Pengamat Aviasi Nasional Puji Manajemen Garuda dan Merpati Airlines

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-12-02 20:02:23+07

Pengamat Aviasi Nasional sfsf.jpg

Pengamat Aviasi Nasional Arista Atmadjati.

 

Kuningan – Kebutuhan terhadap angkutan kargo dan pengiriman logistik terus melonjak di atas dua digit per tahun. Pertumbuhan ini didominasi oleh pengiriman barang-barang e-commerce yang volumenya mengalami peningkatan lebih dari 50 persen per tahun.

Hal itu seperti diungkapkan Pengamat Aviasi Nasional Arista Atmadjati, kepada bingkaiwarta.com melalui pesan instan WhatsApp, Senin (2/12/2019).

Menurut dia, tingginya arus pengiriman barang e-commerce yang sensitif terhadap waktu dan butuh kecepatan sampai ke tujuan ini menjadikan alasan bagi perusahaan logistik dan maskapai penerbangan untuk meningkatkan layanannya.

“Salah satunya adalah Garuda Indonesia Cargo yang siap mengoperasikan pesawat freighter sendiri. Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah memiliki pesawat kargo yang akan dioperasikan di Papua bulan Januari tahun depan, guna melayani pelanggan kargo Merpati Air Lines,” kata Arista.

Untuk melayani itu, pesawat kargo Boeing 737-500 yang berkapasitas 12 ton telah diluncurkan tepat pada Hari Pahlawan Nasional di Hanggar GMF Cengkareng, Minggu (10/11/2019) lalu.

Dengan harapan akan menjadi milestone dan terciptanya ekosistem industri penerbangan di Indonesia yang sehat dengan kembali bangkitnya Merpati Nusantara Airlines sebagai salah satu maskapai nasional Indonesia untuk mengoptimalisasikan di Indonesia.

Sebagai pengamat aviasi nasional, Arista mengatakan rute pesawat kargo tersebut akan melayani wilayah Papua dengan tahap awal operasi pada rute Jayapura-Wamena. Pesawat kargo ini akan mendistribusikan barang dari mulai semen, beras, obat-obatan, minyak tanah, bensin dan lain-lain.

“Jadi, memang demand kargo di Papua, khususnya di Wamena sangat tinggi. Sehari itu bisa mencapai 700 ton. Jadi, bisa dibayangkan demandnya sangat tinggi, sedangkan kapasitas pesawat kita itu sekali terbang hanya 12 ton,” kata Arista.

Arista pun sangat mengapresiasi terhadap manajemen Garuda Indonesia dan Merpati yang telah berupaya untuk membantu pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan di Papua khususnya di Biak Numpor dan dapat menjadi peluang bagi komoditas unggulan yang ada di Biak. (Abel Kiranti)

8 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM, EKONOMI

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com












Berita Terkini

Categories