3,866
Wednesday, 05 August 2020 18:26 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Pemuda Pancasila Tersinggung Dengan Opini Pihak Paseban

Pemuda Pancasila Tersinggung Dengan Opini Pihak Paseban

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan, Harnida Darius menanggapi isu polemik Batu Satangtung yang menjadi sorotan publik. Melebarnya penyegelan Batu Satangtung milik masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur yang berada di Blok Curug Goong, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur menurutnya murni masalah hukum. 

Dikatakan Hernida, ini jelas masalah penegakan Perda No 13 Tahun 2019 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Aparat Satpol PP tidak gegabah menyegel. Sebab Bupati Kuningan H Acep Purnama, menurutnya adalah pemimpin cerdas. 

“Yang aneh, kenapa masalah hukum Batu Satangtung itu, malah didistorsi, atau dikaburkan ke isu pelanggaran HAM (hak asasi manusia,red), intoleransi oleh pihak Paseban,” tanya Harnida, kepada bingkaiwarta.com, Rabu (4/8/2020).  

Ia menjelaskan, dalam menyikapi soal Batu Satangtung, siapapun harus paham dulu, apakah AKUR itu masyarakat hukum adat, atau aliran kepercayaan. "AKUR Paseban harus terbuka memberikan penjelasan. Kalau mirip PACKU, itu aliran kepercayaan, tetapi sudah dilarang oleh Kejati Jabar. Nama Sunda Wiwitan, juga bukan suku adat. Tetapi aliran kepercayaan," jelasnya.

Lanjutnya lagi, bila diakui sebagai masyarakat adat, tentu sesuai peraturan harus memiliki ciri khas. Masyarakat hukum adat itu, kesatuan masyarakat yang bersifat teritorial. Memiliki kekayaan sendiri, hukum dan peralatan sendiri. Juga memiliki warga yang dapat dibedakan dengan warga masyarakat hukum lain. Keberadaannya juga sudah ada sejak jaman dahulu.
“Jika punya ciri-ciri itu, tentu diakui oleh negara,” ujarnya.

Kaitan dengan AKUR, Hernida mempertanyakan wilayah teritorialnya dimana. Bukan hasil membeli tanah, tetapi harus sudah ada keberadaannya sejak zaman dulu. "Faktanya, Paseban berstatus Cagar Budaya Nasional. Harusnya menjadi hak masyarakat dikelola negara, dalam hal ini Pemkab Kuningan. Tidak dijadikan tempat tinggal oleh AKUR. Yang terjadi, justru sebaliknya," tandasnya.

Dia menegaskan, kepada pihak AKUR Sunda Wiwitan Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur agar berhati-hati menamakan diri masyarakat hukum adat. "Masyarakat harus tahu itu. Terus terang, kita tersinggung dengan bangunan opini melanggar HAM, intoleran dari pihak Paseban. Apalagi pak bupati ini, adalah MPO kami. Pemuda Pancasila. Jadi kami punya hak membela beliau (bupati,red),” tegas Harnida.

Ia pun meminta agar persoalan Batu Satangtung tidak dikaburkan. Dan, ia mengajak kepada siapapun, untuk terlebih  dahulu mempertegas status AKUR ini masyarakat hukum adat atau aliran kepercayaan. Sebagai bagian masyarakat Kuningan, Ia pun berharap Tim Pengkaji Batu Satangtung dan AKUR dibiarkan bekerja secara objektif sesuai aturan. Jangan ada intervensi. 

“Kami mendukung bupati untuk objektif, sesuai aturan dan lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat. Pemuda Pancasila siap mengawal itu. Kalau bupati tidak mampu objektif, masyarakat Kuningan bisa menggugat. Kalau bupati tidak objektif, sesuai aturan, saya khawatir kepercayaan masyarakat hilang. Akibatnya, terjadi konflik horizontal,” kata Harnida, mengingatkan.

Kemudian, Harnida juga mengkritik keras PDIP Jabar, yang mengintervensi Bupati Kuningan dalam pengambilan kebijakan masyarakat AKUR, termasuk penyegelan Batu Satangtung. Intervensi, pengawalan atau apapun istilahnya, Pemuda Pancasila sebagai bagian masyarakat Kuningan tersinggung dengan sikap parpol besutan Megawati Soekarno Putri itu. Apalagi, PDIP Jabar memberi target penyelesaian tim pengkaji hanya satu pekan. 

“Tim pengkaji tidak boleh ditekan. Apalagi di batasi waktunya. Ini akan berpengaruh pada objektivitas. Biarkan tim bekerja, mengkomunikasikan masalah ini dengan banyak pihak terkait. Kalau perlu studi banding ke masyarakat hukum adat sebenarnya di luar Kuningan. Adakan uji publik atas status AKUR. Paseban harus berani tampil menjelaskan secara terbuka disitu,” pungkasnya. (Abel Kiranti)

Pemuda Pancasila Ketua MPC Harnida Darius Batu Satangtung polemik

Komentar

Berita Terkait