Ramadhan Terakhir Suara Genjring Bergemuruh di Kelurahan Citangtu

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-06-04 06:39:56+07

Genjring Bergemuruh.jpg

Grup genjring dari berbagai dusun berkumpul di Alun-alun Kelurahan Citangtu, Kecamatan Kuningan, Selasa (04/06/2019).

 

Kuningan – Memasuki bulan Ramadhan 1440 Hijriyah terakhir sejumlah grup “koprek” atau grup musik genjring yang biasa membangunkan sahur di wilayah Kelurahan Citangtu dan Desa Cibinuang secara serempak menabuh genjring bersama-sama di Alun-alun Kelurahan Citangtu, Selasa (04/06/2019), dini hari tadi.

Irama tabuhan genjring yang dipukul secara serempak oleh para penabuh terdengar begitu menggemuruh dan mampu menghidupkan suasana di daerah yang terletak tidak jauh dari pusat Kuningan kota ini.

Acara ini disebut-sebut menjadi sebuah tradisi rutin yang selalu dilakukan setiap tahun atas inisiatif masing-masing grup koprek yang sengaja berkumpul di alun-alun Kelurahan Citangtu untuk menabuh genjring bersama-sama.

Adapun grup koprek yang terlibat yaitu dari Kelurahan Citangtu terdiri dari Dusun Lebakburang, Talahab, Wangun, dan Salahonje. Sementara dari Desa Cibinuang diwakili oleh Dusun Cikopo.

Penabuh genjring yang notabene merupakan para pemuda ini terlihat sangat semangat tatkala menabuh genjring karena diiringi pula oleh alat musik lain yaitu terompet sunda yang ditiup oleh tiga maestro sekaligus yakni Dadang Bule, Obed Kienza dan Wa Akum.

Ketiga maestro tersebut bahkan dielu-elukan karena membawakan lagu sunda lawas yang membangkitkan semangat para penabuh genjring, dan juga menjadi sebuah lagu kebanggan karena sangat sakral di kalangan penabuh genjring yakni berjudul Bentang Lima.

Sehingga suara tepukan genjring yang silih beradu atau silih tempas dalam satu irama nada Balaganjur ini sangat empuk dan enak didengar. Masyarakat pun seolah tak ingin ketinggalan momen unik ini karena hanya berlangsung setahun sekali.

Bahkan sejumlah warga dari daerah tetangga seperti Sawahwaru dan Cangkuang, Kelurahan Kuningan, pun seolah tak ingin ketinggalan untuk hadir di alun-alun Citangtu. Bahkan mereka mengaku selalu menunggu momen ini karena dinilai sangat unik

Salah satu warga asal Sawahwaru Ipay, bahkan sengaja hadir bersama putri kesayangannya guna menyaksikan grup genjring beraksi. Dia menilai tidak ada yang seperti ini selain di Citangtu.

“Pokonya unik itu ada di Citangtu. Ada genjring, juga ada tarompet. Jadi irama musiknya itu sangat enak didengar. Tidak menyesal datang ke sini. Semoga tahun depan lebih meriah lagi,” kata Ipay.

Selamat berpisah Ramadhan, semoga dipertemukan lagi dengan Ramadhan berikutnya. (TedyAgeng)

3 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, SENI & BUDAYA

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com




















Berita Terkini

Categories