745
Saturday, 08 August 2020 12:45 (2 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Pemda Kuningan Harus Tegas Terhadap Polemik Batu Satangtung

Pemda Kuningan Harus Tegas Terhadap Polemik Batu Satangtung

Bingkaiwarta, GARAWANGI - Polemik pembangunan tugu Batu Satangtung
yang dibangun oleh Kelompok Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur terus mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya oleh pentolan Forum Aktivis Kuningan (FAKTA) yang merupakan gabungan beberapa Ormas/LSM.
 
K. Nana Nurudin (Ketua Gamas Kabupaten Kuningan) menyampaikan, rencananya FAKTA akan
melakukan pembahasan lebih lanjut terkait persoalan tersebut. Hal itu, menurutnya sebagai upaya untuk mencegah dan menghindari pertentangan kepentingan terkait pembangunan Batu Satangtung tersebut.
 
Sementara, menurut Nana Rusdiana, anggota Forum yang juga Ketua Barisan Rakyat Kuningan mengatakan, kemajemukan masyarakat di Indonesia tidak hanya mengenai
suku dan bahasa, tetapi juga agama dan kepercayaan.
 
Kemajemukan agama dan kepercayaan inilah yang kemudian diduga akan
memunculkan adanya aliran yang kadang dianggap sesat, walaupun
telah ditentukan agama resmi yang berlaku di Indonesia.
 
"Karena, kenyataanya aktivitas manusia dalam mencari konsep ketuhanan
masih terus berlangsung sampai saat ini sehingga hadir aliran yang
akan diduga menyesatkan," ungkap Nana kepada bingkaiwarta.com, Sabtu (8/8/2020).
 
Dijelaskan Nana, adanya polemik terkait pembangunan Batu Satangtung yang dibangun oleh Kelompok Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur dianggap akan sangat mengganggu ketentraman hidup di masyarakat dan dianggap merupakan suatu ancaman yang akan meresahkan, meski secara lahiriyah keberadaan kelompok Masyarakat AKUR sendiri hidup berdampingan di tengah-tengah masyarakat
 
"Saya berharap adanya sikap tegas dari
pemerintah daerah sebagai wujud pemerintahan yang bertanggungjawab dan bermartabat dengan dilandasi oleh nilai - nilai luhur budaya bangsa,  Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia Tahun 1945 dan Pancasila, serta untuk menegaskan
komitmen pemerintah dalam menjalankan kewenangannya," pungkasnya. (Abel Kiranti)
batusatangtung sundawiwitan pemdakuningan

Komentar

Berita Terkait