Pembongkaran Pasar Kepuh Menuai Polemik

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-09-12 13:40:11+07

Pembongkaran Pasar PS.jpg

Pembangunan kios darurat sementara untuk para pedagang di Blok E, F dan R Pasar Kepuh Kuningan.

Kuningan – Perseteruan antara penghuni Pasar Kepuh blok E, F, dan R dengan Dinas Indag dan DPRPP terkait pembongkaran blok tersebut terkesan memaksakan kehendak program.

Para pedagang dan penghuni tersebut menolak dengan tegas pembongkaran itu lantaran MoU kontrak hak gunanya dinilai masih berjalan 16 tahun. Selain itu, struktur bangunan pun masih kokoh, namun dinas terkait tetap akan menjalankan proyek tersebut dengan alasan untuk penataan titik-titik yang kumuh dan mati tak berfungsi.

Masyarakat Pasar Kepuh Blok E, F dan R merasa tak habis pikir karena awal rencana menyebutkan akan rehab jalan dan irigasi gorong-gorong di pasar. Mereka pun sampai dimintai photo copy KTP dan keterangan kepemilikan kios, tetapi kenyataannya lain. Bahkan terdengar kabar bahwa proyek pembongkaran los pasar ini mencapai sekitar Rp. 10 milyar.

“Kenapa hanya blok E,F,dan R saja yang ditata dan dibongkar? Padahal di blok-blok yang lain banyak yang lebih kumuh dan kotor, juga mati fungsi. Jelas ini akan menuai kecemburuan sosial,” ujar salah seorang pedagang Pasar Kepuh yang enggan disebutkan namanya, Selasa (12/9/2017).

Sementara itu, Kabid Pasar, melalui Kasi Tantrib, Sumarna, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa tak ada tujuan pemerintah yang tidak baik. Dengan dibangunnya kembali los-los baru tersebut sebetulnya untuk menata supaya para pedagang dan pembeli merasa nyaman.

“Ada sekitar kurang lebih 200 kios yang akan di perbaiki. Kemarin saat mengadakan pertemuan antara pihak pemborong dan pedagang, semuanya sudah deal dan menyatakan sepakat. Alhamdulilah mereka akhirnya mengerti karena ini semua demi kenyamanan bersama. Hanya saja ada beberapa orang yang memang tidak setuju. Tetapi kemarin sudah berkomitmen dan mereka pada ngambil nomor. Alhamdulilah semuanya jadi kondusif,” ungkap Sumarna.

Sumarna menilai, dalam hal ini tentu tidak ada yang merasa dirugikan karena pihak pengelola dan pemborong tidak memperjual belikan kios tersebut.Menurutnya, mereka yang tadinya berdagang di kios-kios itu, nanti pun bisa kembali menempati kios baru, “Jadi bohong besar jika ada oknum yang mengatakan bahwa ini di perjual belikan,” tegas Sumarna.

Hasil investigasi BINGKAI WARTA, memang saat ini tengah dibangun kios darurat sementara. Para pedagang rencananya akan pindah setelah kios darurat itu selesai dibangun. Lalu pembongkaran kios lama pun akan segera dimulai. (Abel Kiranti)

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com








Berita Terkini

Categories