1,083
Wednesday, 03 June 2020 20:42 (5 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Pejabat Langgar Aturan PSBB, Ketua Pasar Tradisional: Dimana Keadilan untuk Kami?

Pejabat Langgar Aturan PSBB, Ketua Pasar Tradisional: Dimana Keadilan untuk Kami?

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Masyarakat Kabupaten Kuningan tak terkecuali warganet banyak yang kecewa dan mengecam terkait beredarnya video pejabat publik yang diduga melanggar aturan protokol kesehatan di tengah penerapan PSBB jilid III. Ragam komentarpun terlontar dibeberapa postingan di media sosial.

Mereka menilai pejabat publik Kuningan seolah-olah telah menodai kepercayaan masyarakat terhadap aturan-aturan yang telah ditegakkan oleh pemerintah sendiri dalam masa pandemi Covid-19.

Ketua Pelaksana Harian Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional (Pasar Kepuh dan Pasar Baru) Iman melontarkan kekecewaannya atas beredarnya video pejabat publik yang sedang mempertontonkan kebahagiaannya ditengah wabah pandemi tanpa mentaati aturan protokol kesehatan.

"Kami rakyat kecil yang bukan terlahir dari kalangan ASN atau pegawai negeri merasa sangat kecewa dan prihatin atas beredarnya video kaum birokrat yang tidak memberikan contoh baik kepada masyarakatnya," ungkap Iman kepada Bingkaiwarta.com, Rabu (3/6/2020).

Iman mengatakan, wabah pandemi Covid-19 ini berdampak kepada semua lini. Termasuk para pengusaha pasar atau pelaku ekonomi. Dengan adanya penerapan PSBB yang dilengkapi dengan sejumlah aturan dan larangan jelas mau tidak mau harus ditegakkan dan dipatuhi oleh semua kalangan guna pencegahan penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Kuningan.

"Tapi apa yang kita lihat kemarin? Para pejabat publik yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat ini justru sebaliknya. Kita mati-matian bertahan dalam kondisi serba sulit guna membantu program pemerintah namun mereka sendiri yang melanggarnya," ujarnya.

Lebih jauh lagi Iman mengatakan, masyarakat kecil selama PSBB ini selalu ditekan dengan berbagai aturan mereka agar senantiasa ditaati dan dipatuhi. Sementara mereka dengan leluasanya membuat acara atau kegiatan yang jelas-jelas sudah menyakiti hati masyarakat.

“Dimana keadilan untuk kami?," tandasnya bernada tanya.

Dijelaskan Iman, pihaknya juga telah melayangkan permohonan kepada Pemkab Kuningan melalui media massa untuk segera memberikan kebijakan izin hajatan atau resepsi hiburan yang jelas ada mata rantai perputaran penjualan di pasar.

"Kalau kata bahasa sunda mah musim hajatan pedagang rame nu meuli. Tapi dengan kenyataan seperti ini, pemerintah pelan-pelan mencekik rakyat dengan segala aturan atau kebijakan yang terkesan hanya sebagai pencitraan semata. Usaha di batasi, yang beli dibatasi, yang melanggar di buburak dan diberi sanksi," pungkas Iman. (Abel Kiranti)

Pejabat Langgar Aturan PSBB Kabupaten Kuningan Ketua Pasar Tradisional Keadilan

Komentar

Berita Terkait