488
Tuesday, 28 July 2020 15:47 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Pemda Kabupaten Kuningan Diminta Lebih Selektif Dalam Pelestarian Budaya

Pemda Kabupaten Kuningan Diminta Lebih Selektif Dalam Pelestarian Budaya

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Ramainya komentar dari orang-orang diluar Kabupaten Kuningan terkait pemberitaan penyegelan Batu Satangtung milik Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan yang mendapat penolakan dari warga sekitar Desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan sangat disayangkan oleh banyak pihak.

Pernyataan-pernyataan yang berhembus dimedia sosial dari orang-orang yang awam dengan apa yang terjadi sebenarnya, termasuk desakan internal maupun eksternal kepada Bupati selaku orang nomor satu di Kuningan dapat menimbulkan keresahan suasana yang dapat merusak aqidah umat Islam serta dapat merusak kondusifitas yang selama ini terjaga dan merusak persatuan dan kesatuan antar masyarakat Kuningan khususnya.

Sekretaris FPI Kabupaten Kuningan Lukman Maulana mengungkapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan harus lebih selektif dalam melestarikan budaya di Kuningan, jangan sampai merusak Visi Misi yang digaungkan "KUNINGAN MAJU" (Mandiri, Agamis, Pinunjul).

"Demi mencari Ridho Allah SWT, serta  memelihara ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyah maka kami meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan untuk selektif melestarikan Budaya di Kabupaten Kuningan Jangan Sampai tidak sesuai dengan Visi Misi yang digaungkan," ungkap Lukman kepada bingkaiwarta.com, Selasa (28/7/2020).

Selain pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Kuningan khususnya, umumnya di Nusantara, juga tidak boleh bertabrakan dengan norma-norma agama dan adat istiadat masyarakat serta adab kesantunan bangsa Indonesia.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan wajib selektif dalam berinteraksi dengan budaya atau tradisi apapun. Jika bertentangan dengan norma-norma tersebut wajib ditolak bukan dicoba," ujarnya. 

Lukman menambahkan, Forum Masyarakat Peduli Kuningan mendukung sepenuhnya pelestarian budaya selama tidak bertentangan dengan norma-norma agama dan pelestarian adat selama tidak bertabrakan dengan aturan syari'at. "Pemerintah daerah jangan sampai salah dalam mengambil langkah," tegasnya. (Abel Kiranti)

penyegelan Batu Satangtung Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan AKUR penolakan Sekretaris FPI

Komentar

Berita Terkait