307
Tuesday, 14 July 2020 20:24 (3 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Penanaman Semangat Enterpreneurship di Bidang Pendidikan itu Penting

Penanaman Semangat Enterpreneurship di Bidang Pendidikan itu Penting

Pendidikan dan kebudayaan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan, karena intisari dari pendidikan tersendiri adalah kebudayaan. Kebudayaan terdiri dari Collective Ideas (kumpulan ide), Collective behavior (kumpulan perilaku), dan produk kebudayaan itu sendiri (musik, film dan seni lainnya). Sementara itu inovasi dan kewirausahaan adalah bagian dari kumpulan perilaku tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aan Rukmana., MA Dosen Universitas Paramadina pada kesempatan berdiskusi di Webinar Inspirasi Hati ketiga bertemakan Urgensi Inovasi dalam Pendidikan untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan (Entrepreneurship). Webinar ini diselenggarakan oleh Kuningan Knowledge Innovation Center pada hari Minggu (12/7/2020) melalui media daring.

Pada sesi kali ini juga turut mengikuti, H. Jaja Subagja., M.Pd; Ust. H. Addien., Lc, Pimpinan Ponpes Al-Multazam; Imin Rochimin., M.Pd, M.Pd.I, Guru dan Pegiat Inovasi Pembelajaran. Sementara itu kegiatan ini dimoderatori oleh Mojang Kuningan Pinilih 2018 Widi Mauliandini yang sekarang sedang menempuh pendidikan Sastra Inggris Universitas Kuningan.

Aan Rukmana menyampaikan bahwa terkait pendidikan terdapat empat poin penting yang perlu diwujudkan dari berbagai level baik pemerintah atau swasta, berbagai jenjang dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, dan dari berbagai daerah baik desa maupun kota. Empat poin tersebut diantaranya adalah Thinking Skill, Leadership, Enterpreneurship, dan Kolaborasi. Dimana poin-poin tersebut tidak hanya sebagas teori, namun juga harus dilaksanakan dalam prakteknya.

Mengenai berbagai keterampilan diatas, beberapa sekolah di Kabupaten Kuningan juga sudah melakukan upaya untuk melatih keterampilan siswa-siswinya. Diantaranya adalah kegiatan Smanda Science Fair (SSF) di SMAN 2 Kuningan, Expo dan Kreasi antar Pelajar (Kristal) yang kemarin diselenggarakan berskala 3 provinsi yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten dari Ponpes Al-Multazam. 

“Dengan kegiatan Smanda Sience Fair (SSF) itulah muncul anak-anak yang mandiri, tangguh, ulet dan tahan banting, mulai dari kepemimpinan dan jiwa entrepreneurship.”, ujar Jaja Subagja. 

Selain itu menurut Ust Addien, penanaman mindset pada siswa juga penting yang harus didukung oleh pihak sekolah dan juga sarananya. Dimana penanaman yang tidak hanya dalam sisi aplikasi manajerialnya saja namun mindset juga harus ditanamkan dalam proses pendidikan.

“Mindset yang selalu kami ajarkan kepada para santri diantaranya yaitu Aqliyatul handasah (mindset engineering/ berfikir makro), Aqliyatul At-Taskhiir (mindset penaklukan/ tidak ada yang tidak mungkin), Aqliyatul At-Tajriib (mindset empirik/ eksperimen), dan Aqliyatul Ibda’ie (mindset inovasi), dengan disertai hal-hal lainnya seperti wirausaha, kepemimpinan, tangguh jawab, amanah, jujur, yang kaidah-kaidah standarnya berdasarkan Al Quran.” 

Imin Rohimin, guru yang sudah berpengalaman dalam dunia pendidikan juga menegaskan bahwasannya penanaman nilai-nilai dasar agama dan juga keseimbangan orientasi berilmu dalam pendidikan menjadi suatu hal yang penting. Sehingga dengan ilmu dapat membaca dan menghadapi tantangan zaman yang semakin baru dan karakter-karakter pembaharu tersebut harus dipegang oleh orang-orang yang akan menghadapinya. 

“Bicara inovasi tentang pendidikan dalam Islam kita kenal Tajdid bi Tarbiyah, gerakan pembaharuan pendidikan harus ada dan berkembang metodanya dan dikaitkan dengan karakter entrepreneurship. Kaitannya dengan pembentukan karakter yang pertama adalah harus ditanamkan nilai-nilai ajaran Islam, karena apapun yang menjadi dasar adalah pendidikan agama maka semuanya akan menjadi Ibadah.”, sambung Imin.

Masih kata Imin, bahwa “Inovasi pendidikan adalah seni untuk memanusiakan manusia secara manusiawi dan oleh manusia. Harus inspiratif bagi orang-orang disekitarnya sehingga bisa membaca diri, lingkungan dan juga masa depan.”. Di akhir sesi juga Jaja menegaskan bahwa dalam menguatkan karakter siswa-siswinya adalah dengan keteladanan dari semua kalangan khususnya seorang pendidik.

Terakhir Founder KKIC, Ade Kadarisman menambahkan bahwasannya dalam kewirausahaan tidak hanya antara jual dan beli saja, akan tetapi penanaman jiwa kewirausahaannyalah yang menjadi poin penting dalam penanaman karakter siswa. Selain itu inovasi akan tumbuh dan berjalan dengan ekosistem yang tepat, bagaimana konteks realita di masyarakat, maka perlunya semua pihak membentuk ekosistem tersebut. (Tim KKIC/Teguh Jati Purnama)

Collective behavior kebudayaan Collective Ideas intisari pendidikan

Komentar

Berita Terkait