240
Saturday, 28 November 2020 20:19 (1 bulan yang lalu)    Tulis Komentar

Ridwan Kamil Canangkan Gerakan Tanam 50 Juta Pohon

Ridwan Kamil Canangkan Gerakan Tanam 50 Juta Pohon

Bingkaiwarta, PASAWAHAN - Bupati Kuningan H. Acep Purnama menghadiri acara Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) sekaligus puncak Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Provinsi Jawa Barat di Kebun Raya Kuningan, Sabtu (28/11/2020). 
 
Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D., Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ketua Forum DAS Jawa Barat, Kepala OPD se-Jawa Barat, kepala OPD se-Kabupaten Kuningan, Camat, Ketua TPP PKK Kabupaten Kuningan dan Kepala Desa se-Kecamatan Pasawahan.
 
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, GNPDAS merupakan kegiatan rutin yang dilakukan dengan penanaman pohon serentak di 27 kwartir cabang. Hampir 27.250 bibit pohon sudah tertanam. Dengan jumlah peserta 100 orang, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumber daya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.
 
GNPDAS pertama kali dicanangkan pada tahun 2018, sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Kementerian LHK dan masyarakat. Gerakan ini merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas, yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS. Pada tahun ini, GNPDAS mengusung tema “Pulihkan Lahan, Membangun Masa Depan”.
 
Dirjen Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan mengatakan, terdapat program perbaikan lingkungan melalui kegiatan rehabilasi hutan dan lahan konteks pengelolaan DAS. DAS dikatakan sehat apabila dapat berfungsi dengan baik sebagai media berfungsi dan dan sebagai media pengatur tata air sehingga dapat mendukung secara optimal untuk kegiatan usaha budidaya tanaman maupun menjamin proses siklus air secara seimbang.
 
“Kementrian LHK melalui dirjen pengelolaan das dan rehabilitas hutan menyediakan bibit gratis dari 50 persemaian yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 30,7 juta batang setiap tahun," ujarnya.
 
Sementara itu, Bupati Kuningan memberikan apresiasi kepada Kabupaten Kuningan yang sudah menjadi kabupaten konservasi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada gubernur Jawa Barat yang perhatian kepada Kabupaten Kuningan khususnya Jawa Barat. "Sesuai arahan gubernur, saat ini pemerintah Kabupaten Kuningan diberi amanah untuk mewariskan amanah kepada anak cucu kita berupa hutan yang hijau sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat dari hijaunya hutan itu diantaranya ketersediaan air, kesuburan tanah dan terhindar dari bencana alam," ujarnya.
 
Disamping sebagai wahana untuk mempromosikan eksistensi Kebun Raya Kuningan, pemilihan lokasi di Kebun Raya Kuningan juga sangat tepat, karena Kabupaten Kuningan sejatinya telah memiliki tempat refresentatif untuk melestarikan biodiversity(keanekaragaman hayati) dari ancaman kepunahan sekaligus berfungsi sebagai obyek wisata, sarana edukasi dan penelitian.
 
Bupati Kuningan melanjutkan, "Jumlah kebun raya di Indonesia yang telah terbangun dan terpelihara dengan baik baru 4 (empat) lokasi, yaitu Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali," imbuhnya.
 
Kebun Raya Kuningan sejak digagas pada tahun 2005, terus mengalami perkembangan signifikan baik dalam hal penyediaan bangunan penunjang, jalan, fasilitas umum dan penataan tanaman koleksi tampilan kebun raya kuningan yang semakin menarik sehingga sedikitnya untuk setiap bulannya bisa menyedot animo rata-rata 3-5 ribu orang untuk berkunjung. Pada saat pandemi corona, pengunjung bisa mencapai 2.000 orang.
 
“Kami berharap Kebun Raya Kuningan akan menyusul menjadi kebun raya terbaik di Jawa Barat, setelah Kebun Raya Bogor dan Cibodas apalagi Kebun Raya Kuningan merupakan satu-satunya kebun raya milik daerah di Jawa Barat sehingga akan menjadi salah satu ikon dan unggulan daerah Jawa Barat," terangnya.
 
