Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Saksikan Puncak Upacara Adat Seren Taun

By : BingkaiWarta - BingkaiWarta, 2019-08-24 20:56:54+07

Ribuan Masyarakat Tumpah sefe.jpg

Masyarakat memadati halaman Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, Kelurahan/Kecamatan Cigugur, menyaksikan penampilan Tari Buyung dalam Puncak Upacara Adat Seren Taun, Sabtu (24/08/2019).

 

Kuningan – Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan puncak acara adat Seren Taun 1952 S di halaman Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, Kelurahan/Kecamatan Cigugur, Sabtu (24/08/2019).

Seren Taun atau sebuah acara yang diperingati oleh masyarakat Adat Sunda Wiwitan Kecamatan Cigugur ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali atau setiap tanggal 22 Rayagung dalam kalender jawa, dan sebagai ungkapan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang sudah diberikan, utamanya di bidang pertanian.

Ribuan Masyarakat Tumg (3).jpgKali ini Seren Taun mengambil tema tentang “Jejem Panceg Ngamumule Adat Budaya Karuhun Pikeun Mageuhkeun Ajen Kabangsaan”, dikoordinir oleh Komunitas Akur Sunda Wiwitan Cigugur bersama Yayasan Tri Mulya Tri Wikrama yang senantiasa konsisten dalam menjaga dan merawat tradisi leluluhur tersebut.

Karena menurut mereka, upacara adat Seren Taun adalah warisan leluhur yang kaya akan nilai-nilai luhur budaya bangsa, diantaranya nilai nasionalisme atau cinta tanah air, kegotongroyongan, kebersamaan, saling menghormati dan saling menghargai diantara sesama manusia tanpa memandang status sosial.

Sehingga dari itu semua, mereka meyakini akan senantiasa menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan selaras antar manusia dengan manusia maupun manusia dengan alam.

Ketua Panitia Upacara Adat Seren Taun 1952 S P. Gumirat Barna Alam, menerangkan, Seren Taun merupakan wujud implementasi persatuan dan kesatuan masyarakat Cigugur khususnya, masyarakat Kabupaten Kuningan pada umumnya, bahkan masyarakat regional dan nasional yang masih memandang bahwa betapa pentingnya pelaksanaan upacara adat Seren Taun dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME.

Ribuan Masyarakat Tumg (1).jpgSebab didalamnya, kata dia, bukan hanya momen seremonial semata, namun sarat akan makna filosofis tentang kemanusiaan dan kebangsaan, sehingga pada akhirnya akan terbentuk manusia seutuhnya.

Dan atas upaya pihaknya dalam mempertahankan budaya tersebut, pada tahun ini atau tepatnya 19 Agustus 2019, Komunitas Akur Sunda Wiwitan Cigugur pun ditetapkan sebagai ikon prestasi pancasila oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kategori kewirausahaan sosial sebagai bentuk gerakan sosial masyarakat dimana adat sebagai pengikat keberagamaannya, serta komunitas adat yang konsisten merawat dan melestarikan tradisi leluhur sunda.

Tak hanya itu saja, dari berbagai kalangan akademisi dalam maupun luar negeri, melalui berbagai kajian ilmiah dari berbagai bidang keilmuan, memandang bahwa lestarinya kebudayaan di Cigugur adalah karena kekuatan masyarakat sebagai modal sosial dan nilai-nilai Pancasila pun sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat kesehariannya.

“Dan pada bulan kemerdekaan ini pula, Seren Taun Cigugur ditetapkan sebagai salah satu dari 267 karya budaya atau warisan budaya tak benda Indonesia domain adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan,” katanya.

Selain itu, tambah dia, beberapa kegiatan yang digelar dalam puncak upacara adat Seren Taun tersebut diantaranya menampilkan beberapa tarian seperti Tari Jamparing Apsari, Tari Puragabaya Gebang, serta yang paling fenomenal Tari Buyung.

Selanjutnya, dipentaskan juga Angklung Kanekes, Angklung Buncis, Kamonesan atau Memeron, Prosesi Ngajayak, Penumbukan Padi, serta penampilan dari masyarakat Adat Baduy yang tinggal di Provinsi Banten.

Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH, MH, sangat mengapresiasi akan konsistensi masyarakat adat Cigugur yang senantiasa menjalankan tradisi Seren Taun sebagai bentuk pelestarian budaya.

Dan menurutnya, upacara adat Seren Taun ini memang sarat akan nilai kebajikan dan kearifan lokal, serta diyakini menjadi tameng terhadap pengaruh buruk budaya asing.

“Kami sangat mengapresiasi masyarakat adat Cigugur yang masih tetap menjalankan tradisi Seren Taun ini dengan seksama. Tradisi Seren Taun yang sarat dengan nilai-nilai luhur budaya lokal, dan diyakini mampu melawan budaya asing yang akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap Acep. (Abel Kiranti)

3 months ago, by BingkaiWarta
Category : BERITA PILIHAN, PERNIK, SENI & BUDAYA, SOSPOLHUKAM

Kontak Informasi BingkaiWarta.com

Redaksi : redaksi[at]bingkaiwarta.com
Iklan : iklan[at]bingkaiwarta.com











Berita Terkini

Categories