650
Sunday, 09 August 2020 19:36 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Paseban Jangan Selalu Sembunyi Dibalik Budaya

Paseban Jangan Selalu Sembunyi Dibalik Budaya

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Tindakan pemerintah daerah Kabupaten Kuningan terkait Batu Satangtung yang jauh dengan budaya (adat karuhun) itu sudah tepat sesuai regulasi yang ada. Tidak ada pasarean karuhun yang seperti itu (Batu Satangtung).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ust. Opi Syaropi dari Pesantren Sukaimut Garawangi kepada bingkaiwarta.com, Minggu (9/8/2020). Dirinya merasa aneh atas kecaman pihak luar yang ditujukan kepada Bupati Kuningan H. Acep Purnama. Bahkan, kedatangan Komnas HAM RI ke Kuningan beberapa hari yang lalu menyebut bahwa Pemda Kuningan diangap telah mencederai HAM. 

"Saya merasa aneh, kenapa yang mengecam atas tindakan Bupati adalah kebanyakan masyarakat luar Kuningan. Bahkan, ada juga partai politik yang ikut nyinyir bahkan intimidasi, sampai Komnas HAM pun ikut turun ke Kuningan. Seolah-olah tindakan bupati ini telah mencederai HAM. Disini jelas, siapa yang sebenarnya yang selalu melanggar aturan, intoleran, dan radikal," ungkap Opi.

Diingatkan Opi, agar masyarakat Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur yang selalu mengatasnamakan Masyarakat Adat AKUR Sunda Wiwitan untuk tidak cengeng dan selalu mengatasnamakan ADAT/BUDAYA untuk kepentingan keluarga atau kelompok.

"Masyarakat Kuningan kini sudah cerdas, kita akan menerima Adat selama tidak melanggar syari'at dan melestarikan budaya selama sejalan dengan norma agama," ujarnya. (Abel Kiranti)

pasarean karuhun Batu Satangtung Opi Syaropi Pesantren Sukaimut Garawangi Komnas HAM RI Pemda Kuningan mencederai HAM

Komentar

Berita Terkait