Pembuat Tusuk Sate Berpenghasilan Rp 5 Ribu Perhari Khawatirkan Rumah Bilik Bambunya Segera Ambruk

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-08-22 21:37:54+07

Kuningan –  Komunitas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polres Kuningan yang tengah gencar melakukan aksi peduli terhadap warga miskin temukan keluarga Sukarsa, 62, warga Rt. 15/4, Lingkungan Talahab, Kecamatan/Kabupaten Kuningan yang tinggal di rumah bilik bambu, dengan kondisi hampir roboh.

Menurut Kapolsek Kuningan, Kompol Endin Wahyudin, melalui ketua Komunitas Bhabinkamtibmas Aiptu Yana Suhyana, dalam pandataan yang dilakukan jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Kuningan, pihaknya menemukan warga Desa Citangtu yang sangat perlu mendapat bantuan dari pihak manapun, karena memang kondisi kehidupannya demikian memperihatinkan.

“Dari hasil pendataan di 16 desa/kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Kuningan, kami telah memberikan bantuan Sembako dan uang pada warga miskin di 4 desa/kelurahan, dan diantaranya adalah keluarga Sukarsa, warga kurang mampu dari Desa Citangtu,” tutur Yana kepada Berita Warta, kemarin.

Yana menyebutkan, kondisi Sukarsa sangat menghawatirkan, karena suami dari Kani, 55, sehari-harinya hanya bekerja sebagai pengrajin pembuatan tusuk sate, dengan penghasilan Rp. 5 ribu/hari, “Sedangkan dia harus menghidupi istri dan dua anak asuhnya,” bebernya.

Disamping itu, kata Yana, keluarga inipun tinggal di rumah bilik bambu yang sudah reot di atas tanah seluas 7 X 9 m², tanpa memiliki WC dan kamar mandi, “Mereka tinggal di rumah yang bisa dikatakan gubuk, dengan kondisi rusak parah, serta tidak memiliki kamar mandi dan toilet, sehingga kalau mandi atau BAB mereka terpaksa melakukannya di sungai yang berjarak kurang lebih 50 meter dari rumah mereka,” katanya.

Sukarsa sendiri mengakui, sebenarnya dia sudah sangat ingin memiliki tempat tinggal yang layak, namun meski sudah dibantu oleh pihak desa dengan cara mengajukan bantuan pada pemerintah daerah (Pemda), namun hingga saat ini belum juga mendapat bantuan.

“Sementara secara pribadi, terus terang tidak sanggup untuk memperbaiki rumah bilik reot, beralaskan tanah ini. Karena jangankan untuk membangun rumah, untuk membiayai kehidupan sehari hari saja sudah repot sekali,” jelasnya.

Diceritakan Sukarsa, setiap hari dirinya yang sudah sering sakit-sakitan itu membuat tusuk sate dibantu sang istri, dengan bahan belahan bambu yang dia beli dari tetangganya, kemudian tusuk sate hasil buatan mereka dijual pada pengepul seharga satu ikatan (100 tusukan) Rp. 500, dan dalam sehari maksimal hanya mampu menjual 1000 tusukan, atau dengan hasil Rp. 5 ribu.

Dari penghasilannya yang hanya Rp. 5 ribu itu, kadang dirinya harus pontang panting lagi mencari tambahan dengan cara bekerja menjadi buruh serabutan, agar istri dan kedua anak asuhnya tidak kelaparan, “Kondisi kehidupan saya kan selain harus menafkahi istri, saya juga memiliki tanggung jawab menghidupi dua anak yatim. Mereka adalah anak-anak adik saya, yang satu Mistari, 26, yang ayahnya telah meninggal dunia, satu lagi Taufik yang ayahnya menderita gangguan jiwa,” papar Sukarsa.

Apa yang diungkapkan Sukarsa dibenarkan Sakur, 52, ketua rukun warga (RW) setempat, dan menurutnya pihak pemerintahan desa sudah mengajukan permohonan bantuan pada pihak Pemda Kuningan sejak tahun 2010, tetapi hingga saat ini belum juga ada realisasi.

“Kami sudah mengajukan permohonan bantuan untuk perbaikan rumah milik Sukarsa ke Dinas Sosial, Bagian Kesra Setda Kuningan melalui program rumah tidak layak huni (Rutilahu), maupun ke PNPM, tetapi sampai saat ini belum juga ada perhatian dari pihak pemerintah,” ujarnya.

Kalau untuk masalah keperluan makan sehari-hari, menurut Sakur, pihaknya masih bisa menanggulangi dengan bantuan Raskin, atau BLT, namun jika untuk bantuan pembangunan rumah, dia terus terang pihak pemerintahan desa tidak memiliki dana untuk itu, “Ya hanya dengan membantu mengajukan permohonan bantuan pada pihak Pemda yang bisa kami lakukan untuk perehabatan rumah Sukarsa ini,” ucapnya.

Jika pihak Pemda tidak segera mengulurkan bantuan, Sakur khawatir dalam waktu dekat rumah Sukarsa itu bisa roboh, “Rumah itu sudah sangat rapuh, dipastikan jika diterjang hujan terus terusan dalam waktu dekat ini, rumah bisa roboh, dan kalau sudah begitu pastilah pihak kami, selaku aparat yang menyentuh langsung ke masyarakat yang disalahkan,” tandasnya.

Sementara itu, Aiptu Yana Suhyana menambahkan, dengan pihaknya turun membantu dan membawa para awak media ke tempat itu, untuk melihat langusng kondisi kehidupan Sukarsa, dia berharap, jajaran Pemda Kuningan terketuk hatinya, serta segera memberikan bantuan pembangunan pada rumah warga miskin di Lingkungan Talahab, Desa Citangtu yang kondisinya tinggal menunggu ambruk tersebut.(Pram)

 
Pembuat Tusuk Sate Berpenghasilan Rp 5 Ribu Perhari  (5)-ok.jpg

Capt : Bhabinkamtibmas Polsek Kuningan di antar ketua Rt. 15/04, Lingkungan Talahab, Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan saat melakukan kunjungan, sekaligus memberikan bantuan pada keluarga Sukarsa, warga miskin pembuat tusukan sate.

 

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, EKONOMI

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories