669
Monday, 08 June 2020 13:15 (4 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Ricuh, Ratusan Kuwu Ontrog DPRD Tuntut Satu Anggota Dewan Mundur

Ricuh, Ratusan Kuwu Ontrog DPRD Tuntut Satu Anggota Dewan Mundur

Bingkaiwarta, CIREBON - Ratusan kuwu (kepala desa) di Kabupaten Cirebon ngontrog DPRD Kabupaten Cirebon untuk memprotes pernyataan salah satu anggota Komisi IV yang menyebutkan pemilihan penerima bantuan merupakan pilihan politis kuwu, Senin (8/6/2020).

Pernyataan itu membuat ratusan kuwu tersulut emosi hingga secara kompak datang ke gedung perwakilan daerah tersebut dan disambut oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Moh. Luthfi.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan sempat meminta maaf kepada para kepala desa.

Namun permintaan maaf tersebut malah makin membuat ratusan kuwu tidak terima dan sempat menghampiri ke meja rapat yang di duduki anggota dewan.

Situasi yang makin tidak kondusif itu menyebakan salah satu anggota DPRD tersebut diamankan oleh pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam pertemuan itu pun, ratusan kuwu meminta agar salah satu anggota DPRD yang dianggap sudah menyinggung seluruh kuwu untuk mundur dari jabatannya. 

Sempat diwarnai kericuhan saat mediasi antara DPRD dengan kuwu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Moh. Luthfi yang turut hadir dalam acara tersebut angkat bicara.

Dikatakan Luthfi, pada prinsipnya ada ketidaknyamanan di teman-teman kepala desa terkait statement Aan.

“Prinsipnya ada ketidaknyamanan di teman-teman kepala desa terkait statement Aan," kata Luthfi saat diwawancarai selepas pertemuan itu.

Mengenai hal tersebut, pihaknya akan memproses terkait pelanggaran etika yang dilakukan oleh salah satu anggota dewan itu.

"Kita akan memproses pelanggaran etika yang dilakukan Aan," bebernya.

Diungkapkannya, hari ini Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cirebon akan menggelar sidang pertama yang kemudian akan bergulir sesuai aturan berlaku.

"Saya belum tahu apa sanksinya," kata dia.

Tidak terimanya seluruh kepala desa se Kabupaten Cirebon, sambung Luthfi, ini merupakan adanya kesalahpahaman dari statement Aan Setiawan saat mengisi di salah satu stasiun televisi lokal.

"Saya pikir Aan miskomunikasi dan sudah diakui sama Aan juga," ujarnya.

Atas dasar kejadian ini, pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara keseluruhan untuk perbaikan ke depan.

"Kita jadikan hal ini jadi pelajaran khusus bagi kita, jadi kita akan evaluasi secara keseluruhan agar situasi kondisi menjadi kondusif kembali," ungkap Luthfi. (Irgun)

Kuwu Demontrasi Protes DPRD Kabupaten Cirebon Anggota DPRD Tuntut Mundur

Komentar

Berita Terkait