1,598
Friday, 09 October 2020 13:32 (2 minggu yang lalu)    Tulis Komentar

Ratusan Mahasiswa Berhasil "Jebol" Pagar dan Segel Gedung DPRD Kab. Kuningan

Ratusan Mahasiswa Berhasil "Jebol" Pagar dan Segel Gedung DPRD Kab. Kuningan

Bingkaiwarta, KUNINGAN - Ratusan mahasiswa yang terdiri dari KAMMI Komisariat Kuningan, BEM STIS Husnul Khotimah, IMM, BEM STIKES & STKIP Muhamadiyah datangi Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Jumat (9/10/2020).

Aksi mereka menuntut Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy agar mundur dari jabatannya. Selain itu, mereka juga menuntut Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten agar segera bersikap tegas kepada Nuzul Rachdy.

"Jika BK tidak menyelesaikan masalah ini, jangan sampai gelombang tsunami perlawanan kembali datang ke Gedung DPRD Kuningan," teriak Korlap aksi, Ahmad Irsad Imanudin dalam orasinya.

Setelah mereka bergantian berorasi, akhirnya, Ketua BK DPRD Kuningan, dr Toto Taufikkurohman dan anggota BK lainnya menemui peserta aksi. "Tuntutan ini siap kami jalankan. Doakan kami agar segera menyelesaikan masalah ini," kata Toto dihadapan peserta aksi.

Toto menyatakan, jika dirinya tidak bisa menyelesaikan masalah ini maka dirinya siap mundur dari anggota DPRD Kuningan. "Saya dari BK siap turunkan Nuzul dari Ketua DPRD Kabupaten Kuningan. Beri kami waktu untuk bekerja dalam menyelesaikan masalah ini," tandas Toto.

H. Dede Ismail yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan menambahkan, jajaran BK sudah menyatakan siap untuk menyelesaikan masalah ini. "Saya berharap agar mahasiswa bersabar, menunggu sampai tanggal 22 oktober 2020. Sampai saat ini BK sudah melakukan rapat 4 kali. Biarkan kami bekerja dengan baik, tahapan yang baik, optimal sampai hasil yang maksimal," ujarnya.

Situasi aksi yang mendesak Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy agar dimakzulkan, pun akhirnya memanas. Gerbang utama gedung DPRD Kuningan, berhasil dijebol ratusan pengunjuk rasa mahasiswa. Mereka merangsek memaksa masuk untuk menyegel Gedung DPRD Kabupaten Kuningan sebagai bentuk kekecewaan peserta aksi. Aparat keamanan pun sampai kewalahan menahan gelombang aksi tersebut. 

Akibatnya, satu mahasiswa Uniku Prodi Manajemen asal Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Riki menjadi korban. Entah terinjak, atau kena tendang kerumunan massa, Ia nyaris pingsan. Beberapa bagian tubuhnya terluka.

Beruntung, aparat yang semula kewalahan menahan arus keras massa, segera mampu menghalau. Massa berhasil kembali dipaksa keluar gerbang. Hingga terjadi negosiasi.

Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik pun akhirnya turun tangan. Suara santun, serta ajakan merakyatnya cukup membuat tensi kemarahan mahasiswa turun. Ia duduk bersama dengan ratusan peserta aksi ditengah jalan, dan memberikan himbauan agar aksi dilakukan dengan damai tanpa harus ada perusakan.

Tapi lain halnya dengan Korlap unjuk rasa mahasiswa, Irsad, tetap mengajak massa untuk menyegel gedung DPRD sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pernyataan yang dinilai tidak patut dari Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy. Mereka ingin politisi senior PDIP itu, dimakzulkan.

“Makzulkan Zul Rachdy, makzulkan,” teriak Irsad, disambut kompak massa dengan teriakan makzulkan berkali-kali.

Dari hasil negosiasi serta ada jaminan keamanan dari Korlap Mahasiswa, akhirnya massa diperbolehkan masuk halaman gedung DPRD oleh aparat. Masuknya mahasiswa, pun melalui screaning aparat agar tidak ada penyusup, yang bisa membuat situasi tidak kondusif.

Akhirnya, ratusan pengunjuk rasa tersebut berhasil mensegel Gedung DPRD Kabupaten Kuningan dengan tulisan "Gedung Ini Disegel Oleh Rakyat" disecarik kertas putih yang ditempel di dinding kaca jendela pintu masuk.

"Kami minta, tulisan ini jangan sampai dirobek ataupun hilang sampai tanggal 22 Oktober 2020. Kami akan kembali tagih janji BK," tandas Irsad. (Abel Kiranti)

DPRD KUNINGAN NUZUL RACHDY DEMO

Komentar

Berita Terkait