Pulang Kampung Untuk Kembangkan dan Majukan Dunia Batik Kuningan

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-10-17 19:23:46+07

Pulang Kampung Untuk Kembangkan sfsf.jpg

Founder Batik Janari Euis Rohaini, dan Tokoh Muda Refino, di salah satu rumah makan ternama di Kecamatan Jalaksana, Senin (14/10/2019).

 

Kuningan – Salah satu pengrajin batik asal Kabupaten Kuningan yang lebih aktif berbisnis di daerah lain dan sudah memiliki segmen pasar internasional Euis Rohaini, membulatkan tekad untuk “pulang kampung” guna mengembangkan dan memajukan dunia perbatikan di Kota Kuda.

 

Langkah itu diambil setelah ia melihat potensi dan sumber daya di Kabupaten Kuningan yang menggugahnya untuk mengembangkan produk di tempat tinggal sendiri agar mampu menembus pasar mancanegara.

Upaya pertama yang akan dilakukan oleh Euis adalah dengan membuka sentra batik bernama Janari yang akan dilaunching pada akhir tahun 2019 ini. Menurut Euis, Janari nantinya akan memproduksi batik dan anyaman bambu dengan perca batik asli dari Kuningan.

“Yang akan dikedepankan oleh Batik Janari ini kita kedepankan originalitasnya. Adalah kami menginginkan itu (batik) diproduksi oleh orang Kuningan. Jadi kami mempersiapkannya adalah embrionya asli embrio Kuningan. Kami tidak ingin memproduksi produk dari luar kemudian kita klaim sebagai produk orang Kuningan. Jadi kami ingin embrionya adalah embrio yang dibuat oleh orang Kuningan,” kata Euis, didampingi Tokoh Muda Refino, kepada bingkaiwarta.com, di salah satu rumah makan ternama di Kecamatan Jalaksana, Senin (14/10/2019).

Euis optimis membuka Batik Janari karena banyaknya produsen batik di Kuningan tetapi mereka seolah kebingungan ketika akan memasarkannya. Sehingga, dengan kehadiran dirinya yang sudah memiliki segmen pasar luas diharapkan dapat membantu proses pemasaran, sekaligus pertemuan dengan pembeli.

“Tapi untuk produksinya kita sekarang harus banyak menggandeng UKM-UKM, yang sebelumnya sudah dilakukan di Jawa Timur sampai ke Tasik, nah sekarang untuk kembali membangun desa, ke Kuningan, semoga harapannya adalah demand market yang sudah ada bisa disuplai juga oleh Kuningan,” ujarnya.

Saat ini, kata Euis, permintaan prodak atas nama Euis Rohani sudah mencapai 4 kontainer per bulan. Dengan jumlah permintaan yang tinggi itu brand Euis sudah mampu menembus pasar ekspor ke beberapa negara seperti Jepang, Rusia, Dubai, dan Itali.

“Marketnya sudah ada. Ini kabar baik menurut kami, ini adalah kabar baik bahwa bukan hanya berproduksi, tapi segmennya dulu sudah ada, marketnya sudah ada, dan kami perlu suplai yang banyak dari Kuningan,” tuturnya.

Selama ini, lanjut dia, dengan pengalaman mengambil beberapa produk dari Cilacap, Kebumen, Tasik, Garut hingga Majalengka, dirinya terpacu untuk memberdayakan produsen batik Kuningan sehingga minimal mampu mengekspor 1 kontainer per bulan.

“Syukur-syukur bisa lebih gitu kan. Jadi nanti saya kepengen setiap yang saya bina itu dia bisa mengirimkan yaitu satu kontainer langsung berangkat dari Kuningan. Ya nanti pengennya atas nama Kuningan gitu,” sebutnya.

Untuk itu, tambah dia, sebagai keturunan asli Kuningan, sesuai dengan peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, ia akan berupaya untuk mengangkat nama tanah kelahirannya.

“Saya juga nggak mau daerah sendiri ibaratnnya tidak maju lah istilahnya, walaupun sekarang Kuningan sudah banyak perubahan, dan saya berharap Kuningan bisa lebih maju lagi,” ungkapnya.

Sementara terkait filosofi Janari sendiri, dikatakan Refino, “Janari itu adalah satu titik matahari yang akan terbit, sebelum matahari itu terbit kita panggil itu adalah Janari. Itu titik cerah, titik cerah dimulainya hari, Janari. Jadi semoga ini juga titik cerah untuk Kuningan, titik cerah bahwa kita bisa memberdayakan masyarakat Kuningan yang tadinya konsumtif jadi produktif,” katanya.

Sedangkan untuk bocoran terkait motif, Batik Janari akan mengambil ikon-ikon yang muncul di Kabupaten Kuningan seperti batik Adipati Ewangga, Gunung Ciremai dan endemik-endemik lainnya yang ada di Kuningan.

“Jadi yang paling penting benang merahnya adalah market atau pun demandnya sudah ada, kita perlu suplai. Walaupun temen-temen yang batik di Kuningan sekarang sudah ada, harapannya market mereka akan semakin luas dengan adanya Janari,” tutupnya.(TedyAgeng)

1 month ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, SENI & BUDAYA, EKONOMI

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories