Para Kepala Sekolah Dan Bendahara SMP/SMA Se-Kabupaten Kuningan Diberikan Pemahaman Tentang Bahaya Pungli

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-03-14 16:46:30+07

Para Kepala Sekolah SSS.jpg

Sekda Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si paparkan pentingnya sosialisasi Bahaya Pungli kepada awak media, Kamis (14/3/2019).

 

Kuningan – Para Kepala Sekolah dan Bendahara SMP, serta SMA se-Kabupaten Kuningan menjadi sasaran sosialisasi Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Wisma Permata Kuningan, pada Kamis (14/3/2019).

Menurut Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda, komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dibawah kepemimpinan H. Acep Purnama tidak setengah-setengah terhadap langkah Sapu Bersih Pungutan Liar, dan hal itu salah satunya dibuktikan dengan langkah sosialisasi bahaya Pungli kepada berbagai elemen.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut, menurut Ketua Pelaksana Sosialisai Kompol Agus Syafrudin, sebagai upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif dan menimbulkan efek jera, tetapi mengingat pemahaman tentang Pungli tidaklah sama, sehingga dia menganggap acara sosialisasi kepada para Kepala Sekolah dan bendahara itu penting dilaksanakan, agar mereka terhindar dari praktek Pungli.

“Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat diketahui apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan terkait dengan pungli dan berkomitmen bersama untuk mewujudkan tidak ada lagi pungli di Kuningan,” ujar Agus yang juga merupakan Wakapolres Kuningan itu.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dalam sambutannya menjelaskan, bahwa pungutan liar atau Pungli adalah biaya di tempat yang  tidak seharusnya dikenakan atau dipungut, dan Pungli merupakan praktek kejahatan atau pidana.

Karena menurut Dian, Pungli dapat merusak tatanan pemerintahan, keluarga dan karier. Praktek Pungli telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien dan mampu menimbulkan efek jera.

Pungli, kata Dian, adalah suatu cermin kebobrokan prilaku mental dan spiritual. Adapun bentuk praktik pungli di jaman era keterbukaan seperti sekarang ini pasti terendus bagi siapapun yang menjadi korban ataupun yang terlibat. Oleh sebab itu Pemerintah Republik Indonesia telah membentuk Satuan Tugas SApu Bersih Pungutan Liar melalui Perpres Nomor 87 tahun 2016.

“Dengan telah dibentuknya satgas saber pungli, maka hal-hal yang berurusan dengan pungutan yang tidak resmi akan segera ditiadakan. Sehingga dengan keterpaduan koordinasi dan kerjasama dari semua pihak diharapkan operasi pemberantasan pungli  ini dapat berjalan dengan efektif,” kata Sekda.

Diab menganggap sosialisasi Saber Pungli ini sangat menekan untuk membangun pelayanan public yang bersih dan mudah diakses, dan tidak akan segan-segan menindak langsung para operator pelayanan public yang masih bermain-main dengan praktik pungutan liar. (Redaksi/Sumber : Bag. Humas Setda Kuningan)

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM, PENDIDIKAN

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com













Berita Terkini

Categories