851
Monday, 05 July 2021 20:06 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Pusat Isolasi Covid Telah Dibuka, Dinkes Kuningan Jelaskan Aturannya

Pusat Isolasi Covid Telah Dibuka, Dinkes Kuningan Jelaskan Aturannya

Bingkaiwarta, CIKASO - Pusat Isolasi Terpadu Covid-19 yang berlokasi di Gedung Pusdiklat  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Desa Cikaso, secara resmi telah dibuka oleh Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Senin (5/7/2021). 

Bupati mengatakan, angka kasus Covid-19 di Kuningan semakin meningkat, maka diperlukan upaya atau ikhtiar dalam mengatasi dan mengantisipasi bagaimana menekan laju perkembangan Covid-19. 

"Hal ini semata –mata untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sejalan juga dengan Intruksi  Mendagri No 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat," tutur Acep. 

Dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak terkait penyediaan pusat isolasi tersebut, Ia menargetkan kesembuhan pasien Covid-19 meningkat dan menekan angka kematian. 

Acep menambahkan, Pusat Isolasi Terpadu Covid-19 ini memiliki kapasitas untuk menampung  sekitar 158 pasien. Dengan rincian, lantai 1 untuk pasien perempuan dengan 19 kamar dan 2 tempat tidur. Untuk pria ada di lantai 2 dengan 38 tempat tidur. 

Selain itu, tambahan Ruang Aula yang memiliki  40 tempat tidur (laki-laki dan perempuan, terpisah tirai), dan memiliki  cadangan   17 kamar (bangunan lama) dengan 34 tempat tidur. 

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Kuningan, Dr.Susi, menjelaskan syarat bagi pasien isolasi diantaranya, memiliki KTP/surat keterangan domisili dari Lurah/ Kepala Desa setempat, Kartu Pelajar, dan Kartu Keluarga. 

"Kondisi pasien yang perlu diisolasi di sini ialah mereka yang didiagnosis sebagai terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan yang dibuktikan dengan menunjukkan hasil Swab PCR/antigen positif yang mendapatkan rujukan dari Puskesmas," sambung Susi. 

Kadinkes menjelaskan, pasien berusia kurang dari 15 tahun harus didampingi dengan orang tua/orang dewasa yang terkonfirmasi Covid-19. 

"Pasien yang berusia lebih dari 60 tahun, dikatakan Kadinkes Kuningan, dapat diterima jika tanpa komorbid yang dalam kondisi terkontrol dan sudah mendapatkan pengobatan rutin dari dokter yang berwenang," imbuhnya. 

Sementara itu, untuk Alur Penerimaan Pasien, Kadinkes menerangkan, admin menerima panggilan  telepon dari Puskesmas, lalu admin menginformasikan ketersedian kamar. Kemudian Admin menginformasikan kedatangan pasien kepada penjaga, penjaga menerima pasien sebelumnya menanyakan tentang kelengkapan administrasi. 

Setelah cek kelengkapan dan dinyatakan lengkap penjaga mengantarkan pasien ke tempat pemeriksaan dan memberitahu petugas jaga, Dokter/Perawat melakukan pemeriksaan kepada pasien dengan memakai APD.

Adapun waktu penerimaan pasien disebutkan Kadinkes, yaitu pagi pukul 08.00-10.00 WIB dan Sore pukul 15.00 – 17.00 WIB. Pasien boleh diantar 1 orang, dan orang yang mengantar yang akan menemui petugas jaga untuk mendaftarkan pasien. 

“Untuk Pasien baru isolasi mandiri, pasien membawa perlengkapan solat masing-masing dan perlengkapan mandi. Pasien tidak boleh di jenguk, tapi diperbolehkan untuk menerima makanan/ kebutuhan lain yang diperlukan dari keluarga dan dititipkan di pos penjaga,” katanya. 

Kewajiban pasien yang diisolasi, lanjut Kadinkes, pasien dengan hasil Swab PCR positif wajib melanjutkan isolasi 3-10 hari dan tidak di Swab kembali sebelum pulang. 

"Tidak diperkenankan pulang sebelum dinyatakan selesai isolasi oleh petugas, kooperatif dalam mengikuti anjuran medis, tidak boleh di jenguk, mengikuti aturan selama isolasi, dan dilarang merokok di dalam kamar," pungkasnya. 

Jika saat isolasi mandiri pasien mengalami perburukan, pasien akan diantar ke RS Linggarjati untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Saat ini petugas yang ada di pusat isolasi mandiri terdiri dari 2 orang dokter, 13 orang perawat/ bidan/ analis apoteker dan administrasi. (rmdty)

Covid

Komentar

Berita Terkait