Pertama Di Indonesia, 'SIDAKEP' Teknologi Digital Disdukcapil Kuningan Untuk 376 Desa/Kelurahan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-02-12 09:44:36+07

photo_2019-02-12_09-41-42.jpg

Peserta Bimtek Sidakep dari tiap desa dan kelurahan se-Kuningan tampak serius mempelajari cara penggunaan aplikasi digital pertama Disdukcapil Se-Indonesia.

 

Kuningan – Menjawab tantangan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil dalam Rakornas I di Makasar, bahwasanya dalam menghadapi tahun politik Disdukcapil di daerah harus 'Go Digital' mulai diterapkan di Kuningan. Pelayanan informasi data kependudukan di desa dan kelurahan harus bisa beroperasi 24 jam dalam sehari. Hal ini disebab Meningkatnya permintaan data kependudukan dari desa/kelurahan se-Kuningan dimana selama ini pihak desa harus datang langsung ke Kantor Disdukcapil, ini bisa merepotkan petugas desa.

Apalagi saat ini menjelang pemilu 17 April, permintaan data kependudukan tentu meningkat tajam. Hal ini diutarakan Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) H Muhamad Mutofid S.H, M.T. kepada bingkaiwarta.com disela-sela acara Bimbingan Teknis penerapan Aplikasi SIDAKEP (Sistem Informasi Data Kependudukan), di Gedung Pertemuan Wanita Kabupaten Jl. Sukarno Hatta Cigintung. pukul 10:00 WIB, Senin (11-02-2019)

“Ini pertama di Indonesia, menjawab tantangan rakornas, dengan aplikasi ini tiap desa dikasih 'user name' dan 'password' yang berbeda, dan bisa mendownload data kependudukan yang ada di Dirjen Dukcapil,” jelas Mutofid.

Tambahnya, Aplikasi Sidakep di tiap desa/kelurahan akan terjaga privasinya, sehingga tiap desa hanya bisa mengakses data di wilayahnya saja. Aplikasi ini jg dapat menghilangkan perbedaan data desa dengan Disdukcapil Kuningan, karena yang download berasal dari satu sumber yaitu Dirjen Dukcapil.

"Jadi sekarang minta data kependudukan sudah tidak perlu lagi ke Disdukcapil, bisa langsung di akses dengan koneksi internet," ujarnya.

Acara ini akan diselenggarakan selama 3 hari, dan dari pantauan bingkaiwarta untuk hari pertama telah hadir 125 petugas desa. Mereka tampak mempelajari dengan serius tata cara penggunaan aplikasi melalui laptop yang dibawa masing-masing.

Ketika disinggung kemungkinan penyalahgunaan atau gangguan keamanan di dunia maya, Muhamad Mutopid menegaskan, fungsi user name dan password yang diberikan akan mencegah hal tersebut. Ditambah lagi tidak sembarangan jaringan internet bisa mengakses. Disdukcapi menerapkan VPN (Virtual Private Network) sebuah teknologi baru dalam dunia jaringan dimana data yang mengalir sulit dilacak "hantu" dunia maya yang disebut "Hacker dan Cracker". (Bubud Sihabudin)

 

12 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com



















Berita Terkini

Categories