563
Saturday, 01 August 2020 15:02 (5 hari yang lalu)    Tulis Komentar

Moncong Putih Akan Terus Mengawal Polemik Batu Satangtung

Moncong Putih Akan Terus Mengawal Polemik Batu Satangtung

Bingkaiwarta, CIGUGUR - Demi percepatan, partai berlambang Moncong Putih akan terus mengawal polemik Batu Satangtung. Dalam hal ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, tidak main-main dengan intruksinya agar Bupati Kuningan H Acep Purnama segera menuntaskan Polemik Batu Satangtung di Blok Curug Goong, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, sekaligus menuntaskan berbagai tuntutan hak komunal masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR), Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur. 

“Terkait kerja tim dari kedua belah pihak, saya tegaskan DPD PDI Perjuangan Jabar yang memiliki wakil ketua, ketua komisi I bersama total 20 Anggota DPRD Provinsi Jabar, termasuk kami juga sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jabar, Pak HM Ridwan Kamil, semua akan mendampingi, mengawal terus agar proses ini cepat selesai,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono kepada bingkaiwarta.com, usai pertemuannya dengan Bupati Kuningan dan keluarga Paseban, kemarin.

Ono menegaskan, pihaknya hanya memediasi persoalan yang ada. Kunjungan ke Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur ini, juga dalam tindaklanjut hasil pemanggilan Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kuningan ke DPD PDI Perjuangan Jabar. Dimana pihak Paseban tidak hadir.

"Prinsipnya, DPD Jabar mengarahkan pemerintah daerah. Yang mana bupatinya adalah kader PDI Perjuangan, agar melaksanakan amanat konstitusi atas pengakuan masyarakat. Seperti telah disampaikan masyarakat AKUR," ujarnya.

Ia berharap sekarang dan kejadian kemarin, bisa menjadi awal dari Pemkab Kuningan melakukan proses itu. Proses sesuai konstitusi dan perundang-undangan. Sebab menurut Ono, masyarakat AKUR juga satu kesatuan dalam bingkai NKRI. “PDI Perjuangan harus memastikan, bagaimana Pancasila benar-benar bisa di laksanakan di semua wilayah, di Indonesia,” tegas Ono

Ono juga berharap, keberagaman yang sudah terlaksana selama ini di Kabupaten Kuningan, betul-betul bisa dilestarikan. Termasuk terkait pengakuan ke masyarakat AKUR, dan hak-hak komunalnya yang juga sudah diatur oleh peraturan menteri.

Pada akhirnya, akan terwujud sesuai sesuai keinginan Kabupaten Kuningan menjadi potret keberagaman Indonesia. Dimana setiap aliran kepercayaan, agama bisa hidup rukun damai.

"Bupati Kuningan sendiri sebagai kader PDIP telah melalui proses matang sebagai kader. Pernah sekolah kepala daerah dan lain-lain. Sehingga 4 pilar kebangsaan, UUD 1945, NKRI, dan kebihinekaan harus menjadi pijakan bagi setiap bupati," pungkasnya. (Abel Kiranti)

Moncong Putih Batu Satangtung polemik DPD PDI Perjuangan intruksi

Komentar

Berita Terkait