Dijelaskannya, persoalan mendasar yang dihadapi dan sampai saat ini belum ditemukan solusinya adalah belum adanya penyediaan penguatan sinyal untuk berkomunikasi serta pembangunan akses jalan utama menuju lokasi kebun raya. Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan sedang menyusun DED camping ground dan floating market di kebun raya kuningan. Bupati berharap bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mengalokasikan dana untuk pembangunannya di tahun 2021.
 
“Sejauh ini kami hanya mengandalkan jalan utama melewati kawasan taman nasional gunung ciremai, itupun dalam kondisi sempit berkelok dan terjal,” ungkapnya.
 
Sejak dulu pemerintah Kabupaten Kuningan selau berkomitmen untuk tidak mendudukan properti sumber daya hutan sebagai kolam manfaat dan tambang emas hijau tanpa kendali, tetapi harus ditempatkan pada persepsi konstruktif sebagai kesatuan kelestarian ekosistem yang berfungsi sebagai pengatur tata air dan penyangga kehidupan, yang diintegrasikan dengan aspek ekonomi dan sosial.
 
Dengan beralihnya kewenangan urusan kehutanan ke provinsi, Kabupaten Kuningan siap menjadi mitra kolaborasi dan inovasi guna terciptanya hutan Jawa Barat Juara melalui program Pengantin Peduli Lingkungan (PEPELING) yang sudah dicanangkan sejak tahun 2006 melalui instruksi Bupati Kuningan Nomor 1 Tahun 2006, Aparat Peduli Lingkungan (APEL) dan Siswa Baru Peduli Lingkungan (SERULING).
 
“Kami akan gelorakan kembali menjadi sebuah gerakan moral dalam rangka menyadarkan masyarakat untuk tetap dan selalu peduli terhadap lingkungan. Kami telah membuat surat edaran dan menghimbau kepada seluruh SKPD, BUMN/BUMD dan masyarakat Kuningan untuk bersama-sama secara serentak melaksanakan gerakan penanaman dalam rangka hari menanam pohon indonesia (hmpi) tahun ini,” jelasnya.
 
Dalam kesempatan ini, selain penanaman pohon, dilakukan juga penyerahan bantuan ekonomi produktif dari pemerintah provinsi Jawa Barat kepada perhutani harapan mulia, Karang Taruna Cikuray, penyerahan simbolis bibit tanaman pohon kepada Kepala Desa Padabenghar, Kelompok Tani Desa Cantilan, dan peyerahan bibit dari Kepala BPDAS hutan lindung kepada pengelola Kebun Raya Kuningan sebanyak 1000 bibit pohon .
 
Melalui Surat Edaran Gubernur Nomor 52 Tahun 2020, Gubernur Jawa Barat menginstruksikan Gerakan Tanam Pelihara 50 juta pohon yang hingga saat ini telah tertanam 19 juta pohon. Pencanangan gerakan menanam 50 juta pohon ini dilaksanakan karena banyak terdapat lahan-lahan gundul di Jawa Barat yang menyebabkan longsor di sungai-sungai.
 
“Saya ucapkan terima kasih kepada yang ulang tahun telah menyumbang 1 pohon, kepada yang promosi, rotasi, dan mutasi yang telah menyumbang 10 pohon, yang menikah telah menyumbang 10 pohon. Dalam 1 tahun, alhamdulillah sudah tertanam 19 juta pohon. Kami berharap tahun depan melebihi target, bisa diselesaikan salah satunya,” ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
 
Menurutnya, Presiden RI Joko Widodo akan menyumbang sebanyak 25 juta pohon untuk Gerakan Tanam Pelihara ini. Ia menambahkan, ke depannya Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kominfo akan membuat aplikasi untuk mempermudah masyarakat yang ingin menyumbang pohon tetapi secara fisik tidak mampu hadir untuk menanam di lapangan. Ini merupakan kombinasi digital dan kepedulian terhadap lingkungan.
 
Usai acara Ridwan Kamil pada kesempatan tersebut meresmikan salah satu fasilitas di Kebun Raya Kuningan, Bangunan ini berbentuk "mini tower". Dimana pengunjung bisa naik ke atasnya untuk melihat keindahan sekeliling dari bagian atas dan di bawahnya terdapat kolam melingkar yang menjadi spot favorite dan instagramable para pengunjung KRK. (Abel Kiranti)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Penanaman Pohon Kebun Raya Kuningan Bupati Kuningan Pasawahan Kuningan

Komentar

Berita Terkait