5,238
Thursday, 09 July 2020 21:24 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

MUI Desa Cisantana Mendapat Dukungan dari Gabungan Berbagai Ormas di Kabupaten Kuningan

MUI Desa Cisantana Mendapat Dukungan dari Gabungan Berbagai Ormas di Kabupaten Kuningan

Bingkaiwarta, CIGUGUR - Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan, Forum Masyarakat Peduli Kuningan yang terdiri dari beberapa ormas se-Kabupaten Kuningan  menyatakan sikap untuk siap mengawal penegakan hukum atas pembangunan makam yang terletak di Curug Goong Desa Cisantana.

Adapun ormas yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Kuningan tersebut, diantaranya FPI, LPI, Bima Suci, Pekat IB Kuningan, PPHI Kabupaten Kuningan, Gardah, Markaz Harokah Aswaja, Apik, Gerakan kita, RIM, PASTI,
dan Harokatul Muslimin.

Seperti diketahui sebelumnya, pembangunan makam untuk tokoh adat Sunda Wiwitan (Pangeran Jati Kusumah beserta istri) yang belum meninggal ini, telah mendapat teguran kedua (SP 2) dari Satpol PP Kabupaten Kuningan karena telah melanggar Perda No. 13 tahun 2019 tentang Izin Mendirikan Bangunan. Dimana disebutkan dalam pasal 5 huruf G, bangunan bukan gedung seperti konstruksi monument berupa tugu, patung tetap harus berijin.

Baca Juga:

Menyikapi hal tersebut, Ketua FPI Kabupaten Kuningan Ustadz Endin Kholidin menegaskan jika Forum Masyarakat Peduli Kuningan telah sepakat untuk tetap mengawal penegakan hukum sesuai dengan perundang-undangan.

"Kami dari Forum Masyarakat Peduli Kuningan mengapresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan yang telah mengambil langkah cepat dalam mengatasi masalah yang dapat merusak kondusifitas diwilayah Kabupaten Kuningan," ungkap Endin kepada bingkaiwarta.com usai melakukan pertemuan dengan MUI Desa Cisantana di RM. Pinus Desa Palutungan Kecamatan Cigugur, Kamis (9/7/2020) sore.

Dikatakan Endin, Forum Masyarakat Peduli Kuningan juga memberikan dukungan sepenuhnya kepada masyarakat Desa Cisantana Kecamatan Cigugur yang menolak pembangunan pemakaman yang tidak wajar ditempat tersebut yang akhirnya akan menjadi sarana yang dapat menimbulkan keresahan dan merusak kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kami dari Forum Masyarakat Peduli Kuningan menyarankan kepada pihak keluarga Paseban untuk sadar diri dengan  membongkar kembali pemakaman tersebut, dan tidak memaksakan diri untuk tetap membangun pemakaman keluarga ditempat tersebut," tegasnya.

Selanjutnya, Forum Masyarakat Peduli Kuningan juga mendukung penegakkan hukum yang akan dilakukan oleh Pemda Kabupaten Kuningan terkait proses  pembangunan pemakaman yang tidak sesuai dengan ketentuan aturan dan nilai-nilai sosial yang berlaku.

"Kami dari Forum Masyarakat Peduli Kuningan telah menyiapkan 5000 orang yang siap mengawal jalannya eksekusi," tandasnya. (Abel Kiranti)

curug goong cisantana tugu pembangunan goong cigugur Masyarakat Peduli Kuningan

Komentar

Berita Terkait