380
Tuesday, 08 June 2021 12:48 (1 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Panitia Lomba Cipta Karsa dan Kreasi Lagu Tidak Fair, Peserta Meradang

Panitia Lomba Cipta Karsa dan Kreasi Lagu Tidak Fair, Peserta Meradang

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Pasca pelaksanaan acara penilaian Lomba Cipta Karsa dan Kreasi Lagu berbasis kearipan budaya lokal Kabupaten Kuningan, yang digelar Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan di Gedung Kesenian Kuningan, Jl. Raya Veteran Kuningan, Senin (31/5/2021) menyisakan masalah trust buruk dari para peserta kepada panitia. Selain itu, meninggalkan ketersinggungan dan meradangnya para kontestan pencipta lagu yang mengikuti event tersebut.

Berdasarkan informasi, acara tahapan kontestasi cipta lagu ini sudah lama di persiapakan jauh sebelum ramadhan. Dimulai dari mengisi formulir, memasukan berkas persyaratan sampai puncak acara. Penilaian yang dilakukan dengan kurang lebih dari 9 juri disetiap katagori/Wanda, sedikitnya ada 4 (empat) Wanda/katagori yang dilombakan, yakni Wanda Tembang, Wanda Kawih Kacapi/Degung, Wanda Kawih Kliningan, dan Wanda Pop Sunda.

Semua peserta yang ikut diundang secara resmi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan sifat resmi penting untuk menyaksikan penilaian. Mulai dari pukul 09.00 - 14.00 WIB penilaian lomba, di dijelang penutupan kegiatan pukul 15.30 WIB pembacaan keputusan panitia. Panitia memutuskan karena peserta yang paling banyak adalah Pop Sunda maka diumumkan pemenang juara 1 sampai 3 dengan diberi piagam, uang pembinaan serta dijanjikan rekaman. 

Untuk katagori/wanda yang lain karena pesertanya sedikit maka tidak ada juara tetapi semua dapat piagam penghargaan dan uang pembinaan dan itu nantinya diambil sendiri pada tanggal 16 Juni ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bidang budaya serta ada beberapa tandatangan dan persyaratan untuk mencairkan uang pembinaan.

"Saya menyayangkan dengan keputusan ini, karena judulnya kompetisi atau perlombaan harusnya tetap ada juara, dan perlakuan ke tiap katagori juga sama jangan ada diskriminasi terhadap jenis musik tertentu, terus kenapa harus tanggal 16 Juni pengumumannya untuk katagori selain Pop Sunda ???

Ini kan bukan seminar, ini kompetisi atau perlombaan yang jelas memilih pemenang atau juara," kata Nana Mulyana Latif kepada bingkaiwarta.com, Selasa (8/6/2021).

Nana yang merupakan salah satu peserta katagori yang tidak diumumkan, hanya berpesan karena ini memakai anggaran belanja negara Bidang Kebudayaan sebagai pelaksana anggaran, mohon untuk tidak main-main dengan anggaran yang ada. "Kamipun mempertanyakan metode dan standar penilaiannya sepertia apa ??," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua LMPI Kuningan Donny Sigakole mengatakan, kurangnya perencanaan yang matang dan kurangnya sosialisasi sehingga tidak adanya peserta yang ikut serta dan akhirnya menyebabkan tidak tepat sasaran dan tepat guna anggaran yang direncanakan. "Ini hanya tujuannya mengucurkan anggaran supaya turun, tapi anggaran yang turun tidak tepat sasaran dan tidak tepat guna," kata Donny. 

Doni menegaskan, bahwa ini sudah pelanggaran administrasi dan adanya penyelewengan anggaran yang ada. "Untuk itu aparat penegak hukum wajib untuk menindak lanjuti permasalahan ini karena adanya kerugian negara dari kegiatan tersebut," tegasnya. (Abel Kiranti)

Lomba cipta karsa dan kreasi lagu Dinas pendidikan kabupaten kuningan

Komentar

Berita Terkait