1,375
Tuesday, 13 October 2020 20:25 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Pertemuan Nuzul Ke Husnul Khotimah Belum Tuntaskan Masalah "Diksi Limbah"

Pertemuan Nuzul Ke Husnul Khotimah Belum Tuntaskan Masalah "Diksi Limbah"

Bingkaiwarta, JALAKSANA - Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, akhirnya sowan ke Ponpes Husnul Khotimah, Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangan Nuzul ke Ponpes Husnul Khotimah tiada lain yaitu untuk mengklarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya baik selaku pribadi, maupun sebagai Ketua DPRD terkait diksi "limbah" yang menjadi viral.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun bingkaiwarta.com, kedatangan Nuzul ke Ponpes Husnul Khotimah ternyata tidak sendiri. Ia didampingi oleh Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, Ketua MUI Kabupaten Kuningan, Anggota Dewan Pembina KH Achiddin Noor MA, Ketua umum Yayasan Husnul Khotimah, Juru Bicara Husnul Khotimah, H.Sanwani, dll.
 
Juru Bicara Ponpes Husnul Khotimah, H. Sanwani saat dikonfirmasi bingkaiwarta.com menjelaskan, acara pertemuan tadi diawali dengan penyampaian maksud kedatangan Ketua DPRD, Nuzul Rachdy. 
 
"Dalam sambutannya, Bapak Nuzul Rachdy menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap musibah Covid-19 di Husnul Khotimah. Beliau juga memohon maaf atas pernyataannya yang kemudian sangat diluar dugaan. Dengan segala kerendahan hati sebagai manusia biasa memohon maaf dan mencabut pernyataannya," jelas Sanwani.
 
Sanwani menambahkan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Anggota Pembina Yayasan Husnul Khotimah, KH Achiddin Noor yang melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 di Ponpes Husnul Khotimah kepada Bupati Kuningan dan menyampaikan nasehat-nasehat kepada Nuzul Rachdy. 
 
"Pak Bupati juga menyampaikan, selaku bupati juga Ketua DPC PDIP, mudah-mudahan ini sebagai penyesalan yang mendalam dari Pak Nuzul dan berharap polemik ini segera berakhir," ujarnya.
 
Sementara, dari Ketua MUI menyampaikan tausiyah tentang setiap orang pasti bersalah dan sebaik-baiknya yang bersalah adalah yang mengakui dan tobat dengan kesalahannya. Dan, di akhir pembicaraan, KH Achiddin Noor menanggapi permintaan maaf Nuzul Rachdy. "Beliau mengatakan, Al muslimuna ala syurutihim. Muslim itu terikat dengan persýaratan-persyaratan. Saling memaafkan bisa terjadi, jika memenuhi syarat-syarat. Diantara syarat yang disampaikan adalah pernyataan sikap Yayasan Husnul Khotimah yang dikeluarkan pada tanggal 5 Oktober 2020 point ketiga, yaitu kami menuntut saudara Nuzul Rachdy untuk mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf yang dimuat di koran/media lokal dan nasional selama lima hari berturut-turut," jelas Sanwani.
 
Sanwani menegaskan, inti dari pertemuan ini belum terjadi saling memaafkan. "Intinya, belum terjadi saling memaafkan. Sedang dalam proses. Kita tunggu beberapa hari kedepan," tegasnya. (Abel Kiranti)
DPRD MUI Husnul Khotimah Covid19 Nuzul Rachdy

Komentar

Berita Terkait