802
Tuesday, 19 May 2020 18:56 (7 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

PSBB Diperpanjang atau Tidak, Pemkab Masih Menunggu Putusan Pemprov

PSBB Diperpanjang atau Tidak, Pemkab Masih Menunggu Putusan Pemprov

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Berbagai langkah strategis terus dilakukan Pemkab Kuningan guna meminimalisir penyebaran virus corona.

Untuk mengambil berbagai kebijakan terkait kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan, Pemkab Kuningan melakukan Rapat Koordinasi dengan Jajaran Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kuningan bertempat di Pendopo Kabupaten Kuningan Selasa(19/5/2020).

Rapat tersebut dihadiri Bupati Kuningan, Sekda Kuningan, Dandim 0615 Kuningan, Kapolres Kuningan, Kepala Dinkes Kuningan, Direktur RSUD 45 Kuningan, Ketua IDI Kuningan dan Kalak BPBD Kuningan.

Dalam rakor terbatas tersebut Bupati Kuningan H. Acep Purnama menuturkan tentang PSBB di Kabupaten Kuningan apakah akan diperpanjang atau tidak, masih menunggu hasil koordinasi yang telah dilakukan dengan Pemprov Jabar.

"Maksud saya hari ini provinsi sedang mengambil keputusan, besok seperti apa saya sambil menunggu, tapi saya setuju kalau PSBB untuk Kuningan masih akan berlanjut dengan di mungkinkan dengan pengecualian-pengecualian,” kata Acep.

 Dikatakannya, dirinya sangat prihatin dengan kejadian di Cikaso, dari yang terpapar kemarin 2 orang menjadi 11 dan sekarang 6 orangnya positif swab.

“Saya menyimpulkan hari ini kita akan mengupayakan mereka untuk di rawat di rumah sakit pemerintah dan kita akan memberlakukan isolasi di wilayah Cikaso terutama di Dusun Puhun,” ungkapnya.

Pemkab Kuningan, lanjutnya, akan sterilkan dengan melakukan penyemprotan disinfektan 1 hari 2 kali penyemprotan, kemudian untuk Cluster Cikaso sendiri tetep akan dilakukan penjagaan secara ketat.

“Khususnya masyarakat Cikaso tidak banyak berkomunikasi dengan keluar Cikaso, demikian juga dengan masyarakat luar di usahakan tidak datang dulu ke Cikaso. Untuk penjemputan pasien di harapkan dengan kesadaran sendiri apabila tidak mau sesuai protokol harus di jemput paksa" ucap Acep.

Lebih lanjut bupati menegaskan, terkait tempat-tempat wisata lebaran tahun ini tetap tutup, . Ia menginginkan pasca Lebaran tidak ada kegiatan yang banyak massanya, karena melihat perkembangan masyarakat di pasar-pasar dan toko-toko modern yang sulit dikendalikan.

“Dengan terpaksa, hari ini saya akan mengeluarkan surat keputusan untuk semua toko-toko non sembako akan di tutup, seperti toko Yogya, Fajar, Terbit, Surya dan lainnya yang menjual fashion apapun juga akan di tutup,” tegasnya.

Tetapi, tambahnya, untuk marketnya yang menjual kebutuhan sehari-hari yakni sembako, Acep menysilahkan tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan covid.

Sementara untuk toko emas, toko elektronik, toko hape akan ditutup mulai pukul 12.00 WIB. Acep melihat ada kekhawatiran dengan kunjungan warga yang tidak bisa dikendalikan lagi.

"Atas dasar itu menjadi landasan berpikir saya bersama tim gugus tugas. Satu sisi di tengah keprihatinan masyarakat masih banyak yang membeli fashion dan di tengah keprihatinan masih banyak masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak ada kaitanya dengan situasi covid-19 ini," ujarnya.

Kebijakan yang diambil Pemkab Kuningan, Acep menegaskan semua diambil demi kesehatan dan keselamatan bersama, serta bersama-sama untuk disikapi dengan sadar.

Ia berharap, masyarakat tidak konsumtif untuk hal yang tidak penting di tengah wabah saat ini. “Karena perlu disadari bersama, masih banyak saudara kita yang hidup dalam keprihatinan di situasi covid-19,” pungkasnya. (Abel Kiranti)

PSBB Diperpanjang Pemkab Kuningan Pemprov Jabar Covid-19

Komentar

Komentar telah di non-aktifkan untuk postingan ini

Berita Terkait