724
Sunday, 06 June 2021 11:03 (1 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Pasar Baru Kuningan Jadi "Target" Tim Velox Badan Intelijen Negara

Pasar Baru Kuningan Jadi "Target" Tim Velox Badan Intelijen Negara

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Puluhan pedagang diberi penyuluhan tentang Sosialisasi Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimasa pandemi Covid-19 oleh Tim Velox Badan Intelijen Negara, di Pasar Baru Kuningan, Minggu (6/6/2021).

Acara dihadiri oleh Kabid Pengelola Pasar Dede Sutardi, Camat Kuningan Didin Bachrudin, Perwakilan dari Polsek dan Koramil Kuningan.

Kabid Pengelola Pasar Dede Sutardi mengucapkan terima kasih kepada Tim Velox Badan Intelegen Negara yang sudah mau memberikan sosialisasi tentang AKB dimasa pandemi Covid-19.

"Ini tentunya sangat bermanfaat sekali untuk memberikan pengetahuan secara luas tentang apa itu Covid-19 dan bagaimana penerapan Adat Kebiasaan Baru. Semoga dengan adanya sosialisasi ini bisa menekan penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Kuningan. Dan, diharapkan agar masyarakat bisa lebih disiplin lagi dalam melakukan protokol kesehatan," kata Dede.

Tim medis Velox Badan Intelegen Negara dr. Jares menjelaskan, adaptasi kebiasaan baru (AKB) merupakan skenario untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Dalam era ini, masyarakat boleh dan bisa beraktifitas tapi harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seperti yang telah diketahui bahwa Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona, sebuah makhluk sangat kecil berukuran sekitar 125 nanometer namun bisa menyebabkan kematian. Gejala Covid-19 ditandai dengan munculnya batuk pilek, flu, demam, gangguan pernapasan, namun ada juga yang tidak nampak / muncul gejalanya, dan dalam kondisi parah bisa menyebabkan gagal napas dan berakhir pada kematian. Penularannya melalui droplets atau percikan batuk atau bersin.

"Selain itu virus dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk atau bersin dan napas orang yang terinfeksi yang kemudian terhirup orang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan yang tercemar virus. Virus bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuhnya," terangnya.

Ia menjelaskan, untuk melawan virus hal utama yang perlu kita lakukan adalah melakukan tindakan pencegahan seperti : sering cuci tangan pakai sabun, menerapkan etika batuk / pakai masker, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga jarak dan hindari kerumunan.

Pada masa pandemi masyarakat diharuskan hidup dengan tatanan hidup baru, yang dapat ‘berdamai’ dengan Covid-19. "Dalam adaptasi kebiasaan baru pastikan kondisi tubuh kita dalam kondisi sehat, tetap memberlakukann protokol kesehatan, prinsip penyesuaian/perubahan pola hidup, masyarakat produktif dan tetap aman dan pastikan kita selalu membawa starter pack seperti masker, face shield, hand sanitizer, peralatan ibadah peralatan makan dan tissue basah," jelas dr. Jares.

Ia menambahkan, dalam adaptasi kebiasaan baru untuk mencegah Covid-19 yaitu dengan melakukan 5M (mencuci tangan, memakai masker, membatasi mobilitas, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan). 

"Biasakan mencuci tangan saat memulai atau setelah melakukan aktifitas. Dan lebih baik mencuci tangan di air yang mengalir. Karena bakteri atau kuman akan langsung terbuang oleh air. Jika tidak ada air, pakailah hand sanitizer. Gunakan masker yang sudah direkomendasikan seperti masker N95, masker medis dan masker kain (2-3 lapis)," ujarnya.

dr. Jares mengatakan, di era adaptasi ini, masyarakat harus jaga jarak atau menghindari kerumunan, istirahat cukup dan rajin olahraga, makan makanan bergizi seimbang. "Jika mengucapkan salam tidak perlu bersalaman dan cium pipi kanan kiri (cipika cipiki), kini diganti dengan “salam namaste” atau salam dengan kedua tangan mengatup di depan dada. Gunakan uang elektronik, mengurangi membayar dengan uang cash. Dan setiba di rumah langsung membersihkan diri atau mandi. Jika kita tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya lansia dan balita tetap tinggal di rumah," imbuhnya.

Selain itu, Ia juga memaparkan tentang vaksin Covid-19. Dimana vaksin Covid-19 adalah suatu produk biologi yang diberikan kepada orang yang sehat untuk mencegah seseorang tertular dari infeksi Covid-19.

"Tujuan dari vaksin itu sendiri yaitu, membentuk kekebalan kelompok, menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga prodktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi," paparnya.

Usai melakukan sosialisasi edukasi adaptasi kebiasaan baru (AKB), Tim Velox Badan Intelegen Negara secara pararel melakukan penyemprotan di area Pasar Baru. " Mari kita sukseskan progam protokol kesehatan untuk menekan dan mencegah penyebaran Covid-19," pungkas dr. Jares. (Abel Kiranti)

Badan intelijen negara Adaptasi kebiasaan baru Pasar baru kuningan Tim velox Covid19

Komentar

Berita Terkait