Polisi Gadungan Pelaku Pemerasan Diamankan Anggota Polsek Jalaksana

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2016-10-02 14:52:39+07

Polisi Gadungan Pelaku Pemerasan Diamankan Anggota Polsek Jalaksana.jpg

Er, 23, dan Dd, 31, warga Desa Bagjasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, diamankan anggota Polsek Jalaksana, setelah melakukan aksi pemerasan terhadap 2 remaja warga Cirebon, dengan mengaku sebagai anggota kepolisian Polda Jabar.

 

Kuningan – Er, 23, dan Dd, 31, warga Desa Bagjasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, diamankan anggota Polsek Jalaksana, setelah kedapatan memeras dua remaja asal Cirebon, di kawasan obyek wisata Sankanhurip, Kecamatan Cigandamekar, Kuningan, dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polda Jawa Barat, Sabtu malam (01/10).

Salah seorang anggota Polsek Jalaksana, Aipda Solachudin yang melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga pelaku pemerasan itu menuturkan, bahwa pada Sabtu (01/10), sekitar pukul 17.30 WIB, pihaknya kedatangan Sarki, 50, warga Rt. 01/01, Desa Buntet, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, yang melaporkan, jika dirinya telah mendapatkan telepon dari orang yang menangkap anaknya, dengan minta tebusan sejumlah uang.

“Ayah korban melaporkan, bahwa anaknya telah ditangkap oleh orang yang mengaku anggota kepolisian dari Polda Jabar, di sekitar kawasan wisata Sangkanhurip, dan jika anaknya ingin dibebaskan, pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp. 3,5 juta,” tutur Solachudin kepada BINGKAI WARTA, Minggu (02/10).

Selanjutnya, kata Solachudin, dengan siasat jebakan memancing melakukan pertemuan di taman Cirendang (Tamcir), Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, untuk menyerahkan uang, dan setelah disanggupi pelaku, ayah korban bersama 3 anggota Polsek Jalaksana-pun bisa menangkap 2 orang Polisi gadungan tersebut.

“Kami melakukan siasat, dengan cara orang tua korban janjian di taman Cirendang untuk menyerahkan uang tebusan. Dan setelah berada di Tamcir, lalu kedua pelaku muncul untuk mengambil uang, kami bertiga langsung menangkap pelaku, serta kemudian menyerahkannya ke unit Jatrantas, Sat Reskrim Polres Kuningan,” katanya.

Sementara itu, Andri, 21, warga Rt 01/01, Desa Buntet, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon yang menjadi korban pemerasan mengaku, saat dia dan Alex temannya tengah berboncengan membawa sepeda motor untuk pulang ke Cirebon, setelah berkunjung dari rekannya yang ada di Jalaksana, dari awal berangkat terus di kuntit pelaku.

Saat memasuki jalan baru yang ada di Kecamatan Cilimus, lanjut dia, pelaku memepetkan motornya, sekaligus menyuruhnya berhenti, “Setelah saya menghentikan motor yang saya kendarai, kedua orang yang mengaku anggota Polda Jabar itu merebut kunci motor saya, kemudian memborgol tangan saya dan teman saya,” beber Andri.

Andri menjelaskan, setelah tangan dia dan temannya diborgol, mereka dinaikan ke atas mobil dan dibawa berputar putar, hingga ke Sangkanhurip. Diperjalanan saat berputar putar itulah pelaku meminta korban menghubungi keluarganya melalui handphone untuk meminta tebusan sebesar Rp. 5 juta per orang, jika ingin di bebaskan.

“Setelah itu ayah saya langsung ke Kuningan, untuk melaporkan kejadian ini pada Polisi, sekaligus meminta bantuan untuk menjebak pelaku. Atas saran dari Polisi, ayah saya berpura-pura menyanggupi permintaan pelaku dan akan menyerahkan uang sebesar Rp. 3 juta, di taman Cirendang. Padahal sebelumnya pelaku minta ketemu di Kadipaten, dengan berpura pura mau pulang ke Bandung, namun ketika mendengar ayah saya mau menyerahkan uang di Tamcir, mereka menyanggupi, dan akhirnya merekapun berhasil diringkus Polisi,” terangnya. (T. Budiman/ Elly Said)

 

 

 

3 years ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories