Ratusan Pengemudi Ojek Online Se Ciayumajakuning Berkumpul di GOR Ewangga

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-07-06 16:19:13+07

Ratusan Pengemudi Ojek sdsee.jpg

Ratusan profesi ojol dari wilayah Ciayumajakuning saat memadati GOR Ewangga, Komplek Stadion Mashud Wisnusaputra, Sabtu (06/07/2019).

 

Kuningan – Ratusan profesi jasa angkutan online atau ojek online (ojol) yang beroperasi di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) berkumpul ikuti kegiatan anniversary Gabungan Baraya Kuningan (GBK) ke 2 di GOR Ewangga, Komplek Stadion Mashud Wisnusaputra, Sabtu (06/07/2019).

Acara anniversary tersebut diisi dengan hiburan dangdut, penampilan seni budaya angklung, pentas dari siswa SMAN 3 Kuningan dan driver ojek online itu sendiri, serta aksi sosial bank darah dan sumbangan terhadap yayasan.

“Iya ini semua pengemudi ojek online, rasa wujud syukur kita atas kebersamaan yang udah dibina selama dua tahun dan merupakan juga acara kegiatan silaturahmi seluruh baraya ojol, driver online,” ungkap Ketua GBK Kuningan Dadan, kepada bingkaiwarta.com.

Dadan pun menduga ada sekitar 500 pengemudi ojol yang datang pada acara tersebut yang merupakan perwakilan dari daerah Ciayumajakuning. Mereka ikut memeriahkan acara yang rutin digelar setiap 1 tahun sekali oleh GBK.

Ia berharap dari acara tersebut mampu mempererat tali persaudaraan GBK supaya semakin langgeng dan tidak hanya erat di bidang profesi saja tetapi juga erat di dalam tubuh komunitasnya, “Juga kita mengangkat pariwisata di Kuningan dan juga seni budayanya. Karena kita juga mengundang dari daerah Ciayumajakuning,” ujarnya.

Disinggung terkait iklim profesi ojol, Dadan mengungkapkan supaya dari peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa seimbang dengan apa yang didapatkan oleh pengemudi ojol.

“GBK selama ini dengan pihak aplikator mau itu GRAB atau GOJEK selalu terjalin baik. Dimana pun ada misalkan ada yang tidak sinkron dari perhitungan insentif atau tarif itu kita lebih mediasi langsung dengan pihak aplikator, tidak dengan cara yang turun ke lapangan membawa massa, karena kita anggap lebih efektif dan lebih edukatif, dan lebih diterima serta direspon sama pihak aplikator,” ungkapnya.

Sementara untuk konsumen ojol di Kuningan sendiri dinilainya sudah cukup lumayan. Namun untuk pemerataan daerah di pelosok masih belum, “Kalau untuk wilayah Kuningan hampir 60 % sudah bagus penumpangnya,” sebutnya.

Ia juga menambahkan terkait adanya aturan baru tentang verifikasi wajah baik bagi pengemudi atau penumpangnya ketika hendak memesan ojol sangat mendukung terhadap upaya tersebut, karena menurutnya hal itu bisa meningkatkan keamanan.

Sedangkan terkait keamanan transportasi ojol di Kabupaten Kuningan sendiri Dadan mengkalim saat ini sudah dipastikan kondusif. Sebab melalui wadah seperti komunitasnya bisa meningkatkan iklim mematuhi tata tertib penggunaan ojol.

“Khsusunya di Kuningan masih kondusif, pelayanannya bagus. Kecuali kalau driver-driver solo, individu itu di luar komunitas. Mungkin karena kurangnya edukasi atau tidak ada yang mengingatkan kadang dari pelayanannya aja. Kadang dari bahasa mereka ke penumpang kurang enak diterima atau apa. Selebihnya kalau ke ranah hukum tidak ada dan jangan pernah ada. Sebab melalui komunitas seperti ini kita saling edukasi dan sharing pengalaman,” tutupnya. (TedyAgeng)

2 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com




















Berita Terkini

Categories