560
Wednesday, 02 September 2020 15:27 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Pembunuh Sanah Dibekuk di Pasar Induk

Pembunuh Sanah Dibekuk di Pasar Induk

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Satuan Unit Reskrim Polres Kuningan berhasil membekuk pembunuh Sanah (79), warga Dusun II Cibodas Rt 002/004 Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Tersangka Dedi (40) ditangkap di Pasar Induk, Kelurahan Tanah Tinggi, Tangerang, Sabtu (27/8/2020).

Penangkapan berawal dari kecurigaan Caskini, anak korban, saat akan mengantarkan makanan ke rumah korban untuk berbuka puasa. Caskini, melihat korban dalam keadaan telungkup diatas kursi panjang dengan wajah tertutup dengan bantal. Saat Caskini membangunkan korban, ternyata korban sudah meninggal dunia.

"Kecurigaan Caskini (anak korban) ini setelah mendapat informasi dari Tasriah yang memandikan jenazah korban. Diketahui Tasriah ketika memandikan jenazah korban, melihat luka lebam di sekitar leher korban. Begitu pun saat dimandikan, Caskini tidak melihat perhiasan emas, sebelum korban tewas," terang Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik dihadapan awak media saat Konferensi Perss di Ruang WSP Mapolres setempat, Rabu (2/9/2020).

Kapolres Kuningan yang didampingi Waka Polres Kuningan Kompol Jaka Mulyana dan Kasat Reskrim AKP Danu Raditya Atmaja melanjutkan, Caskini kemudian memberitahu adiknya, Agus Ambariti. Oleh mereka, kecurigaan itu dilaporkan ke polisi. Secepatnya, polisi melakukan olah TKP, hingga otopsi jenazah korban. Alhasil, betul ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka itu, diduga kuat mengakibatkan korban tewas. 

"Dugaan itu, makin kuat ketika polisi memeriksa saksi. Saksi Caskini sebagai anak kandung korban, menyebut ketika Ia datang ke rumah, ada pelaku tengah mengobrol bersama korban. Tapi karena tidak curiga, Caskini meninggalkan rumah.
Kaget bukan main Caskini, karena saat kembali ke rumah mendapati ibunya sudah tidak bernyawa. Polisi pun, langsung bergerak menyelidiki pelaku. Hingga pelaku berhasil ditangkap di Pasar Induk, Kelurahan Tanah Tinggi, Tanggerang," jelas AKBP Lukman Syafri.

Dikatakan Kapolres, tersangka saat diinterogasi, mengakui perbuatannya.
Pelaku juga mengaku mengambil perhiasan korban berupa emas jenis kalung 10,5 gram, emas jenis gelang 4 gram dan emas bandul 2,1 gram. Kemudian dijual di daerah Kabupaten Cirebon Rp3,9 juta. Dan, uang itu digunakan pelaku untuk lari ke Tanggerang. 

“Motif pembunuhan, pelaku dendam terhadap korban yang sering menghina orang tua pelaku," tandasnya. (Abel Kiranti)

pembunuhan kriminal

Komentar

Berita Terkait