Ngabuburit Ramadan, Mifa Bedah Buku Fazlur Rahman

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-06-05 15:22:15+07

Ngabuburit Ramadan, Mifa Bedah Buku Fazlur Rahman.jpg

Majelis Diskusi Filsafat dan Agama (Mifa) Kuningan.

 

Kuningan - Ragam aktivitas dilakukan remaja dan mahasiswa menjelang buka puasa. Ada yang jalan-jalan mengitari seputaran kota, berbelanja, belajar kelompok, dan berdiam diri di rumah membantu orang tua. Ada juga yang berkumpul berdiskusi tentang beragam hal.

Seperti dilakukan oleh Majelis Diskusi Filsafat dan Agama (Mifa) Kuningan, dalam rangka mengisi waktu luang menjelang magrib dan buka puasa, majelis ini membuka diskusi khusus tentang Islam. Menurut Ceng Pandi, salah seorang perintis Mifa mengungkapkan, diskusi itu dilakukan untuk kembali belajar keislaman.

“Tema diskusi kali ini kami ambil dari salah satu judul buku Fazlur Rahman. Selama satu bulan kedepan, kami sepakat untuk fokus membedah buku “Islam; Sejarah Pemikiran dan Peradaban” Rahman,” kata Pandi, Senin (5/6/2017).

Menurutnya, bukan tanpa alasan memilih tokoh Islam asal Pakistan yang hadir abad 20-an tersebut. Selain karena tersedia referensi sebagai bahan bacaannya, Fazlur Rahman dinilai sebagai sosok pemikir atau filsuf Islam yang sudah memberikan kontribusi pemikirannya secara luas.

“Sebagai pembuka atau pengantar diskusi ngabuburit kali ini hadir Kang Eman dari Sengkahan. Beliau salah satu akademisi Kuningan yang konsen di dunia filsafat dan pemikiran Islam. Alhamdulillah, pertemuan awal sangat berkesan dan mampu membuka alam pikiran Islam kepada kami dan teman-teman yang hadir,” tuturnya.

Pandi menyebutkan, acara itu dilaksankan setiap Sabtu sore mulai tanggal 3-24 Juni. Selama Ramadhan, empat pertemuan itu masing-masing akan menyuguhkan bahan bacaan yang berbeda dari isi buku Islam Fazlur Rahman. Adapun persertanya, terdiri dari mahasiswa dan pelajar di Kuningan.

“Mudah-mudahan majelis ini memberikan manfaat positif. Apalagi pelaksanaannya diawali di bulan yang mulia dan penuh berkah ini. Dan mudah-mudahan kami bisa konsisten,” katanya.

Saat menyampaikan materi, Eman Sulaeman mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, penting mengetahui pemikiran Fazlur Rahman karena kiprah dan kontribusinya dalam dunia Islam sangat besar. Rahman, menurut Eman, mampu membuka cakrawala Islam dibidang filsafat, tasawuf, teologi, dan metodologi.

“Untuk menggantikan seorang diri Fazlur Rahman, setelah dia meninggal, Universitas Chicago di Amerika butuh empat orang ahli. Yaitu ahli filsafat, ahli teologi, ahli metodologi, dan ahli tasawuf,” kata Eman.

Eman juga berharap, majelis itu bisa konsisten sesuai rencana awal yang digagasnya. Selain Fazlur Rahman, masih banyak tokoh besar islam yang patut diketahui pemikirnnya. Hal itu penting supaya generasi bangsa saat ini bisa menjadi anak-anak zaman dan mampu memberikan kontribusi ril pada zamannya. (Tatang Budiman)

2 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, POTRET

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories