Nasib Malang Iding Akhirnya Tersentuh Program Tour de Rutilahu

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-10-15 17:10:28+07

Nasib Malang Iding Akhirnya sffs.jpg

Kondisi rumah Iding, di Desa Panyosogan, Kecamatan Luragung.

 

Kuningan – Sungguh malang nasib yang dialami Iding, warga Desa Panyosogan, Kecamatan Luragung, yang harus tinggal seorang diri di rumah yang sangat tidak layak huni dengan kondisi sebagian atap rumahnya ambruk.

Atap yang tersisapun harus ditopang dengan batang kayu untuk penahan sementara agar tidak roboh. Kondisi kayu atap yang hampir seluruhnya keropos beresiko roboh dan mengancam keselamatan jiwa penghuni rumah.

Dinding rumah tak jauh beda. Hampir sebagian dinding sudah roboh. Tembok sekeliling yang masih berdiri tampak hampir seluruhnya mengelupas. Kondisinya rapuh dan terlihat seperti menunggu waktu untuk roboh.

Selain itu, tidak ada aliran listrik. Setiap malam Iding harus menggunakan lilin untuk penerangan. Iding yang duga menderita gangguan jiwa (Waham) sering mengumpulkan rongsok di dalam rumahnya. Banyak jenis kain dan kertas serta bahan lain yang bisa menimbulkan resiko kebakaran.

Semenjak ditinggal orang tuanya sekitar sebelas tahun lalu Iding mengalami gangguan jiwa. Istri dan 2 orang anaknya terpaksa meninggalkan Iding sendiri tinggal di rumah yang hampir roboh itu.

Karena tidak memiliki administrasi kependudukan, Iding tidak dapat tersentuh bantuan pemerintah. Pihak Pemerintah Desa berupaya mencari bantuan karena khawatir rumah Iding roboh dan beresiko menyebabkan korban jiwa.

Menyikapi hal itu, pihak Aparat Desa Panyosogan berkordinasi dengan tim Tour de Rutilahu (TdR) untuk mencari solusi guna menangani masalah salah satu warganya tersebut. Tak berlangsung lama, pertemuan yang tanpa disengaja itu langsung berbuah aksi.

Kepala Desa Panyosogan Wawan Kurniawan, menuturkan, bahwa langkah ini terpaksa dilakukan karena darurat. Kondisi rumah yang benar-benar mengkhawatirkan dan harus segera dilakukan perbaikan guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Saya menjabat sebagai Kepala Desa Panyosogan baru 2 tahun. Masalah Pak Iding sudah sejak belasan tahun lalu dan belum ada solusi. Alhamdulillah kami bertemu dengan komunitas ini. Kalau administrasi lengkap dan tidak ada kendala di birokrasi saya juga tidak akan berani mencari bantuan diluar pemerintahan,” ungkap Wawan kepada bingkaiwarta.com, Selasa (15/10/2019).

Sementara itu, Dewan Penasehat Komunitas Maharddikeka Toto Suripto, yang juga sebagai penyelenggara Tour de Rutilahu, menuturkan, masalah kemiskinan adalah tanggungjawab bersama, bukan hanya pemerintah. Maka itu event TdR digagas sebagai upaya membantu warga miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni secara swadaya masyarakat.

“Pemerintah memiliki keterbatasan, untuk itu kita berupaya turut membantu semampunya masalah-masalah yang tidak mampu ditangani oleh pemerintah secara gotong-royong,” ungkap Toto.

Toto menambahkan, setelah sebelumnya berkordinasi dengan pihak aparat desa, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat serta Babinsa, saat ini tim TdR sedang dalam upaya penggalangan dana. Sudah beberapa bantuan berbentuk bahan bangunan dan uang diterima tim TdR kemudian akan segera digarap dalam waktu dekat.

Sebagai bentuk transparansi, kata Toto, setiap donasi yang masuk akan ditampilkan di website resmi TdR yang dapat diakses melalui alamat wwww.tourderutilahu.com. Selain untuk masalah donasi, pada website tersebut donatur juga dapat mengikuti progres event tersebut.

“Karena ini seratus persen swadaya masyarakat tanpa bantuan dari pemerintah maka kami menggalang dana sebagai bentuk gotong-royong. Semua donasi yang masuk dan digunakan akan kami tampilkan di website resmi TdR,” pungkas Toto kepada bingkaiwarta.com. (Abel Kiranti)

1 month ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories