligus akan melimpahkan rizki (kekayaan harta, kesehatan, kedamaian, kebahagiaan) di dunia (Tafsir Ath Thabari, 7/263). Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur, diberikan kekayaan harta untuk berinfaq di jalan Allah, diberikan kekayaan ilmu untuk beramal shaleh dan selalu diberikan hati yang penuh kebahagiaan kedamaian. Aamiin. Waalahu a’lam bishawaab.

Referensi:

  1. Al-Quran
  2. Hadist Bukhari Muslim
  3. https://bisritujang.wordpress.com/2012/02/27/3-perniagaan-yang-tidak-pernah-merugi/
  4. https://www.bacaanmadani.com/2016/07/makna-syukur-dalam-pandangan-agama-islam.html
  5. https://almanhaj.or.id/4102-anjuran-mensyukuri-nikmat.html

 

Penulis : Riki Irfan, ST., MSi., Dosen Praktisi dan Pemerhati Pendidikan.

cara menjadi kaya cara bersyukur menjadi kaya dengan bersyukur cara kaya Riki Irfan sadar kaya bagaimana cara menjadi kaya agar memperoleh kekayaan kaya dengan mudah kaya itu mudah

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait