Pihak Penyelenggara Pameran Pembangunan Mengeluh ke Pemda Kuningan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-09-16 16:30:56+07

Pihak Penyelenggara fffefe.jpg

Direktur Perusahaan Daerah Anek Usaha Kabupaten Kuningan Imam Rozali, ST.

 

Kuningan – Pasca pelaksanaan Pameran Pembangunan bertajuk Pekan Raya Kuningan (PRK), Perusahaan Daerah (Perumda) Aneka Usaha selaku pihak penyelenggara mengeluhkan beberapa hal kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan.

Direktur Perumda Aneka Usaha Imam Rozali, ST, memaparkan, hal pertama yang dikeluhkan adalah lambatnya penunjukan panitia penyelenggara dan lokasi pelaksanaan. Terkait kedua hal itu, Imam menilai mendadak karena diluar prediksi pihaknya.

Sebab, kata Imam, Perumda Aneka Usaha hanya diberi waktu satu bulan untuk menata lokasi yang dipusatkan di Terminal Tipe A Kertawangunan. Padahal pihaknya sudah membuat rencana matang selain di terminal, juga seharusnya waktu persiapan itu minimal 3 bulan sebelum pelaksanaan.

“PRK yang sudah merupakan acara tahuan Pemda Kuningan dalam persiapannya harus dimulai tiga bulan sebelumnya supaya dalam pelaksanaannya sesuai dengan konsep yang dibuat. Sedangkan PDAU menerima surat keputusan (SK) dari Pemda satu bulan pada pelaksanaan. Sehingga semua rencana penyelenggara harus dinolkan, dan harus mendesain kembali dalam waktu singkat,” kata Imam, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dengan pemberitahuan yang mendadak itu Perumda Aneka Usaha harus bekerja lagi dari awal karena tidak sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Sehingga, hasilnya pun kurang memuaskan.

Semula, Perumda Aneka Usaha mendesain lokasi pameran pembangunan digelar di Open Space Gallery (OSG) Kertawangunan. Namun tiba-tiba saja dipindah ke Terminal Tipe A Kertawangunan. Hal ini selain membuat pihaknya harus memetakan kembali lokasi stand dari awal, dikhawatir pula akan banyak stand yang kosong karena jumlah peserta pendaftar tidak sebanding dengan luas Terminal Tipe A Kertawangunan.

“Tebukti dalam pelaksan awal pembukaan hingga hari ketiga masih banyak stand yang kosong. Karena memang peserta lebih memilih di luar ketimbang di dalam area,” katanya.

Pihaknya kebingungan mencari peserta tambahan karena Terminal Tipe A Kertawangunan terlalu luas sehingga muncul zonasi yang membedakan antara peserta di dalam dan di luar terminal.

Peserta di dalam banyak mengeluh karena keuntungan mereka tidak sebanding dengan pengeluaran. Pada akhirnya, peserta banyak yang bubar dengan sendirinya sebelum waktu penutupan dan banyak pula yang tidak melunasi kekurangan biaya pendaftaran.

“Jadi ini koreksi saja buat Pemda. Kedepannya harus dipetimbangkan untuk penetapan lokasi PRK antara Pandapa dengan Teminal. Nah kalau di Pandapa lokasinya terlalu kecil, sedangkan di Terminal juga terlalu luas. Bayangkan PDAU menerima SK dari Pemda sebulan sebalum hari H, dan harus menata di terminal bis yang begitu luas dalam waktu kurang dari satu bulan. Padahal PDAU sudah membuat perencanaan di Open Space Gallery, tapi berubah karena lokasi di terminal bis. Kan membuat bingung, karena susah mencari sponsor dan lainnya,” ungkapnya. 

Sementara terkait rencana awal memilih di OSG Kertawangunan karena mendengar isu pemilihan panitia penyelenggara pameran pembangunan akan dilelang. Sehingga, dengan kurangnya keyakinan Perumda Aneka Usaha bakal ditunjuk, Imam membuat konsep sederhana di OSG Kertawangunan.

Kendati demikian, dengan upaya maksimal Perumda Aneka Usaha akhirnya membuat 272 stand dan tersisa 16 stand kosong. Sementara terkait pendapatan pihaknya belum bisa merinci apakah untung atau rugi.

“Pendapatan belum terekap seluruhnya apakah untung atau rugi. Kami selaku penyelenggara juga harus membayar pajak ke Pemda meski pihak Pemda tidak menyuntik dana gelaran PRK ini. Kalau estimasi awal sih gampang saja memprediksinya, tetapi kan pada kenyataannya sangat tidak sesuai harapan,” sebutnya.

Pihaknya menyebut keuntungan memang berasal dari peserta stand pameran pembangunan. Namun peserta hanya membayar Dana Pertama (DP) dan sisanya dipungut setiap hari, “Tapi hanya berjalan beberapa hari saja selanjutnya pada tidak bayar. Itupun buat bayar tenda sama listrik dan lainnya,” ujarnya.

Diakhir, ia menyarankan untuk tahun depan pelaksanaan pameran pembangunan bisa melibatkan panitia selain Perumda Aneka Usaha, “Lebih baik dikasihkan ke perumda-perumda lainnya. Seperti PDAM, BPR dan lainnya. Biar sama-sama bisa merasakan enak tidaknya menjadi penyelenggara PRK,” tandasnya. (Abel Kiranti)

1 month ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories