631
Sunday, 10 January 2021 19:55 (1 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Obyek Wisata di Kabupaten Kuningan Kembali Ditutup

Obyek Wisata di Kabupaten Kuningan Kembali Ditutup

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH. menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kuningan. Surat Edaran Nomor : Surat Edaran Nomor : 443/36/Huk Tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kabupaten Kuningan, Minggu (10/01/2021).
 
Surat Edaran tersebut, diterbitkan Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 443/Kep. 10- Hukum/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional di 20 (dua puluh) Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Barat Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat No. 72/KS.13/HUKHAM tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Jawa Barat.
 
Salah satu isi Surat Edaran Nomor : 443/36/Huk Tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kabupaten Kuningan yaitu Membatasi usaha di bidang pariwisata antara lain, untuk objek wisata yaitu Tanggal 11-18 Januari 2021 ditutup total. Tanggal 19-25 Januari 2021 dibuka khusus bagi wisatawan asal Kuningan, bagi yang berasal dari luar Kuningan wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif uji rapid antigen tes atau PCR yang berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan.
 
Sedangkan untuk hiburan malam / karaoke, bumi perkemahan dan glamping Tanggal 11-25 Januari 2021 ditutup total. Untuk kedai / rumah makan / restoran, jam operasional dari pukul 07.00 - 20.00 WIB. Kapasitas makan ditempat maksimal sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari okupansi meja.
 
Untuk hotel / penginapan, kapasitas maksimal sebesar 50% (lima puluh persen dari fasilitas layanan hotel/ penginap. Kegiatan konstruksi dijinkan beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan, Kuningan termasuk diantara 20 kabupaten kota yang di rekomdasikan melaksanakan PPKM. Selain itu, angka kenaikan positif Covid-19 tiap hari terus meningkat. "Selama bulan Januari tanggal 1-9 cukup tinggi. Rata-rata penambahan orang terkonfirmasi 26 kasus per hari," ujarnya saat di konfirmasi bingkaiwarta.com.
 
Sementara itu, saat dihubungi, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Dr. Toto Toharudin mengatakan, untuk DTW pihaknya besok baru akan melakukan sosialisasi tentang SE Bupati. "Jadi, untuk DTW masih boleh buka sampai mereka menerima Surat Edaran dan sosialisasi dari Disporapar. Sosialisasi akan dilakukan secara bertahap, ada beberapa sesi. Edaran sudah disampaikan baik via pdf (WA) atau fisik surat dikirimkan," ujar Toto.
 
Diakuinya, Ia tidak tega jika wisata di tutup. Tapi melihat perkembangan Covid-19 korbannya terus berjatuhan. "Kalau boleh jujur, saya tidak tega kalau wisata ditutup. Tapi melihat perkembangan Covid-19 di Kuningan tiap hari semakin meningkat. Semoga semua pihak bisa memakluminya. Ini untuk kebaikan kita semua," ungkapnya. (Abel Kiranti)
Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH. MH. menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kuningan

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait