347
Sunday, 11 July 2021 14:07 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Pembeli Makan Ditempat, Pemilik Usaha Kena Sidang

Pembeli Makan Ditempat, Pemilik Usaha Kena Sidang

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Guna memutus mata rantai penyebaran Covid -19 yang kasusnya semakin hari semakin meningkat, personil gabungan Operasi Yustisi PPKM Darurat di wilayah hukum Polres Kuningan terus gencar melakukan razia kepada masyarakat ataupun pelaku usaha yang dianggap melanggar aturan PPKM Darurat.

Seperti yang dilakukan tadi malam, Sabtu (10/7/2021), personil gabungan yang terdiri dari anggota kepolisian Polres Kuningan, dan Satpol PP Kabupaten Kuningan, berhasil menjaring 2 (dua) pelaku usaha yang kedapatan menerima pembeli makan/minum ditempat.

Kedua (2) pelaku usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat tersebut, yaitu RM. Sea Food Ali Action di Desa Ciloa, Kecamatan Kramatmulya, dan Warung Kopi Tower di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja menjelaskan, dilakukannya operasi yustisi ini berdasar pada Perda Provinsi Jabar No. 5 tahun 2021 tentang perubahan Perda No. 13 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat. Selain itu, sosialisasi dan himbauan agar masyarakat patuh kepada Protokol Kesehatan 5 M.

"Ada dua (2) pelaku usaha yang berhasil kita razia tadi malam. Yaitu RM Sea Food Ali Action di Ciloa dan Warung Kopi Tower di Cisantana. Untuk RM Sea Food Ali Action ini informasinya selalu buka hingga malam, melewati batas oprasional S.E Bupati kuningan, yaitu pukul 18.00 WIB. Dan menyajikan konsumen makan ditempat, harusnya take away," jelas Kasat Reskrim kepada bingkaiwarta.com, Minggu (11/7/2021).

Selain hal tersebut diatas, kata Kasat Reskrim, di RM Sea Food Ali Action tidak ada termogan dan tidak ada petugas termogannya. "Sedangkan pelanggaran yang dilakukan di Warung Kopi Tower yaitu masih buka pada jam 20.30 WIB dan tidak menjaga jarak," ujarnya.

Para pelanggar tersebut, kata AKP Danu Raditya, akan dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf E jo. Pasal 34 ayat (1) Perda No. 5 tahun 2021 tentang perubahan Perda No. 13 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.

"Kami telah melakukan penyitaan terhadap KTP pemilik usaha, membuat Blanko Tipiring dan memberikan informasi mengenai pelaksanaan Sidang Tipiringnya yang telah kami tetapkan, yaitu pada hari Senin tanggal 12 Juli 2021 pukul 09.00 - 12.30 WIB,” pungkasnya. (Abel Kiranti)

Ppkm darurat Polres kuningan

Komentar

Berita Terkait