1,275
Monday, 02 November 2020 22:01 (3 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Nuzul : Keputusan BK Pakai Kacamata Kuda

Nuzul : Keputusan BK Pakai Kacamata Kuda

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Nuzul Rachdi tidak merasa kaget dengan keputusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Kuningan yang telah menjatuhkan "sangsi sedang" dengan memberhentikannya sebagai Ketua Dewan. Sejak awal dimulainya proses penyidikan terhadap kasus diksi limbah yang dilontarkan Nuzul Rachdi dalam wawancara di Channel You Tube, pihaknya sudah mengetahui bahwa target sangsi tersebut sudah direncanakan sejak awal.
 
Demikian disampaikan Nuzul Rachdi kepada bingkaiwarta.com yang diwawancarai lewat telepon, “Sejak awal Ketua BK Dr. Toto Taufiqurohman menyampaikan statmen di depan masa aksi, bahwa pihaknya akan menurunkan Nuzul, bahkan menjamin kalau Zul tidak turun dirinya sendiri yang akan turun sudah menjustifikasi bahwa Nuzul sudah bersalah, padahal pemeriksaan belum dilakukan," terangnya.
 
Target penjatuhan Nuzul oleh BK diperkuat kembali oleh Wakil Ketua BK, H Purnama, bahwa tanggal 2 November akan ada sejarah baru bahwa Zul akan turun.
 
“Saya baru melihat sebuah peradilan yang menangani satu perkara, berjalan seperti kejar tayang dan kejar target, padahal yang mengadukan menurut keterangan BK sendiri ada 70 an. Pertanyaannya, sejauh mana para pengadu tersebut di verifikasi secara benar sesuai dengan tata cara beracara sebelum persidang dimulai," ungkapnya.
 
Menurutnya, fakta persidanganpun tidak dijadikan dasar oleh BK dalam memutus perkara, yang dijadikan pertimbangan hanya keterangan saksi yang mendengar potongan video yang entah dari mana video itu didapatkan alias bukan saksi mata.
 
"Yang disebut saksi fakta itu adalah saksi yang mendengarkan langsung, merasakan dan melihat dari suatu kejadian perkara," ujarnya.
 
Sementara, saat persidangan BK sebelumnya, ahli yang yang dihadirkan teradu Nuzul Rachdi yaitu DR. Nik nik M Kunarto, Dr. Azis dan Randy Ramlyady, yang secara tegas berdasarkan keilmuannya menyatakan, tidak ada unsur penghinaaan dan pelecehan kepada pihak manapun atas diksi "limbah" yang sampaikan dalam wawancara di media. Sama sekali tidak dijadikan dasar pertimbangan. (Abel Kiranti)
Nuzul Rachdi DPRD BK KUNINGAN

Komentar

Berita Terkait