Prepare Acara Puncak Seren Taun 2017

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2017-09-13 15:52:22+07

photo_2017-09-13_14-09-40 ok.jpg

Saung Lisung Indung Yang Akan Di Jadikan Tempat Menumbuk Padi Pada Acara Puncak Seren Taun, Kamis (14/09/2017).

 

Kuningan - Seren Taun atau ungkapan syukur dan do'a kepada Tuhan Yang Maha Esa dari masyarakat Sunda atas berkah dan limpahanNya, terutama di bidang pertanian di gelar oleh masyarakat Cigugur dari tanggal 09 sampai tanggal 14. Acara di laksanakan di depan Paseban Tri Panca Tunggal Kelurahan Cigugur, Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Tradisi yang sudah berlangsung sejak jaman nenek moyang ini, memang dalam proses perjalanannya sempat di hentikan pada tahun 1982, namun pada saat pemerintahan Gus Dur yaitu pada tahun 1999 acara ini bisa kembali berjalan sampai sekarang. Seperti biasanya, acara Seren Taun ini akan dimulai dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB sampai malam dimana acara puncak ini akan di laksanakan pada hari Kamis (14/09/2017).

Acara diawali di depan gedung Paseban dengan pagelaran kesenian tradisi (tari jamparing apsari, angklung kanekes, angklung buncis,tari buyung,dan festival memeron) kemudian Ngajayak membawa hasil pertanian padi dan buah beuti masuk ke gedung Paseban melaui Pendopo ke ruang Jinem. Setelah penyerahan padi dan hasil pertanian lainnya, ada sambutan-sambutan, kemudian ada Rajah, lalu Pupuhu Adat/Ketua Adat akan memimpin para tamu undangan ke arah Taman Sari Paseban Yaitu arah Saung Lisung Indung untuk penumbukan padi. Setelah selesai warga akan menumbuk padi juga secara bersamaan.

Penumbukan padi yang rutin di gelar pada tgl 22 Rayagung ini mempunyai makna tersendiri.Yaitu bilangan 22 sebagai rangkaian bilangan 20 dan 2. Padi yang di tumbuk pada puncak acara nanti sebanyak 22 kwintal dengan pembagian 20 kwintal untuk di tumbuk dan di bagikan kembali kepada masyarakat,dan 2 kwintal akan di gunakan sebagai benih. Bilangan 20 untuk merefleksikan unsur anatomi tubuh manusia. Dimana baik laki-laki ataupun perempuan memiliki 20 sifat wujud manusia.

Untuk acara Seren Taun kali ini di isi dengan berbagai macam kegiatan, tidak hanya acara-acara ritual yang bersifat sakral saja, tetapi ada juga kesenian dan hiburan. Bahkan ada juga pameran yang menyediakan hasil karya/olahan masyarakat Cigugur sendiri, serta pengobatan gratis dari RS KMC.

 "Seren Taun ini terdiri dari beberapa komunitas lingkung seni dari Paseban, ada dari lingkung seni Purwawirahma, Komunitas Tarawangsa dari Sumedang, lantas yang biasa rutin ikut serta di acara ini yaitu Kanekes dari Baduy Dan siswa-siswi sekolah yang memang mau ikut serta meramaikan acara Seren Taun kali ini. Bahkan tidak ketinggalan pula komunitas Karinding Kuningan ikut terlibat di dalamnya," Ungkap Nana Kuryana (45) selaku Kordinator bidang satu yang meliputi Humas, Publikasi, Keamanan, Transfortasi, Dokumentasi dan Dana kepada Bingkai Warta, Rabu (13/09/2017).

Tema yang di usung dalam Seren Taun kali ini adalah Memperkokoh Adat Untuk Memperkuat Karakter Bangsa. "Sesuai dengan kondisi Negara saat ini, kami ingin dengan acara Seren Taun ini, bisa lebih meningkatkan lagi rasa Nasionalisme, Rasa Gotong royong, Rasa Persatuan, tanpa harus membedakan Ras, Suku, Agama, dan Keyakinan. Kami ingin satu sama lainnya bisa bersinergis agar karakter bangsa kita kembali bangkit dan generasi muda bisa lebih mencintai lagi akan budayanya sendiri. secara pribadi,saya ingin upacara serem taun ini tidak hanya di jadikan sebagai tontonan belaka. Tetapi menjadi tuntunan dalam keseharian kehidupan masyarakat kita. Artinya apa yang tercermin di dalam persiapan, proses, pelaksanaan Seren Taun harus terus terpupuk dalam keseharian. Agar rasa persatuan dan kegotongroyongan terus akan terbina," pungkas Nana.(Abel Kiranti)

11 days ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com




Berita Terkini

Categories