320
Tuesday, 04 May 2021 19:21 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Pegawai Lapas Kuningan Mendapat Penyegaran Dari Kadivpas Jawa Barat

Pegawai Lapas Kuningan Mendapat Penyegaran Dari Kadivpas Jawa Barat

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Taufiqurrakhman, kunjungi Lapas Kelas IIA Kuningan dalam rangka Pembinaan Monitoring Pengawasan dan Pengendalian (Bintorwasdal), Selasa (4/5/2021).

 

Kehadiran Kadivpas Jabar diterima dengan hangat oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budirahayu, beserta jajaran Pejabat Struktural Lapas Kelas IIA Kuningan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Safari Ramadhan 1442 H yang dilakukan oleh seluruh Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat.

 

Kadivpas Jabar dengan didampingi oleh Kalapas Kuningan melihat langsung kondisi lingkungan sekitar Lapas Kelas IIA Kuningan. Setelah selesai melihat kondisi lingkungan sekitar Lapas Kelas IIA Kuningan, Kadivpas Jabar memberikan penguatan tusi kepada para pegawai Lapas Kuningan, di Aula Lapas Kuningan. 

 

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Gumilar Budirahayu menjelaskan, bahwa pihaknya akan menerima Penguatan Bintorwasdal Safari Ramadhan, Penguatan ZI dan Penguatan Dasa Adi Brata dari Kadivpas Jabar. "UPT Kemenkumham dalam waktu Januari sampai April ini semua sibuk dalam pembangunan ZI, tentunya dengan hadirnya bapak Kadivpas memberikan penguatan akan memberikan motivasi lebih kepada kita dan akan mengingatkan kita sesuai dengan Dasa Adi Brata yang sebetulnya kegiatan itu sudah kita lakukan sehari-hari. Ini akan memberi semangat baru, mengingatkan hal-hal yang sesuai SOP sehingga kita melakukan tugas tidak ada pelanggaran kedepannya," jelas Kalapas.

 

Selanjutnya, Kadivpas Jabar memberikan pemahaman tentang pengalaman dirinya yang sudah 14 tahun bertugas di lapas/rutan. Menurutnya, selama bertugas, jenis pelanggaran di lapas/rutan sama saja hanya beda tipis. Permasalahan penyimpangan yang umum, diantaranya handphone, pelarian, narkoba, perkelahian, mencuri, pungli, diskriminasi (tidak adil), memberikan fasilitas berlebih di kamar hunian, pemerasan dan lain-lain. 

"Masalah-masalah yang ada di Lapas Kuningan itu tentu harus diinventarisir, ada jenis penyimpangan apa saja. Selanjutnya berembuk mana saja yang dinilai prioritas untuk segera diselesaikan satu persatu. Jika masalah-masalah tersebut bisa diatasi, WBK sudah di tangan," ujarnya.

 

Dia menuturkan, semua kegiatan pelaksanaan tugas harus dilakukan sesuai aturan. Ia ingin memotivasi teman-teman di Lapas Kuningan. Pelayanan publik berbasis HAM harus dilengkapi, alur kunjungan disiapkan, sarana prasarana pelayanan publik dilengkapi. "Kalau sudah lengkap 60% sudah ditangan itu, 20% data dukung dan 20% lagi perilaku petugasnya. Yang tadi itu hindari diskriminasi, pungli, perlakuan istimewa dan lain-lain. Kalau semua sudah dilengkapi, akan tetapi masih ada pungli percuma sia-sia semuanya. Kalau itu masih terjadi, sia-sia perjuangan teman-teman. Mari bersihkan hati dan pikiran kita dari hal-hal kotor, awali dengan niat yang baik. Semua berawal dari niat, niat baik hasilnya pun baik," tutur Kadivas.

 

Kadivpas juga mengajak pihak Lapas Kuningan untuk membangun komitmen yang tinggi bersama, karena tidak mungkin tujuan terjadi tanpa komitmen. "Kerjasama semuanya diharuskan, latih integral moral yang tinggi. Saya yakin kerja selalu pada on track sesuai dengan pedoman yang ada, karena kita kerja tidak bisa seenaknya sebagai aparat negara. Harus punya komitmen yang tinggi, supaya teman-teman melaksanakan tugas sesuai undang-undang, aturan SOP dan pedoman kerja. Pasti hasil akhir yang didapat kepuasan masyarakat, optimalisasi pelayanan publik yang tujuannya masyarakat memperoleh pelayanan secara mudah, cepat, murah dan berkepastian," paparnya.

 

Ia menegaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh jajaran Lapas Kelas IIA Kuningan, yaitu Deteksi Dini, Berantas Narkoba dan Pungli, Tingkatkan Sinergitas dengan APH dan Instansi terkait, Lakukan pemantauan melekat terhadap pelayanan publik berbasis HAM sebagai salah satu kunci meraih predikat WBK, Laksanakan Perintah Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang tertuang dalam Dasa Adi Brata, dan Agar tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan pengelolaan bahan makanan dan extrafooding bagi WBP.

 

"Saya berharap pertemuan ini dapat memberikan manfaat dan dapat membangun kekompakan pegawai Lapas Kuningan dalam semangat untuk meraih WBK. Karena organisasi itu ibarat roda, walaupun arahan seperti itu dari zaman dulu, harus ada penyegaran-penyegaran agar organisasi dapat terus berjalan," pungkasnya. (Abel Kiranti)

Lapas Kementrian Hukum HAM Kuningan

Komentar

Berita Terkait